Perkuat Implementasi NCH,  KKN Mahasiswa Unand di Tanjung Bonai Aur Sinkronkan 17 Program Kerja

Perkuat Implementasi NCH, KKN Mahasiswa Unand di Tanjung Bonai Aur Sinkronkan 17 Program Kerja

KabaSumbar - Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang dari berbagai Fakultas, melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) selama 40 hari ke depan, mulai 6 Juli hingga 18 Agustus 2026, di Nagari Tanjung Bonai Aur (TBA), Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung,.
 
Mengiringi kegiatan  KKN mahasiswa Unand ini,  tidak melulu ditandai dengan seremoni penyambutan,  tetapi langsung mengikuti forum lokakarya yang mempertemukan mahasiswa dengan pemerintah nagari untuk menyelaraskan arah pembangunan selama masa pengabdian.
 
Berbeda dengan pola penyambutan KKN pada umumnya, rangkaian kegiatan KKN yang dipimpin Ketua Kelompok, Alif M. Danza, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unanda dengan pendampingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kurniadi Ilham, langsung dihadapkan dengan Lokakarya Perencanaan Program yang dihadiri oleh Wali Nagari, perangkat nagari, unsur kelembagaan nagari, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Pada kesempatan, mahasiswa mempresentasikan secara bergantian 17 rencana Program Kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi awal dan FGD atas potensi dan permasalahan yang ada di Nagari Tanjung Bonai Aur. Masing-masing program dipaparkan langsung oleh mahasiswa penanggung jawab kegiatan, sehingga pemerintah nagari dapat memberikan masukan, koreksi, maupun penyesuaian terhadap pelaksanaannya.

Diskusi berlangsung interaktif. Setiap usulan program dibahas secara terbuka agar tidak hanya menjadi kegiatan mahasiswa selama KKN, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
 
Pemerintah nagari juga menyampaikan berbagai kondisi riil yang dihadapi masyarakat sehingga program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Terhadap itu, Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, AMd, NLP, mengatakan bahwa pola penyusunan program melalui lokakarya merupakan langkah yang sangat positif, karena memberikan ruang kolaborasi sejak awal antara mahasiswa, pemerintah nagari, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kegiatan KKN akan memberikan dampak yang lebih besar apabila seluruh program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari agenda pembangunan nagari yang telah dirancang sebelumnya.

Kata Hendra Basri, pihaknya ingin seluruh program mahasiswa tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial saja, atau KKN hanya diartikan sebagai Keliling Keliling Nagari.
 
"Karena itu, seluruh usulan program kita sinkronkan dengan arah pembangunan nagari sehingga hasilnya dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah nagari maupun masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus," ujarnya.
 
Mahasiswa Unand di Tanjung Bonai Aur
Mahasiswa Unand di Tanjung Bonai Aur
 
Program Nagari Creative Hub

Di kesempatan itu, Hendra Basri mengarahkan agar program kerja mahasiswa disinergikan dengan Program Nagari Creative Hub (NCH), sebuah program terintegrasi unggulan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dipercayakan untuk dikembangkan di Nagari Tanjung Bonai Aur.

Melalui sinergitas yang kuat, setiap kegiatan mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan NCH, baik dalam aspek pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi layanan nagari, maupun pengelolaan potensi lokal yang dimiliki Tanjung Bonai Aur.

Menyambut itu, Dosen Pendamping Lapangan, Kurniadi Ilham, menilai integrasi program mahasiswa dengan kebijakan strategis pemerintah nagari akan menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa, karena mereka tidak hanya melaksanakan kegiatan pengabdian, tetapi juga belajar menyusun program yang selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.

"KKN bukan sekadar menjalankan program yang telah dibuat di kampus. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu menyesuaikan gagasan akademiknya dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan pemerintah nagari. Di sinilah proses belajar yang sesungguhnya. Jika selama ini di kampus mahasiswa belajar teori dari berbagai literatur, maka dengan KKN saatnya mereka belajar lansung kepada masyarakat sambil mempraktekkan teori-teori tersebut" katanya.

Senada, Ketua Kelompok KKN, Alif M. Danza, menyatakan seluruh anggota kelompok siap melakukan penyesuaian terhadap program kerja yang telah disusun.
 
Menurutnya, masukan dari pemerintah nagari menjadi bekal penting agar setiap kegiatan memiliki manfaat yang lebih nyata dan berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi yang terbangun selama lokakarya menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan seluruh program KKN selama 40 hari ke depan.

Dengan dimulainya rangkaian KKN melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Nagari Tanjung Bonai Aur berharap kehadiran mahasiswa Universitas Andalas tidak hanya menghasilkan berbagai kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkuat implementasi Nagari Creative Hub sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
 
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan Nagari Tanjung Bonai Aur di masa mendatang. (Irman Kuto/*)

Perkuat Implementasi NCH KKN Mahasiswa Unand di Tanjung Bonai Aur Sinkronkan 17 Program Kerja