include "breadcrumb.php" ?>
Terhadap itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, SH, menyebut pihaknya terus melakukan assesmen di wilayah terdampak, pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum, pembersihan material bencana, serta menyiagakan personel dan peralatan di daerah yang masih berpotensi mengalami bencana susulan.
"Seluruh proses pendataan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Percepat
Pemulihan
Pascabencana Hidrometeorologi
Pemkab Limapuluh Kota
Perkuat
Koordinasi
Lintas Sektor
Percepat Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi, Pemkab Limapuluh Kota Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
KabaSumbar - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota percepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah itu, diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur, penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, serta penguatan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan masyarakat.
Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang ketika memimpin rapat percepatan penanganan pascabanjir dan tanah bergerak di kawasan Aia Angek serta sejumlah wilayah terdampak lainnya, selain mengemukakan komitmen sekaligus membahas berbagai langkah strategis.
Mulai dari penyelesaian persoalan lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, H. Safni juga mendorong pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, hingga penguatan tata ruang sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran agar masyarakat segera dapat kembali menjalankan aktivitasnya. Selain membangun kembali infrastruktur, kita juga harus memperkuat mitigasi agar risiko bencana di masa mendatang dapat diminimalkan," tegas Bupati H. Safni Sikumbang, kemaren.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Limapuluh Kota mengimplementasikan Rencana Induk (Renduk) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai pedoman percepatan pemulihan. Program tersebut difokuskan pada pemulihan infrastruktur publik, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan hunian masyarakat terdampak, normalisasi sungai, serta optimalisasi pemanfaatan Dana Siap Pakai (DSP) dan Transfer ke Daerah (TKD).
Limapuluh Kota juga mempercepat proses verifikasi data kerusakan dan kebutuhan di lapangan agar pelaksanaan konstruksi dapat segera dimulai sesuai target. Koordinasi terus diperkuat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI, Polri, relawan, serta Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran agar masyarakat segera dapat kembali menjalankan aktivitasnya. Selain membangun kembali infrastruktur, kita juga harus memperkuat mitigasi agar risiko bencana di masa mendatang dapat diminimalkan," tegas Bupati H. Safni Sikumbang, kemaren.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Limapuluh Kota mengimplementasikan Rencana Induk (Renduk) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai pedoman percepatan pemulihan. Program tersebut difokuskan pada pemulihan infrastruktur publik, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan hunian masyarakat terdampak, normalisasi sungai, serta optimalisasi pemanfaatan Dana Siap Pakai (DSP) dan Transfer ke Daerah (TKD).
Limapuluh Kota juga mempercepat proses verifikasi data kerusakan dan kebutuhan di lapangan agar pelaksanaan konstruksi dapat segera dimulai sesuai target. Koordinasi terus diperkuat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI, Polri, relawan, serta Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Bupati Limapuluh Kota menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana
Assesmen Wilayah Terdampak
Terhadap itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim, SH, menyebut pihaknya terus melakukan assesmen di wilayah terdampak, pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum, pembersihan material bencana, serta menyiagakan personel dan peralatan di daerah yang masih berpotensi mengalami bencana susulan.
"Seluruh proses pendataan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Layanan Kesehatan
Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal. Seluruh puskesmas beserta tenaga kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan medis, pelayanan kesehatan bergerak, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, pengawasan terhadap potensi penyakit pascabencana, serta menjamin ketersediaan obat-obatan dan logistik kesehatan.
"Kami memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas. Selain pelayanan medis, kami juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta memastikan seluruh fasilitas kesehatan memiliki ketersediaan obat-obatan dan logistik yang memadai," kata dr. Budi Andri.
Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, dr. Budi Andri, MKM, memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan optimal. Seluruh puskesmas beserta tenaga kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan medis, pelayanan kesehatan bergerak, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, pengawasan terhadap potensi penyakit pascabencana, serta menjamin ketersediaan obat-obatan dan logistik kesehatan.
"Kami memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas. Selain pelayanan medis, kami juga memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta memastikan seluruh fasilitas kesehatan memiliki ketersediaan obat-obatan dan logistik yang memadai," kata dr. Budi Andri.
Rapat Koordinasi
Kebutuhan Dasar
Di bidang sosial, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) setempat, Ir. Indra Suriani, mengatakan pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sebagai bentuk kepedulian tersebut, Bupati H. Safni Sikumbang telah menyerahkan 200 paket bantuan peralatan rumah tangga kepada masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gunuang Omeh. Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat itu diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
"Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," ujar Ir. Indra Suriani.
Selain bantuan sosial, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat di Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Gunuang Omeh. Sejauh ini total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,92 miliar kepada 82 kepala keluarga, yang terdiri atas 30 kepala keluarga penerima bantuan rumah Rusak Ringan (RR) dan 52 kepala keluarga penerima bantuan rumah Rusak Sedang (RS). Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta untuk kategori Rusak Ringan dan Rp30 juta untuk kategori Rusak Sedang.
Sementara itu, Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, S.Sos, mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam proses penanganan bencana hingga tahap pemulihan.
"Semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, Polri, relawan, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga hingga seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dilaksanakan," ungkapnya.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Gunuang Omeh turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Drs. Syaifullah, MM, Kalaksa BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, SH, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Jhonneri, SH, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota, Asman Anwar, A.KS, serta unsur pemerintah nagari.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mulai dari penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi. Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat kembali hidup dengan aman, nyaman, dan produktif. (debby)
Di bidang sosial, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) setempat, Ir. Indra Suriani, mengatakan pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sebagai bentuk kepedulian tersebut, Bupati H. Safni Sikumbang telah menyerahkan 200 paket bantuan peralatan rumah tangga kepada masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Gunuang Omeh. Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat itu diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.
"Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," ujar Ir. Indra Suriani.
Selain bantuan sosial, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat di Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Gunuang Omeh. Sejauh ini total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,92 miliar kepada 82 kepala keluarga, yang terdiri atas 30 kepala keluarga penerima bantuan rumah Rusak Ringan (RR) dan 52 kepala keluarga penerima bantuan rumah Rusak Sedang (RS). Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta untuk kategori Rusak Ringan dan Rp30 juta untuk kategori Rusak Sedang.
Sementara itu, Camat Gunuang Omeh, Apri Yulianto, S.Sos, mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam proses penanganan bencana hingga tahap pemulihan.
"Semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, Polri, relawan, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga hingga seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dilaksanakan," ungkapnya.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Gunuang Omeh turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Drs. Syaifullah, MM, Kalaksa BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, SH, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Jhonneri, SH, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota, Asman Anwar, A.KS, serta unsur pemerintah nagari.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mulai dari penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi. Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat kembali hidup dengan aman, nyaman, dan produktif. (debby)