Pemprov Sumbar Dukung Geopark Silokek Menuju Pengakuan UNESCO

Pemprov Sumbar Dukung Geopark Silokek Menuju Pengakuan UNESCO

KabaSumbar -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sijunjung membawa Geopark Silokek memperoleh pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark. Dukungan itu disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah setelah menerima audiensi Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir di Istana Gubernuran, Jumat, 24 April 2026.

Mahyeldi mengatakan, dukungan Pemprov Sumbar akan diarahkan pada penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan. Program tersebut akan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Menurut Mahyeldi, Geopark Silokek menjadi salah satu kandidat kuat dari Indonesia yang sedang menjalani proses penilaian menuju UNESCO Global Geopark. Ia berharap kawasan tersebut dapat masuk dalam jaringan geopark global karena dinilai memiliki nilai geologi, budaya, dan potensi ekonomi yang besar.

Silokek Bukan Sekadar Destinasi Wisata

Geopark Silokek berada di Kabupaten Sijunjung dan dikenal sebagai kawasan yang menyimpan kekayaan geologi, biologi, serta budaya. Kawasan ini memiliki bentang alam karst berusia lebih dari 350 juta tahun, formasi batuan purba, dan 25 situs geodiversity yang bernilai ilmiah sekaligus wisata.

Kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional sejak 2018. Sejak saat itu, Silokek terus dikembangkan sebagai ruang edukasi, konservasi, dan penggerak ekonomi masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan.

Dalam konteks geopark, nilai utama Silokek tidak hanya terletak pada pemandangan alamnya. Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pengelolaan warisan geologi di kawasan geopark dikembangkan melalui konsep konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Artinya, pengembangan kawasan perlu tetap memberi manfaat kepada masyarakat sekitar tanpa mengabaikan kelestarian alam.

Manfaat Jika Masuk UNESCO Global Geopark

UNESCO mendefinisikan UNESCO Global Geoparks sebagai kawasan geografis terpadu yang memiliki situs dan lanskap geologi bernilai internasional, dikelola dengan konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Bagi Sumatera Barat, pengakuan tersebut dapat memberi dampak luas. Mahyeldi menyebut manfaatnya antara lain penguatan pariwisata berkelanjutan, perlindungan warisan geologi, pengembangan edukasi dan riset, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan daya saing daerah di tingkat internasional.

Dari sisi ekonomi, status geopark global berpotensi menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, manfaat itu tetap bergantung pada kesiapan tata kelola, aksesibilitas, pelayanan wisata, pelibatan masyarakat, dan konsistensi menjaga kawasan.

Di sisi lain, pengakuan internasional juga membawa tanggung jawab. Silokek tidak cukup hanya dipromosikan sebagai destinasi alam. Kawasan ini perlu dikelola sebagai ruang hidup yang menghubungkan warisan geologi, budaya Minangkabau, pendidikan lingkungan, dan ekonomi nagari.

Perlu Dukungan Lintas Sektor

Mahyeldi meminta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumbar ikut memberi dukungan sesuai program masing-masing. Ia menilai perjuangan membawa Geopark Silokek ke level UNESCO bukan hanya kepentingan Sijunjung, melainkan juga menyangkut nama Sumatera Barat dan Indonesia.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar. Menurutnya, dukungan provinsi sangat dibutuhkan karena proses penilaian menuju UNESCO Global Geopark membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.

Kesiapan itu mencakup banyak aspek, mulai dari infrastruktur dasar, informasi kawasan, kebersihan, konservasi situs, penguatan kapasitas masyarakat, hingga narasi budaya yang mudah dipahami wisatawan. Tanpa pengelolaan yang matang, potensi besar Silokek bisa sulit memberi dampak optimal bagi masyarakat setempat.

Sebagai kawasan yang membawa identitas “Nagari Adat”, Silokek juga memiliki peluang memperkenalkan budaya Minangkabau dalam lanskap yang lebih luas. Pariwisata berbasis geopark dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kuliner, tradisi, kerajinan, seni, dan kehidupan masyarakat lokal secara lebih bermartabat.

Momentum untuk Pariwisata Berkelanjutan Sumbar

Upaya membawa Geopark Silokek menuju UNESCO Global Geopark menjadi momentum penting bagi Sumatera Barat. Selama ini, pariwisata Sumbar banyak bertumpu pada destinasi populer seperti Bukittinggi, Danau Maninjau, Lembah Harau, Mentawai, dan kawasan pesisir.

Silokek menawarkan wajah lain: wisata geologi, edukasi alam, budaya nagari, dan konservasi. Jika dikelola serius, kawasan ini dapat memperluas peta pariwisata Sumbar sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di Sijunjung.

Meski demikian, status UNESCO Global Geopark belum resmi diperoleh. Saat ini, berdasarkan laporan ANTARA, Geopark Silokek masih berada dalam proses penilaian. Karena itu, publik perlu melihat proses ini sebagai kerja panjang yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku wisata, dan komunitas lokal.

Dengan potensi geologi purba, kekayaan budaya, dan dukungan pemerintah daerah, Geopark Silokek memiliki peluang besar menjadi salah satu ikon baru Sumatera Barat. Tantangannya kini adalah memastikan pengakuan dunia, jika kelak tercapai, benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan menjaga kelestarian kawasan untuk generasi berikutnya.

Geopark Silokek Sijunjung Sumatera Barat UNESCO Global Geopark Wisata Sumbar Geowisata Mahyeldi Benny Dwifa Yuswir Pariwisata Berkelanjutan Budaya Minangkabau