include "breadcrumb.php" ?>
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengatakan kepercayaan kembali menjadi tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang besar bagi daerah untuk semakin memperkuat posisi Payakumbuh dalam peta olahraga berkuda nasional.
“Bagi kami, ini merupakan kehormatan besar. Payakumbuh yang memiliki tradisi kuat dan semangat olahraga mendapat kepercayaan kembali menjadi tuan rumah kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional,” kata Zulmaeta.
Menurutnya, pacuan kuda bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat Minangkabau yang mengajarkan keberanian, kedisiplinan, semangat juang, dan sportivitas.
“Melalui kejuaraan ini, kita ingin semakin memperkokoh Payakumbuh sebagai salah satu sentra pacuan kuda di Sumatera Barat sekaligus memperbesar kontribusi daerah dalam perkembangan olahraga berkuda nasional,” ujarnya.
Zulmaeta berharap penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi kuda lokal, baik dari sisi kualitas maupun nilai ekonominya.
Ia menilai peningkatan kualitas ternak dan nilai jual kuda harus berjalan beriringan dengan upaya membangkitkan kembali usaha peternakan kuda di Payakumbuh.
“Momen ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kuda lokal sekaligus membangkitkan kembali gairah peternakan kuda di Payakumbuh. Kita berharap dari sini lahir kuda-kuda yang mampu menjadi juara di tingkat nasional,” katanya.
Tak hanya dari sisi olahraga dan peternakan, Zulmaeta menilai kejuaraan berskala nasional tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Kehadiran peserta dan penonton dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, kuliner, akomodasi, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Event seperti ini memiliki multiplier effect yang besar. Ketika wisatawan dan penonton datang ke Payakumbuh, sektor ekonomi masyarakat ikut bergerak dan pelaku UMKM memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Zulmaeta juga menyampaikan apresiasi kepada PP Pordasi, SARGA.CO, para sponsor, panitia, serta Niniak Mamak Kenagarian Tiakar dan Koto Nan Gadang yang turut mendukung penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang telah mempersiapkan kejuaraan ini. Dukungan para sponsor dan niniak mamak juga menjadi kekuatan penting sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Pordasi Sumatera Barat, Deri Asta, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh, Forkopimda, PP Pordasi, promotor, sponsor, dan seluruh panitia dalam penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026.
Menurut Deri, kejuaraan tersebut berhasil mempertemukan kekuatan tradisi lokal dengan pendekatan olahraga berkuda yang lebih modern sehingga memberikan warna baru bagi perkembangan pacuan kuda di Sumatera Barat.
“Kita berhasil memadukan tradisi pacu sebagai bagian dari alek nagari dengan sentuhan teknologi dan konsep modern. Ini menjadi langkah untuk membawa olahraga berkuda daerah ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Deri mengatakan, penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 juga menjadi momentum penutup masa pengabdiannya sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sumatera Barat setelah lima tahun menjalankan amanah.
“Ini menjadi momentum terakhir saya sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sumbar. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membangun olahraga berkuda Sumatera Barat selama lima tahun terakhir,” ujarnya.
Selama masa kepemimpinannya, Pordasi Sumatera Barat mencatat sejumlah capaian, di antaranya penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu Seri I dan Seri II. Hampir 80 persen organisasi Pordasi kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga tercatat aktif menyelenggarakan kegiatan olahraga berkuda.
“Terima kasih khusus saya sampaikan kepada Ketua Umum PP Pordasi Aryo BS Joyohadikusumo atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan. Kemitraan yang terjalin selama dua tahun dengan SARGA juga menjadi bagian dalam pengembangan olahraga berkuda di Sumbar,” pungkasnya.
Penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 di Payakumbuh diharapkan semakin memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu sentra pacuan kuda di Sumatera Barat. Lebih dari itu, ajang ini juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kuda lokal, pelestarian tradisi Minangkabau, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. (debby)
Payakumbuh
Tuan Rumah
IHR Merdeka Cup 2026
Tradisi Pacu Kuda
Minang
Berpadu
Konsep Modern
Payakumbuh Tuan Rumah IHR Merdeka Cup 2026, Tradisi Pacu Kuda Minang Berpadu Konsep Modern
KabaSumbar - Kejuaraan Pacu Kuda Indonesia’s Horse Racing (IHR) Merdeka Cup 2026 kembali menyemarakkan Gelanggang Pacu Kuda Kubu Gadang, Kota Payakumbuh, Minggu (23/8/2026).
Payakumbuh kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadikan Payakumbuh sebagai daerah pertama di luar Pulau Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang pacuan kuda besutan SARGA.CO.
IHR Merdeka Cup 2026 mempertandingkan 15 race yang diikuti kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah. Kejuaraan ini tidak hanya menghadirkan pacuan kuda dengan konsep modern, tetapi juga memadukannya dengan tradisi pacu kuda Minangkabau.
Selain 15 race utama, penyelenggaraan tahun ini turut menghadirkan pacu tradisional Draft Bogi serta demonstrasi Horseback Archery atau panahan berkuda.
Payakumbuh kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadikan Payakumbuh sebagai daerah pertama di luar Pulau Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah ajang pacuan kuda besutan SARGA.CO.
IHR Merdeka Cup 2026 mempertandingkan 15 race yang diikuti kuda-kuda terbaik dari berbagai daerah. Kejuaraan ini tidak hanya menghadirkan pacuan kuda dengan konsep modern, tetapi juga memadukannya dengan tradisi pacu kuda Minangkabau.
Selain 15 race utama, penyelenggaraan tahun ini turut menghadirkan pacu tradisional Draft Bogi serta demonstrasi Horseback Archery atau panahan berkuda.
Pembukaan Pacu Kuda IHR Merdeka 2026 di Gelanggang Kubu Gadang Payakumbuh
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengatakan kepercayaan kembali menjadi tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang besar bagi daerah untuk semakin memperkuat posisi Payakumbuh dalam peta olahraga berkuda nasional.
“Bagi kami, ini merupakan kehormatan besar. Payakumbuh yang memiliki tradisi kuat dan semangat olahraga mendapat kepercayaan kembali menjadi tuan rumah kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional,” kata Zulmaeta.
Menurutnya, pacuan kuda bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari warisan budaya masyarakat Minangkabau yang mengajarkan keberanian, kedisiplinan, semangat juang, dan sportivitas.
“Melalui kejuaraan ini, kita ingin semakin memperkokoh Payakumbuh sebagai salah satu sentra pacuan kuda di Sumatera Barat sekaligus memperbesar kontribusi daerah dalam perkembangan olahraga berkuda nasional,” ujarnya.
Zulmaeta berharap penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi kuda lokal, baik dari sisi kualitas maupun nilai ekonominya.
Ia menilai peningkatan kualitas ternak dan nilai jual kuda harus berjalan beriringan dengan upaya membangkitkan kembali usaha peternakan kuda di Payakumbuh.
“Momen ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kuda lokal sekaligus membangkitkan kembali gairah peternakan kuda di Payakumbuh. Kita berharap dari sini lahir kuda-kuda yang mampu menjadi juara di tingkat nasional,” katanya.
Tak hanya dari sisi olahraga dan peternakan, Zulmaeta menilai kejuaraan berskala nasional tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Kehadiran peserta dan penonton dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, kuliner, akomodasi, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Event seperti ini memiliki multiplier effect yang besar. Ketika wisatawan dan penonton datang ke Payakumbuh, sektor ekonomi masyarakat ikut bergerak dan pelaku UMKM memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Zulmaeta juga menyampaikan apresiasi kepada PP Pordasi, SARGA.CO, para sponsor, panitia, serta Niniak Mamak Kenagarian Tiakar dan Koto Nan Gadang yang turut mendukung penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang telah mempersiapkan kejuaraan ini. Dukungan para sponsor dan niniak mamak juga menjadi kekuatan penting sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Kejuaraan IHR Merdeka 2026 diikuti kuda-kuda ternama dari berbagai daerah
Sementara itu, Ketua Pengprov Pordasi Sumatera Barat, Deri Asta, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh, Forkopimda, PP Pordasi, promotor, sponsor, dan seluruh panitia dalam penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026.
Menurut Deri, kejuaraan tersebut berhasil mempertemukan kekuatan tradisi lokal dengan pendekatan olahraga berkuda yang lebih modern sehingga memberikan warna baru bagi perkembangan pacuan kuda di Sumatera Barat.
“Kita berhasil memadukan tradisi pacu sebagai bagian dari alek nagari dengan sentuhan teknologi dan konsep modern. Ini menjadi langkah untuk membawa olahraga berkuda daerah ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Deri mengatakan, penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 juga menjadi momentum penutup masa pengabdiannya sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sumatera Barat setelah lima tahun menjalankan amanah.
“Ini menjadi momentum terakhir saya sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sumbar. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membangun olahraga berkuda Sumatera Barat selama lima tahun terakhir,” ujarnya.
Selama masa kepemimpinannya, Pordasi Sumatera Barat mencatat sejumlah capaian, di antaranya penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu Seri I dan Seri II. Hampir 80 persen organisasi Pordasi kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga tercatat aktif menyelenggarakan kegiatan olahraga berkuda.
“Terima kasih khusus saya sampaikan kepada Ketua Umum PP Pordasi Aryo BS Joyohadikusumo atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan. Kemitraan yang terjalin selama dua tahun dengan SARGA juga menjadi bagian dalam pengembangan olahraga berkuda di Sumbar,” pungkasnya.
Penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 di Payakumbuh diharapkan semakin memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu sentra pacuan kuda di Sumatera Barat. Lebih dari itu, ajang ini juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan kuda lokal, pelestarian tradisi Minangkabau, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. (debby)