Panduan Lengkap Puasa Idul Adha Sesuai Sunnah Nabi

Panduan Lengkap Puasa Idul Adha Sesuai Sunnah Nabi

Oleh : Dhiwa TA

KabaSumbar - Menjelang Idul Adha 1446 H yang jatuh pada 6 Juni 2025, umat Islam diimbau melaksanakan puasa Idul Adha, yaitu puasa sunah Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah (4 Juni 2025) dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah (5 Juni 2025).

Puasa Idul Adha ini tidak hanya kaya akan keutamaan spiritual, seperti menghapus dosa hingga dua tahun, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan persiapan tepat. Berikut penjelasan lengkap tentang keutamaan, hukum menggabungkan dengan puasa qadha Ramadan, dan cara sehat menjalani puasa Idul Adha.

Keutamaan Istimewa Puasa Idul Adha

Puasa Tarwiyah dan Arafah, bagian dari puasa Idul Adha, merupakan momen agung dalam yaumul lailil hajj. Rasulullah SAW bersabda, œPuasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. (HR. Muslim, 1162).

Baca Juga : Langkah Berani OKX Hapus 11 Pasangan Perdagangan Kripto

Hadis riwayat Baihaqi juga menyebut puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya, meskipun sanadnya diperdebatkan. Ulama tetap menganjurkan puasa ini karena keutamaannya yang besar.

Situs Kemenag menegaskan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki kemuliaan istimewa, ditandai dengan manasik haji, wukuf di Arafah, Idul Adha, ibadah qurban, dan turunnya Al-Qurâ„¢an surat Al-Maidah ayat 3 tentang kesempurnaan agama Islam.

Rasulullah SAW menyatakan, œTidak ada hari dimana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan sepuluh hari ini maksudnya sepuluh Dzulhijjah.

˜Mereka bertanya, œWahai Rasulullah, meskipun Jihad di jalan Allah? Beliau menjawab, œMeskipun berjihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali sedikitpun. (HR. Bukhari, 969).

Baca Juga : Jadwal Laga Manny Pacquiao vs Barrios

Menggabungkan Puasa Idul Adha dengan Qadha Ramadan

Bolehkah puasa Idul Adha digabung dengan puasa qadha Ramadan? Menurut NU Online, puasa sunah Tarwiyah atau Arafah yang digabung dengan qadha Ramadan sah dan tetap mendatangkan keutamaan puasa sunah.

Syekh Zakariya Al-Anshari dalam Asnal Mathalib (juz V, halaman 388) menjelaskan, Å“(Puasa Asyura). Al-Barizi berfatwa bahwa orang yang berpuasa pada hari Asyura misalnya untuk qadha atau nazar puasa, maka ia juga mendapat pahala puasa sunnah hari Asyura.

Pandangan ini disepakati oleh Al-Ushfuwani, Al-Faqih Abdullah An-Nasyiri, Al-Faqih Ali bin Ibrahim bin Shalih Al-Hadhrami. Ini pandangan yang muktamad.

(Puasa hari Asyura dihitung oleh Allah) Hikmah di balik ganjaran penghapusan dosa dua tahun untuk puasa sunnah Arafah dan penghapusan dosa setahun untuk puasa Asyura adalah karena Arafah adalah harinya umat Nabi Muhammad SAW, yakni puasa sunnah Arafah bersifat khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Sementara Asyura adalah harinya umat Nabi Musa AS.

Baca Juga :Sentimen RUPST Tekan Saham ADRO, Harga Merosot Tajam!

Sayyid Bakri dalam I™anatut Thalibin (juz II, halaman 224) menambahkan, œDi dalam Al-Kurdi terdapat nash yang tertulis pada Asnal Mathalib dan sejenisnya yaitu Al-Khatib As-Syarbini, Syekh Sulaiman Al-Jamal, Syekh Ar-Ramli bahwa puasa sunnah pada hari-hari yang sangat dianjurkan untuk puasa memang dimaksudkan untuk hari-hari tersebut.

Tetapi orang yang berpuasa dengan niat lain pada hari-hari tersebut, maka dapatlah baginya keutamaan... Ia menambahkan dalam Kitab Al-Iâ„¢ab. Dari sana, Al-Barizi berfatwa bahwa seandainya seseorang berpuasa pada hari tersebut dengan niat qadha atau sejenisnya, maka dapatlah keduanya, baik ia meniatkan keduanya atau tidak.

Namun, mereka yang memiliki utang puasa Ramadan disarankan mengqadhanya terlebih dahulu. Jika teringat menjelang hari Arafah, qadha sebaiknya dilakukan pada hari tersebut.

Baca Juga : Timnas Indonesia Terpukul, 5 Pilar Absen Jelang Duel Lawan China

Tips Sehat Maksimalkan Puasa Idul Adha

Agar puasa Idul Adha berjalan lancar tanpa lemas, berikut lima cara sehat:

  1. Sahur Bernutrisi Tinggi Pilih makanan kaya serat dan protein seperti telur, oatmeal, buah, dan sayuran untuk energi tahan lama. Hindari mie instan atau gorengan.
  2. Cegah Dehidrasi Minum 6“8 gelas air dari berbuka hingga sahur. Kurangi kopi dan teh yang bersifat diuretik.
  3. Kurangi Aktivitas Berat Hindari olahraga berat di siang hari, gunakan waktu untuk istirahat atau ibadah seperti zikir dan membaca Al-Qurâ„¢an.
  4. Berbuka Bertahap Mulai dengan air putih dan kurma, beri jeda sebelum makan berat agar pencernaan tidak terganggu.
  5. Jaga Niat dan Mental Niat ikhlas dan semangat ibadah memperkuat tubuh dan jiwa dalam menahan lapar serta lelah.

Puasa Idul Adha, Tarwiyah dan Arafah, adalah kesempatan tahunan yang menyatukan manfaat jasmani dan rohani. Dengan persiapan fisik yang optimal dan niat tulus, ibadah ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT, menjadikannya momentum yang tak boleh dilewatkan.

Baca Juga : Telkom Umumkan Buyback Saham Rp3 T dan Dividen Raksasa Rp21 T