Pacu Kudo 2026 Picu Lonjakan Wisata Sumbar, Gubernur Ungkap Dampak Besar ke Ekonomi Lokal
KabaSumbar - Pacu Kudo 2026 menjadi sorotan karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan pariwisata di Sumatera Barat. Event tradisional ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Pacu Kudo 2026 resmi digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, pada 28–29 Maret 2026. Kegiatan ini langsung mendapat perhatian dari pemerintah daerah karena dampaknya yang luas.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyebut Pacu Kudo 2026 sebagai salah satu agenda strategis yang mampu menarik wisatawan. Menurutnya, kegiatan olahraga tradisional seperti ini memiliki daya tarik kuat karena menggabungkan budaya, hiburan, dan kompetisi dalam satu momentum.
“Pacu kuda ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang potensial di Sumatera Barat,” ujarnya saat membuka acara.
Ia menegaskan, meningkatnya jumlah pengunjung akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat. Sektor yang paling terdampak antara lain usaha kecil, kuliner, hingga jasa penginapan.
Dalam kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan, termasuk akibat berkurangnya dana transfer pusat dan bencana hidrometeorologi, kegiatan seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Selain itu, Mahyeldi juga menyoroti kontribusi besar perantau Minang. Ia menyebutkan sejak 2024, perputaran ekonomi yang berasal dari perantau mencapai sekitar Rp20 triliun. Momentum Lebaran yang bertepatan dengan event ini semakin memperkuat dampak tersebut.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa Pacu Kudo 2026 diikuti oleh 76 ekor kuda pacu dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 65 kuda.
Peningkatan jumlah peserta tersebut menunjukkan antusiasme yang semakin tinggi dari pelaku olahraga pacuan kuda. Hal ini juga menjadi indikator bahwa event ini semakin berkembang dan diminati.
“Persiapan tahun ini lebih matang, sehingga peserta bertambah dan diharapkan penonton juga meningkat,” jelasnya.
Dengan bertambahnya jumlah peserta dan penonton, pemerintah daerah optimistis kegiatan ini mampu menggerakkan sektor UMKM. Pedagang lokal, penyedia jasa, hingga pelaku wisata diperkirakan akan merasakan dampak langsung dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.
Pacu Kudo 2026 kini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga telah berkembang menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata daerah. Jika dikelola secara konsisten, event ini berpotensi menjadi kalender wisata unggulan di Sumatera Barat.
PacuKudo2026 PacuKudaSumbar PariwisataSumbar WisataPadangPariaman Mahyeldi EkonomiSumbar EventSumbar UMKMSumbar WisataBudaya SumateraBarat