KabaSumbar – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengambil langkah besar dalam mengurangi dampak lingkungan dari operasional jaringan telekomunikasinya. Melalui kerja sama strategis dengan Nokia, Indosat menerapkan teknologi cerdas bertajuk Nokia Energy Efficiency, yang dirancang untuk menghemat konsumsi energi sekaligus menekan emisi karbon.
Teknologi ini merupakan bagian dari sistem jaringan otonom Nokia yang dikenal sebagai Autonomous Networks. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning, sistem ini mampu membaca pola lalu lintas data secara langsung dan menyesuaikan operasional jaringan agar lebih hemat energi dan efisien.
Salah satu fitur unggulannya adalah pengaturan suhu cerdas (intelligent thermal management) yang dapat meminimalkan penggunaan listrik dan mendukung kinerja jaringan yang lebih stabil serta ramah lingkungan.
Selain itu, solusi ini tersedia dalam bentuk layanan berbasis Software-as-a-Service (SaaS), sehingga perusahaan tidak perlu berinvestasi besar dalam infrastruktur fisik. Penggunaannya pun fleksibel dan cepat diterapkan di berbagai perangkat jaringan, menghasilkan efisiensi energi tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada pelanggan.
Langkah ini sejalan dengan misi Indosat untuk menjadi perusahaan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI TechCo). Dengan menggabungkan otomasi, teknologi berbasis cloud, dan komitmen terhadap keberlanjutan, Indosat menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem jaringan yang lebih hijau dan canggih.
Di dalam sistem Autonomous Networks milik Nokia, terdapat teknologi yang disebut Agentic AI. Teknologi ini berfungsi untuk memantau dan mengevaluasi performa jaringan secara instan, didukung oleh sistem keamanan berlapis dan analitik tingkat lanjut. Hasilnya, pengelolaan jaringan menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Secara keseluruhan, Autonomous Networks Fabric memungkinkan integrasi sistem jaringan yang adaptif, aman, dan otomatis. Teknologi ini bekerja secara independen dari jenis perangkat yang digunakan, memungkinkan operasional jaringan berlangsung mulus dengan kinerja optimal.
Desmond Cheung, selaku Director dan Chief Technology Officer IOH, menjelaskan bahwa peningkatan trafik data menuntut pengelolaan jaringan yang lebih cerdas. “Kerja sama ini adalah bagian dari komitmen kami terhadap lingkungan dan efisiensi operasional. Dengan memanfaatkan AI, kami dapat meningkatkan performa jaringan sekaligus mengurangi konsumsi energi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8 Juli 2025).
Sementara itu, Henrique Vale, Vice President Cloud and Network Services Nokia untuk kawasan Asia Pasifik, mengungkapkan kebanggaannya mendukung Indosat dalam perjalanan menuju operasional yang berkelanjutan. “Teknologi ini adalah bagian dari komitmen Nokia untuk terus menghadirkan solusi inovatif yang mendukung mitra kami dalam mencapai efisiensi tanpa mengorbankan kualitas,” katanya.
Dengan adopsi teknologi cerdas ini, Indosat semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor jaringan berkelanjutan di Indonesia, serta memberi contoh bagaimana teknologi dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan beriringan.

Facebook Comments