Optimisme MBMA di Tengah Sorotan MSCI
Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang
Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Barat
Jl. Ujung Gurun No. 144 B, Padang
Investor banyak menanyakan prospek saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dalam beberapa pekan terakhir. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini bergerak di sektor nikel dan material baterai, dua sektor yang masih mendapat perhatian seiring pengembangan industri kendaraan listrik dan hilirisasi mineral di Indonesia.
Harga saham MBMA bergerak naik sejak 5 Juni hingga 17 Juni 2026. Tekanan jual sempat muncul pada 11 Juni, tetapi tidak mengubah arah pergerakan jangka pendek. Di sisi lain, investor asing masih membukukan net sell sejak 4 Juni. Data tersebut menunjukkan pelaku pasar domestik menjadi penggerak utama kenaikan saham MBMA dalam periode tersebut.
Perhatian investor kini tertuju pada rencana buyback saham senilai Rp1,46 triliun. Manajemen berencana menjalankan program tersebut dalam satu hingga tiga bulan setelah menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Pasar umumnya menilai buyback sebagai sinyal bahwa manajemen melihat valuasi saham berada pada level yang menarik. Pembelian kembali saham juga mengurangi jumlah saham beredar sehingga dapat memberi dukungan terhadap harga di pasar.
Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas melihat perbaikan pada pergerakan MBMA. Dalam tren besar, saham ini masih berada di bawah MA200 sehingga fase downtrend belum berakhir. Namun dalam jangka pendek, harga telah bergerak di atas MA20 dan membuka peluang penguatan lanjutan.
Pada akhir Mei 2026, grafik MBMA membentuk pola double bottom. Indikator MACD juga menunjukkan penguatan setelah membentuk golden cross pada 9 Juni 2026. Dua sinyal tersebut kerap digunakan pelaku pasar untuk mengidentifikasi potensi pembalikan arah harga.
Analis MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness pada area 484 hingga 510. Target harga berada di rentang 585 sampai 630 dengan level support 462 dan resistance 580. Investor perlu memperhatikan batas stop loss pada area 462 untuk menjaga risiko tetap terukur.
Di luar pergerakan MBMA, pasar saham Indonesia masih menghadapi sentimen yang lebih besar. Investor menunggu keputusan MSCI terkait status pasar modal Indonesia.
Keputusan tersebut penting karena memengaruhi pandangan investor global terhadap pasar saham nasional. Jika MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, aliran dana asing berpeluang tetap terjaga. Sebaliknya, jika MSCI menurunkan status Indonesia menjadi Frontier Market, sebagian investor institusi global dapat menyesuaikan portofolionya.
Kekhawatiran terhadap keputusan MSCI mulai terlihat dalam perdagangan sebelumnya. Sejumlah investor memilih mengurangi risiko dan menunggu hasil evaluasi resmi sebelum menambah posisi.
Kondisi tersebut membuat selektivitas menjadi faktor utama. Investor perlu mencermati emiten yang memiliki fundamental kuat, prospek usaha yang jelas, serta dukungan sentimen positif dari aksi korporasi. Dalam konteks itu, MBMA masih layak masuk daftar saham yang dipantau.
Setiap keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan profil risiko, tujuan keuangan, dan strategi masing-masing investor.
Belajar Saham Gratis Bersama IDX dan MNC Sekuritas Padang
Bapak dan Ibu yang ingin memahami investasi saham lebih dalam dapat bergabung gratis melalui Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Peserta akan memperoleh materi pasar modal, diskusi saham, serta kesempatan mendapatkan sertifikat dari Bursa Efek Indonesia.
Seluruh kegiatan edukasi ini tidak dipungut biaya.
Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan data dan analisis yang tersedia. Tulisan ini bukan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.