Kronologi Pemerasan Son Heung-min oleh Seorang Wanita Terbongkar

Kronologi Pemerasan Son Heung-min oleh Seorang Wanita Terbongkar

Oleh : Dhiwa TA

KabaSumbar - Seorang wanita berusia 20-an, Yang Mo, dan pria berusia 40-an, Yong Mo, telah ditangkap dan didakwa karena memeras 300 juta won (sekitar Rp3,5 miliar) dari kapten tim nasional sepak bola Korea Selatan, Son Heung-min (33, Tottenham Hotspur), dengan ancaman mempublikasikan klaim bahwa mereka "hamil dengan anaknya."

Kejaksaan Distrik Pusat Seoul mengumumkan pada 10 Mei bahwa Yang didakwa atas tuduhan pemerasan dan percobaan pemerasan, sementara Yong didakwa atas percobaan pemerasan. Ancaman tersebut dilakukan dengan mengirimkan gambar USG janin kepada Son Heung-min.

Skandal Pemerasan Son Heung-min Terungkap

Menurut penyelidikan Divisi Ketiga Kejaksaan Distrik Pusat Seoul (Direktur Jenderal Choi Soon-ho), Yang, mantan pasangan Son Heung-min, mengancam akan mengungkap klaim kehamilan palsu ke media pada Juni tahun lalu.

Ancaman ini membuat kapten Tottenham Hotspur tersebut menyerahkan 300 juta won karena khawatir akan kerusakan reputasi sosial dan karier atletiknya. Selama proses ini, Yang menandatangani perjanjian tertulis untuk tidak mempublikasikan kehamilan tersebut.

Baca Juga : Solusi Tepat Hadapi Krisis Finansial dan Kesehatan di 2025

Pola Pemerasan Berulang

Penyelidikan mengungkap bahwa Yang sebelumnya mencoba memeras pria lain dengan klaim kehamilan serupa, tetapi mengurungkan niatnya ketika pria tersebut tidak menanggapi ancamannya.

Setelah menghabiskan 300 juta won dari bintang Son untuk membeli barang mewah dan keperluan lainnya, Yang menghadapi masalah keuangan, yang mendorongnya untuk kembali melakukan pemerasan.

Upaya Kedua Pemerasan yang Gagal

Yang kemudian berkomplot dengan Yong, yang menjalin hubungan romantis dengannya antara Maret dan Mei tahun ini, untuk memeras tambahan 70 juta won (sekitar Rp820 juta) dari Son Heung-min. Mereka mengancam akan mengungkap kehamilan dan aborsi kepada media serta keluarga Son Heung-min, namun upaya ini tidak berhasil.

Kejaksaan memastikan bahwa percobaan pemerasan ini merupakan kejahatan bersama antara Yang dan Yong, bukan tindakan tunggal Yong seperti yang awalnya diduga.

Baca Juga : Apakah Fitur Voice Chat Group WhatsApp Ulah Hacker?

Penangkapan dan Proses Hukum

Kantor Polisi Gangnam di Seoul menerima pengaduan dari pihak Son Heung-min pada 7 April dan menangkap Yang serta Yong pada 14 April. Pengadilan mengeluarkan surat perintah penahanan untuk keduanya pada hari berikutnya, dengan alasan "ada risiko penghancuran bukti dan pelarian."

Kejaksaan, yang menerima kasus ini pada 22 April, mengonfirmasi keterlibatan bersama kedua tersangka dalam upaya pemerasan terhadap Son Heung-min.

Baca Juga : Timnas Indonesia Resmi Tembus Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia