Koperasi Desa Merah Putih Akan Diluncurkan, Dorong Kemandirian Ekonomi
KabaSumbar “ Pemerintah Indonesia bersiap meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional. Program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia, sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan nasional.
Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memotong rantai pasok yang panjang, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, rentenir, dan pinjaman online ilegal, serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.
œKoperasi ini akan menjadi agen distribusi sembako, pupuk, LPG, hingga layanan pos, langsung dari produsen ke masyarakat, ujarnya.Peluncuran Koperasi Merah Putih didukung oleh Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang melibatkan 18 kementerian dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembentukan koperasi melalui tiga pendekatan: pendirian koperasi baru, pengembangan koperasi existing, dan revitalisasi koperasi yang tidak aktif.
Hingga awal Juli 2025, sekitar 79.400 desa telah melaksanakan musyawarah desa khusus, dengan 30.000 koperasi sudah berbadan hukum. Targetnya, seluruh koperasi akan memiliki akta notaris sebelum 30 Juni 2025 dan beroperasi penuh pada 28 Oktober 2025.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa koperasi ini akan mengelola berbagai unit usaha, seperti gerai sembako, apotek, klinik, simpan pinjam, cold storage, dan logistik desa.
œKoperasi Merah Putih bukan sekadar formalitas, tetapi wadah usaha nyata yang berbasis potensi lokal, seperti pertanian dan perikanan, katanya. Pemerintah juga menyiapkan pembiayaan hingga Rp3 miliar per koperasi melalui bank-bank Himbara, dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk keberhasilan program ini. œIni kerja keroyokan, bukan ego sektoral. Kami juga menyiapkan pelatihan modern bagi pengurus agar koperasi berjalan profesional, ujarnya.Program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari APBN, APBD, dana desa, dan CSR perusahaan. Menteri Desa dan PDT, H Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa yang tidak membentuk koperasi ini berisiko tidak menerima dana desa tahap kedua.
œKami targetkan semua koperasi berbadan hukum sebelum peluncuran, dengan rencana bisnis yang jelas, katanya.
Masyarakat dapat mendaftar sebagai anggota melalui laman resmi https://kopdesmerahputih.kop.id/daftar, dengan tiga skema: pendirian baru, pengembangan, atau revitalisasi koperasi. Nama koperasi wajib mengikuti format œKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih [Nama Desa/Kelurahan].
Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa, mendukung swasembada pangan, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan pengelolaan profesional dan dukungan masyarakat, program ini diproyeksikan menciptakan 1-2 juta lapangan kerja baru dan keuntungan hingga Rp80 triliun per tahun.