Kabut Asap Kepung Tanah Datar, 2.589 Kasus ISPA Tercatat, Porprov Terancam Ditunda

Kabut Asap Kepung Tanah Datar, 2.589 Kasus ISPA Tercatat, Porprov Terancam Ditunda

KabaSumbar - Kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah Kabupaten Tanah Datar mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengganggu jarak pandang, kondisi udara tersebut memicu keluhan mata perih dan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kini terus memantau perkembangan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Jika kondisi semakin memburuk, Pemkab Tanah Datar menyiapkan langkah lebih lanjut, termasuk kemungkinan menetapkan status tanggap darurat bencana kabut asap.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih melakukan pemantauan, pengkajian dan evaluasi terhadap perkembangan kondisi di lapangan.

“Kita masih melihat situasi cuaca. Kalau dalam satu atau dua hari ke depan turun hujan, tentu asap akan berkurang. Karena selain ISPA, asap juga membuat mata perih. Saat ini kita juga merasakan langsung saat berada di lapangan,” ujar Eka Putra saat membagikan masker kepada masyarakat di Simpang Baringin, Kota Batusangkar, Rabu (16/9/2026).

Menurut Bupati, berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, kasus ISPA di Tanah Datar akibat kondisi kabut asap telah mencapai 2.589 kasus.

Karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.

“Kita mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting sekali. Kalau harus keluar, gunakan masker. Ini langkah kita bersama untuk mencegah kasus ISPA semakin banyak,” katanya.

Puskesmas Siapkan Obat
 
Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Bupati Eka Putra juga telah menginstruksikan seluruh pegawai, terutama mereka yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, untuk menggunakan masker. Meski demikian, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, obat-obatan telah disiapkan di seluruh Puskesmas. Pemkab Tanah Datar juga mempertimbangkan pembentukan posko kesehatan khusus di kawasan Kota Batusangkar apabila kondisi kabut asap terus memburuk.

“Di Puskesmas sudah kita siapkan obat. Kalau memang diperlukan, kita juga punya rencana membuat posko kesehatan di Kota Batusangkar. Sementara saat ini posko pelayanan kesehatan berada di masing-masing Puskesmas,” jelas Eka.
 
Bupati Eka Putra sasangkan masker hindari akabut asap
Bupati Eka Putra sasangkan masker hindari akabut asap

CFD Masih Dipertimbangkan
 
Kabut asap juga menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Car Free Day (CFD). Untuk sementara, kegiatan tersebut masih direncanakan tetap berlangsung karena berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama para pedagang.

Namun, keputusan itu dapat berubah apabila kualitas udara semakin buruk dan dinilai membahayakan kesehatan masyarakat.

“Ekonomi juga kita pikirkan, karena CFD memberikan kesempatan bagi pedagang untuk berjualan. Tetapi kalau tingkat asap bertambah tebal, tentu akan kita larang. Kesehatan tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Tanah Datar terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran jerami maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Bupati mengatakan, hingga kini pemerintah daerah belum menemukan sumber kebakaran besar di wilayah Tanah Datar. Kebakaran kecil yang sebelumnya terjadi di kawasan Simawang telah ditangani dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran.

Koordinasi dengan Gubernur
 
Mengenai dugaan kabut asap yang berasal dari daerah lain, Bupati Eka Putra mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumatera Barat untuk melaporkan kondisi yang terjadi di Tanah Datar.

Pemkab Tanah Datar juga akan menyampaikan laporan secara tertulis serta meminta koordinasi dengan kabupaten tetangga maupun daerah lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Bupati juga mengungkapkan adanya laporan dari peternak mengenai lima ekor sapi yang mati dan diduga berkaitan dengan kondisi kabut asap. Namun, informasi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian hewan ternak tersebut.

“Informasi itu perlu dikaji. Kita sudah melaporkan secara lisan kepada Pak Gubernur dan saya sudah meminta Sekda membuat surat tertulis, sekaligus meminta koordinasi dengan daerah kabupaten tetangga dan provinsi yang terjadi kebakaran hutan,” katanya.

Eka Putra mengajak masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kabut asap. Ia berharap perubahan cuaca dan turunnya hujan dapat segera membantu mengurangi kepungan asap di Tanah Datar.

“Yang pertama, saya mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting. Kedua, gunakan masker. Ketiga, tentu banyak berdoa. Mari kita berdoa bersama agar kabut asap ini segera hilang dari Tanah Datar,” imbaunya.
 
Asap tebal makin menganggu kualitas udara
Asap tebal makin menganggu kualitas udara

Porprov Ikut Terancam
 
Kondisi kabut asap juga menjadi perhatian Pemkab Tanah Datar terkait rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat pada Oktober mendatang.

Bupati Eka Putra mengatakan, apabila kondisi udara tidak kunjung membaik, Pemkab Tanah Datar akan mempertimbangkan untuk mengusulkan penundaan pelaksanaan Porprov kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Langkah tersebut, kata dia, berkaitan dengan faktor kesehatan atlet, penonton dan masyarakat yang akan terlibat dalam penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

“Kalau asap ini masih berlanjut dan tidak bisa reda, kami akan mengusulkan secara resmi kepada pemerintah provinsi untuk menunda pelaksanaan Porprov demi kesehatan para atlet, penonton dan pecinta olahraga,” ujarnya.

Eka menambahkan, dari sisi anggaran maupun kesiapan kontingen, Tanah Datar telah melakukan koordinasi dengan KONI. Namun, kondisi kesehatan akibat kabut asap tetap menjadi pertimbangan penting.

Terlebih, Tanah Datar dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga dalam Porprov Sumatera Barat, di antaranya voli dan tinju.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Tanah Datar kini menempatkan aspek kesehatan masyarakat sebagai salah satu pertimbangan utama sembari menunggu perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan. (reyhan)

Kabut Asap Kepung Tanah Datar 2.589 Kasus ISPA Tercatat Porprov Terancam Ditunda