include "breadcrumb.php" ?>
Kata Dhani, fenomena ini merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang dapat memicu musim kemarau ekstrem di Indonesia, sehingga kondisi cuaca diperkirakan menjadi lebih kering, panas, dan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Sebagai langkah antisipasi, Walikota Solok menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan air melalui perbaikan jaringan irigasi dan pengaturan pembagian air, sehingga ketersediaan air bagi petani tetap terjaga. (Irman Kuto)
Jumpai Petani
Walikota Solok
Serap Aspirasi
Antisipasi
Dampak El Nino
Jumpai Petani, Walikota Solok Serap Aspirasi Antisipasi Dampak El Nino
KabaSumbar - Walikota Solok Dr. Ramadhani Kirana Putra jumpai petani guna mendengarkan keluh kesah tentang ketersediaan air irigasi sebagai antisipasi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Pertemuan dengan kelompok masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, berlangsung hangat bersama anggota DPRD Provinsi Sumbar, Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, Kamis (16/4/2026) di Sawah Solok.
Pada kesempatan, para petani menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, terutama kekhawatiran akan berkurangnya pasokan air irigasi yang dapat berdampak pada hasil pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Temu ramah dengan petani di Sawah Solok
Terhadap itu, Walikota Dr. Ramadhani menyampaikan, bahwa pemerintah kota (Pemko) Solok sangat memahami kekhawatiran masyarakat, terutama dalam menghadapi fenomena El Nino yang diproyeksikan terjadi pada periode April hingga Oktober 2026.
Kata Dhani, fenomena ini merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang dapat memicu musim kemarau ekstrem di Indonesia, sehingga kondisi cuaca diperkirakan menjadi lebih kering, panas, dan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Sebagai langkah antisipasi, Walikota Solok menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan air melalui perbaikan jaringan irigasi dan pengaturan pembagian air, sehingga ketersediaan air bagi petani tetap terjaga. (Irman Kuto)