Jembatan Muaro Busuk Putus,175 Jiwa Masyarakat Koto Hilalang Terancam Terisolasi
KabaSumbar “ Sekurangnya 56 KK atau sebanyak 175 jiwa warga Muaro Busuak, nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok terancam terisolasi akibat jembatan yang menghubungkan kawasan itu ambruk dan putus tersapu arus air sungai, Selasa (25/11).
Camat Kubung Acil Fasra mengatakan, banjir besar terjadi diwilayahnya karena luapan sungai Batang Lembang dan sungai Batang Gawan. Air sungai mulai naik sekitar pukul 02.00 Wib, Senin (24/11) dini hari. Ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter hingga menghanyutkan jembatan.
Menyikapi itu, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan, keselamatan dan aksesibilitas warga menjadi prioritas.
Å“ Ini harus segera kita tangani. Jangan sampai masyarakat terputus aksesnya untuk beraktivitas sehari-hari, ujarnya.

Sejumlah Dinas terkait harus bergerak cepat membangun jembatan darurat dengan bantuan personil TNI dan Polri, serta masyarakat nagari setempat. Pembutan jembatan darurat dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan, termasuk akses untuk bekerja, sekolah, serta kebutuhan pokok dan serta beribadah.
œJembatan darurat harus segera berfungsi agar warga tidak ada yang terisolasi. Kita upayakan dengan segala sumber daya yang ada, kata Bupati.Sejalan, Pemkab Solok melalui Dinas Sosial juga telah mendistribusikan bantuan logistik ke daerah-daerah yang terdampak bencana. Data dari Kepala Dinas Sosial, Desmalia Ramadhanur mengatakan, sebanyak 102 paket sembako telah diditribusikan kepada warga terdampak.
Bantuan itu didistribusikan sebanyak 56 paket sembako untuk warga Nagari Koto Hilalang, 10 paket ke Nagari Koto Sani, 4 paket untuk warga di Nagari Saning Bakar, 12 Paket untuk warga di Paninggahan, 10 Paket untuk warga di Selayo, berikut 10 paket untuk dapur umum di kantor wali Nagari Selayo.
Dijelaskan, untuk satu paket sembako tersebut terdiri dari 10 Kg beras, 2 Kg minyak goreng, 1 dus mie instan dan 30 butir telur.
Å“ Kita berharap paket sembako ini dapat membantu warga yang terdampak bencana banjir ini, ujarnya.(Irman Kuto)