include "breadcrumb.php" ?>
Di balik momen haru tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang penuh ikhtiar. Annisa mengingat kembali malam-malam yang dihabiskan untuk menyusun proposal, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga berkali-kali melakukan perjalanan ke Jakarta demi bertemu para pengambil kebijakan agar Dharmasraya dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.
Perjuangan itu tidak hanya dilakukan di Kementerian Sosial selaku pengampu program, tetapi juga di Kementerian Pekerjaan Umum. Ini dilakukan karena lahan yang kini menjadi lokasi Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan aset Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sehingga membutuhkan penyelesaian lintas kementerian.
Seluruh ikhtiar tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 kini berdiri di Dharmasraya dengan nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan seluruh masyarakat, Annisa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas lahirnya SRT 3 Dharmasraya yang dinilainya sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2,” katanya.
Annisa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasco Rusaemy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta seluruh pihak yang turut mendukung dan memudahkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya.
Haru Biru
Bupati Annisa
Saksikan
Langkah Riang
390 Siswa
Mengikuti MPLS
di SRT 3 Dharmasraya
Haru Biru Bupati Annisa Saksikan Langkah Riang 390 Siswa Mengikuti MPLS di SRT 3 Dharmasraya
KabaSumbar - Orang nomor 1 di Ranah Cati nan Tigo itu dengan sorot mata haru biru mengamati 390 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Sumatera Barat, yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (31/7/2026).
Senyum dan semangat anak-anak tersebut seolah menjadi jawaban atas perjuangan panjang yang telah ditempuh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, yang selama berbulan-bulan berjuang menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya.
Lokasi SRT 3 Dharmasraya di kawasan Pulau Sawah, Sungai Kambut itu, bahkan dua bulan lalu masih berupa hamparan tanah kosong. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi kompleks pendidikan yang dilengkapi gedung-gedung megah beserta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Bagi Annisa, dimulainya MPLS bukan sekadar penanda dimulainya tahun ajaran baru. Momen tersebut menjadi bukti bahwa ikhtiar panjang Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akhirnya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 untuk memperoleh pendidikan berasrama yang berkualitas.
Di hadapannya, terlihat langkah-langkah riang para siswa yang kelak diharapkan menjadi awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
“Alhamdulillah, saya melihat langkah-langkah riang anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh,” ujar Annisa.
Senyum dan semangat anak-anak tersebut seolah menjadi jawaban atas perjuangan panjang yang telah ditempuh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, yang selama berbulan-bulan berjuang menghadirkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya.
Lokasi SRT 3 Dharmasraya di kawasan Pulau Sawah, Sungai Kambut itu, bahkan dua bulan lalu masih berupa hamparan tanah kosong. Kini, kawasan tersebut telah berubah menjadi kompleks pendidikan yang dilengkapi gedung-gedung megah beserta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Bagi Annisa, dimulainya MPLS bukan sekadar penanda dimulainya tahun ajaran baru. Momen tersebut menjadi bukti bahwa ikhtiar panjang Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akhirnya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 untuk memperoleh pendidikan berasrama yang berkualitas.
Di hadapannya, terlihat langkah-langkah riang para siswa yang kelak diharapkan menjadi awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik.
“Alhamdulillah, saya melihat langkah-langkah riang anak-anak bangsa menuju masa depan yang lebih baik. Mereka kini memiliki kesempatan untuk tumbuh sejajar, cerdas bersama, dan menggapai cita-cita yang selama ini mungkin terasa jauh,” ujar Annisa.
Bupati Annisa dan Gubernus Sumbar Mahyeldi perhatikan denah lokasi SRT 3 Dharmasraya
Di balik momen haru tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang penuh ikhtiar. Annisa mengingat kembali malam-malam yang dihabiskan untuk menyusun proposal, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga berkali-kali melakukan perjalanan ke Jakarta demi bertemu para pengambil kebijakan agar Dharmasraya dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.
Perjuangan itu tidak hanya dilakukan di Kementerian Sosial selaku pengampu program, tetapi juga di Kementerian Pekerjaan Umum. Ini dilakukan karena lahan yang kini menjadi lokasi Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan aset Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sehingga membutuhkan penyelesaian lintas kementerian.
Seluruh ikhtiar tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 kini berdiri di Dharmasraya dengan nilai pekerjaan mencapai Rp244,32 miliar.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan seluruh masyarakat, Annisa menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas lahirnya SRT 3 Dharmasraya yang dinilainya sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Program ini menunjukkan cita-cita besar negara untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2,” katanya.
Annisa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasco Rusaemy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta seluruh pihak yang turut mendukung dan memudahkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya.
390 siswa Gabungan 5 Daerah
Pada tahun ajaran perdana, SRT 3 Dharmasraya menerima 390 siswa. Mereka terdiri atas 268 siswa asal Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, satu siswa tingkat SD dari Kabupaten Padang Pariaman, dan satu siswa tingkat SMP dari Kota Bukittinggi.
Seluruh peserta didik tersebut diseleksi melalui mekanisme berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Pada tahun ajaran perdana, SRT 3 Dharmasraya menerima 390 siswa. Mereka terdiri atas 268 siswa asal Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, satu siswa tingkat SD dari Kabupaten Padang Pariaman, dan satu siswa tingkat SMP dari Kota Bukittinggi.
Seluruh peserta didik tersebut diseleksi melalui mekanisme berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Foto bersama siswa yang mengikuti MPLS di SRT 3 Dharmasraya
Sumbar Gudangnya Orang-Orang Hebat
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto yang membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat merupakan gudangnya orang-orang hebat dan para pahlawan, serta telah melahirkan banyak pemikir bangsa. Karena itu, ia optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.
“Melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak Sumatera Barat bisa menjadi apa pun yang mereka cita-citakan. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir generasi-generasi hebat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat dan NKRI,” ujar Mahyeldi penuh semangat.
Mahyeldi juga menilai Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo merupakan bentuk keteladanan dalam memperjuangkan kehidupan masyarakat, sebagaimana nilai-nilai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“Berdosa kita kalau tidak mendukung program ini,” tegasnya.
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya turut dihadiri Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Anggota DPRD Dharmasraya Pasdisata Dt. Kabilangan, Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Indra Gunawan, serta Kapolres Dharmasraya yang diwakili PS Kabag SDM AKP Hendriza Oktavianus.
Hadir pula Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Pulau Punjung Letda Inf. Magel Hendri, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Wildan Humaedi, Sekda Dharmasraya Medison, serta sejumlah perwakilan pemerintah kabupaten dan kota.
Turut hadir Plt. Ketua LKAAM Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, kepala sekolah, jajaran majelis guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa.
Momen dimulainya MPLS tersebut menjadi babak baru bagi 390 siswa yang kini memiliki ruang belajar dan tumbuh dalam lingkungan pendidikan berasrama. Bagi Dharmasraya, hadirnya Sekolah Rakyat bukan hanya tentang berdirinya sebuah kompleks pendidikan, tetapi juga tentang membuka jalan bagi anak-anak untuk menjemput masa depan yang lebih baik. (Irman Kuto)
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto yang membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat merupakan gudangnya orang-orang hebat dan para pahlawan, serta telah melahirkan banyak pemikir bangsa. Karena itu, ia optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.
“Melalui Sekolah Rakyat ini, anak-anak Sumatera Barat bisa menjadi apa pun yang mereka cita-citakan. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir generasi-generasi hebat yang akan mengharumkan nama Sumatera Barat dan NKRI,” ujar Mahyeldi penuh semangat.
Mahyeldi juga menilai Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo merupakan bentuk keteladanan dalam memperjuangkan kehidupan masyarakat, sebagaimana nilai-nilai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“Berdosa kita kalau tidak mendukung program ini,” tegasnya.
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya turut dihadiri Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Anggota DPRD Dharmasraya Pasdisata Dt. Kabilangan, Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Indra Gunawan, serta Kapolres Dharmasraya yang diwakili PS Kabag SDM AKP Hendriza Oktavianus.
Hadir pula Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Pulau Punjung Letda Inf. Magel Hendri, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Wildan Humaedi, Sekda Dharmasraya Medison, serta sejumlah perwakilan pemerintah kabupaten dan kota.
Turut hadir Plt. Ketua LKAAM Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, kepala sekolah, jajaran majelis guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa.
Momen dimulainya MPLS tersebut menjadi babak baru bagi 390 siswa yang kini memiliki ruang belajar dan tumbuh dalam lingkungan pendidikan berasrama. Bagi Dharmasraya, hadirnya Sekolah Rakyat bukan hanya tentang berdirinya sebuah kompleks pendidikan, tetapi juga tentang membuka jalan bagi anak-anak untuk menjemput masa depan yang lebih baik. (Irman Kuto)