include "breadcrumb.php" ?>
Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik.
Ia menyebut terdapat empat fungsi manajemen yang harus menjadi perhatian pengurus, yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
Keempat fungsi tersebut, katanya, harus berjalan secara berkesinambungan. Perencanaan yang baik perlu diikuti pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan yang terkoordinasi serta evaluasi untuk memastikan setiap program benar-benar mencapai tujuan.
“Pembagian tugas yang jelas, komunikasi, koordinasi dan kekompakan menjadi kunci keberhasilan organisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan GOW agar tidak gagap menghadapi perubahan zaman. Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung komunikasi, pengelolaan organisasi maupun penyebarluasan program dan kegiatan.
Namun, adaptasi terhadap teknologi tersebut tetap harus dibarengi dengan tata kelola organisasi yang tertib, transparan dan bertanggung jawab.
Bimtek tersebut pun diharapkan menjadi pijakan awal bagi kepengurusan GOW Tanah Datar masa bakti 2026-2031 untuk membangun organisasi yang semakin solid, adaptif dan mampu menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh perempuan, keluarga dan masyarakat. (reyhan)
GOW Tanah Datar Diminta Tinggalkan Program Seremonial
Fokus pada Manfaat Nyata untuk Masyarakat
GOW Tanah Datar Diminta Tinggalkan Program Seremonial, Fokus pada Manfaat Nyata untuk Masyarakat
KabaSumbar - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Datar didorong tidak berhenti pada rutinitas dan kegiatan seremonial. Organisasi yang menghimpun berbagai organisasi perempuan tersebut ditantang menyusun program kerja yang realistis, terukur dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Ketua GOW Kabupaten Tanah Datar, Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurus GOW Kabupaten Tanah Datar, Selasa (6/10/2026), di Aula Kantor GOW Tanah Datar, Kompleks Indo Jolito Batusangkar.
Menurut Ny. Dwinanda, Bimtek menjadi langkah awal bagi kepengurusan GOW masa bakti 2026-2031 untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyamakan persepsi seluruh pengurus mengenai tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menegaskan, kekuatan GOW terletak pada kemampuan seluruh organisasi yang tergabung di dalamnya untuk membangun komunikasi, koordinasi dan sinergi.
“GOW merupakan wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, komunikasi, koordinasi dan sinergi antarorganisasi wanita. Perbedaan hendaknya menjadi kekuatan untuk bersama-sama berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus tidak pasif dalam menjalankan roda organisasi. Setiap pengurus diharapkan berani menyampaikan gagasan, melakukan evaluasi secara berkala dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi Ny. Dwinanda, program kerja GOW lima tahun ke depan harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi agenda organisasi.
Dorongan itu disampaikan Ketua GOW Kabupaten Tanah Datar, Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengurus GOW Kabupaten Tanah Datar, Selasa (6/10/2026), di Aula Kantor GOW Tanah Datar, Kompleks Indo Jolito Batusangkar.
Menurut Ny. Dwinanda, Bimtek menjadi langkah awal bagi kepengurusan GOW masa bakti 2026-2031 untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyamakan persepsi seluruh pengurus mengenai tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
Ia menegaskan, kekuatan GOW terletak pada kemampuan seluruh organisasi yang tergabung di dalamnya untuk membangun komunikasi, koordinasi dan sinergi.
“GOW merupakan wadah strategis untuk mempererat silaturahmi, komunikasi, koordinasi dan sinergi antarorganisasi wanita. Perbedaan hendaknya menjadi kekuatan untuk bersama-sama berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus tidak pasif dalam menjalankan roda organisasi. Setiap pengurus diharapkan berani menyampaikan gagasan, melakukan evaluasi secara berkala dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi Ny. Dwinanda, program kerja GOW lima tahun ke depan harus disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar memenuhi agenda organisasi.
GOW Tanah Datar di dorong tinggalkan serimonial
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar, Drs. Mukhlis, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis, baik dalam keluarga maupun dalam pembangunan masyarakat.
Karena itu, ia berharap GOW mampu mengambil peran lebih besar dan tidak hanya menjalankan kegiatan rutin atau seremonial.
“Organisasi perempuan harus mandiri, mampu mengayomi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mukhlis juga mengingatkan pentingnya pembenahan internal organisasi, mulai dari legalitas hingga tertib administrasi. Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang tata kelola yang baik sehingga setiap program dapat dilaksanakan secara terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, GOW juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Berbagai persoalan sosial seperti perundungan, kekerasan dan pelecehan dinilai membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan.
Karena itu, ia berharap GOW mampu mengambil peran lebih besar dan tidak hanya menjalankan kegiatan rutin atau seremonial.
“Organisasi perempuan harus mandiri, mampu mengayomi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mukhlis juga mengingatkan pentingnya pembenahan internal organisasi, mulai dari legalitas hingga tertib administrasi. Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang tata kelola yang baik sehingga setiap program dapat dilaksanakan secara terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, GOW juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Berbagai persoalan sosial seperti perundungan, kekerasan dan pelecehan dinilai membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan.
Ny. Dianita ( Deta ) Maulin Vasko
Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik.
Ia menyebut terdapat empat fungsi manajemen yang harus menjadi perhatian pengurus, yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
Keempat fungsi tersebut, katanya, harus berjalan secara berkesinambungan. Perencanaan yang baik perlu diikuti pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan yang terkoordinasi serta evaluasi untuk memastikan setiap program benar-benar mencapai tujuan.
“Pembagian tugas yang jelas, komunikasi, koordinasi dan kekompakan menjadi kunci keberhasilan organisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan GOW agar tidak gagap menghadapi perubahan zaman. Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung komunikasi, pengelolaan organisasi maupun penyebarluasan program dan kegiatan.
Namun, adaptasi terhadap teknologi tersebut tetap harus dibarengi dengan tata kelola organisasi yang tertib, transparan dan bertanggung jawab.
Bimtek tersebut pun diharapkan menjadi pijakan awal bagi kepengurusan GOW Tanah Datar masa bakti 2026-2031 untuk membangun organisasi yang semakin solid, adaptif dan mampu menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh perempuan, keluarga dan masyarakat. (reyhan)