include "breadcrumb.php" ?>
Kehadiran Eka Putra disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara, dan Plt Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan, Dendy Kurniady beserta jajaran, guna membahas teknis perencanaan pembangunan SR, terutama dikaitkan dengan kondisi topografi dan kontur lahan yang berada di kawasan perbukitan.
Sejauh ini, proses pembebasan lahan pembangunan SR telah rampung berkat dukungan Ketua DPRD Anton Yondra serta masyarakat setempat. Tahapan lanjutan adalah proses penerbitan sertifikat tanah sebagai syarat administrasi untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan.
Terkahadp itu, Plt Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Dendy Kurniady mengatakan, hasil survei lapangan dan analisis citra satelit menunjukkan sejumlah aspek teknis perlu mendapat perhatian khusus, mulai dari penataan bangunan hingga sistem pengamanan kawasan.
"Karena lokasi berada di kawasan berbukit, maka desain dan tata letak bangunan harus dirancang secara matang. Faktor keamanan menjadi prioritas utama agar nantinya fasilitas ini benar-benar aman dan nyaman digunakan dalam proses belajar mengajar," ujarnya.
Senada, Plt Dirjen Prasarana Strategis Kuswara menyampaikan, sebagian besar SR yang telah dibangun di Indonesia berada di lahan dengan kontur relatif datar.
"Secara teknis memang memerlukan perhatian lebih, tetapi kami optimistis pembangunan ini dapat direalisasikan dengan baik melalui kolaborasi seluruh pihak," katanya.
Terkait itu, Bupati Eka Putra mengatakan, pembangunan SR merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama DPRD dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Eka, sekolah yang direncanakan memiliki kapasitas sekitar 3.000 siswa tersebut, diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang lengkap.
"Program SR yang digagas Presiden Prabowo ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin pada kelompok desil 1 sampai desil 5. Ke depan, sekolah ini tidak hanya berpotensi melayani siswa dari Tanah Datar, tetapi juga dari daerah lain sesuai regulasi yang akan ditetapkan pemerintah," ujar Eka Putra.
Terhadap pertemuan itu, Bupati Eka Putra menaruh harapan, seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga SR segera hadir di Tanah Datar.
Datangi
Kementrian PU
Bupati Eka Putra
Bahas
Percepatan
Pembangunan SR
Datangi Kementrian PU, Bupati Eka Putra Bahas Percepatan Pembangunan SR
KabaSumbar - Rencana pembangunan gedung SR (Sekolah Rakyat) yang berada di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar di genjot Bupati Eka Putra dengan cara mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Datar, Ten Feri, Kamis (9/7/2026) di Jakarta.
Kehadiran Eka Putra disambut hangat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara, dan Plt Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan, Dendy Kurniady beserta jajaran, guna membahas teknis perencanaan pembangunan SR, terutama dikaitkan dengan kondisi topografi dan kontur lahan yang berada di kawasan perbukitan.
Sejauh ini, proses pembebasan lahan pembangunan SR telah rampung berkat dukungan Ketua DPRD Anton Yondra serta masyarakat setempat. Tahapan lanjutan adalah proses penerbitan sertifikat tanah sebagai syarat administrasi untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan.
Bupati Eka Putra ketika sambangi Kemen PU RI
Terkahadp itu, Plt Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Dendy Kurniady mengatakan, hasil survei lapangan dan analisis citra satelit menunjukkan sejumlah aspek teknis perlu mendapat perhatian khusus, mulai dari penataan bangunan hingga sistem pengamanan kawasan.
"Karena lokasi berada di kawasan berbukit, maka desain dan tata letak bangunan harus dirancang secara matang. Faktor keamanan menjadi prioritas utama agar nantinya fasilitas ini benar-benar aman dan nyaman digunakan dalam proses belajar mengajar," ujarnya.
Senada, Plt Dirjen Prasarana Strategis Kuswara menyampaikan, sebagian besar SR yang telah dibangun di Indonesia berada di lahan dengan kontur relatif datar.
Kondisi di Tanah Datar yang berbukit memang membutuhkan penanganan teknis yang lebih kompleks, namun diyakini justru akan menjadi nilai tambah dari sisi estetika dan keindahan lingkungan sekolah.
"Secara teknis memang memerlukan perhatian lebih, tetapi kami optimistis pembangunan ini dapat direalisasikan dengan baik melalui kolaborasi seluruh pihak," katanya.
Peta Kawasan pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam
Terkait itu, Bupati Eka Putra mengatakan, pembangunan SR merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama DPRD dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Eka, sekolah yang direncanakan memiliki kapasitas sekitar 3.000 siswa tersebut, diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang lengkap.
"Program SR yang digagas Presiden Prabowo ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin pada kelompok desil 1 sampai desil 5. Ke depan, sekolah ini tidak hanya berpotensi melayani siswa dari Tanah Datar, tetapi juga dari daerah lain sesuai regulasi yang akan ditetapkan pemerintah," ujar Eka Putra.
Terhadap pertemuan itu, Bupati Eka Putra menaruh harapan, seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga SR segera hadir di Tanah Datar.
"Kita mengajak seluruh masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun para perantaun, untuk bersama-sama memberikan dukungan demi terwujudnya program strategis ini,"pesan Bupati Tanah Datar. (Reyhan)