Dari Olimpiade ke Jejaring Global, MAN 2 Solok Buka Jalan Kolaborasi dengan UMT Malaysia

Dari Olimpiade ke Jejaring Global, MAN 2 Solok Buka Jalan Kolaborasi dengan UMT Malaysia

KabaSumbar - Perjalanan MAN 2 Solok, Sumatera Barat, ke Terengganu, Malaysia, dalam ajang Southeast Asia Olympiad Championship (SAOC) 2026 tidak berhenti di arena kompetisi. Di balik keikutsertaan lima siswanya dalam ajang internasional di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), 9–10 September 2026, terselip misi yang jauh lebih panjang: membuka pintu jejaring pendidikan global.

Bagi MAN 2 Solok, kompetisi hanyalah salah satu bagian dari perjalanan. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan menjajaki kerja sama kelembagaan dengan sejumlah institusi pendidikan di Terengganu.

Rombongan MAN 2 Solok dipimpin langsung Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag, didampingi dua guru, Risfanelti, S.Pd dan Tessy Oktiamida, M.Pd, serta lima siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan SAOC dan Sustainable Tourism Workshop di UMT.

Kehadiran MAN 2 Solok di Malaysia membawa misi yang lebih luas. Selain memberikan pengalaman internasional kepada siswa, kunjungan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan madrasah sekaligus membangun jejaring dengan lembaga pendidikan di negara jiran.

Salah satu penjajakan dilakukan dengan SMK Rusila, Marang, Terengganu, yang diarahkan pada kemungkinan kerja sama kelembagaan melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Namun, agenda yang dinilai paling strategis adalah membuka komunikasi dan penjajakan kerja sama antara MAN 2 Solok dengan Universiti Malaysia Terengganu.

Kerja sama tersebut diarahkan pada konsep sekolah angkat, sehingga MAN 2 Solok diharapkan dapat menjadi salah satu sekolah mitra yang menjalankan program secara berkelanjutan bersama UMT.

Konsep itu tidak sekadar seremoni atau penandatanganan dokumen. Lebih jauh, kerja sama diharapkan mampu menghubungkan program pendidikan di madrasah dengan lingkungan akademik dan pengembangan mahasiswa di perguruan tinggi.

Peluangnya pun terbuka luas, mulai dari penguatan wawasan akademik siswa, pengenalan lingkungan perguruan tinggi internasional, pengembangan kompetensi, kegiatan akademik dan nonakademik, hingga penguatan orientasi pendidikan lanjutan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Bagi MAN 2 Solok, jejaring tersebut penting untuk memperluas cakrawala siswa. Pendidikan tidak hanya diarahkan agar peserta didik mampu menyelesaikan jenjang madrasah, tetapi juga memiliki wawasan, pengalaman dan akses untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk di luar negeri.

Prof. Dr. Laila binti Yosoef menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, kerja sama antarlembaga pendidikan akan lebih bermakna apabila diterjemahkan ke dalam program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi peserta didik.

"Kerja sama pendidikan akan menjadi lebih bermakna apabila tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diterjemahkan ke dalam program yang dapat memberikan pengalaman, wawasan dan peluang pendidikan yang lebih luas bagi para siswa," ungkapnya.

Menurutnya, hubungan antara madrasah dan perguruan tinggi dapat menjadi jembatan penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi pendidikan tingkat lanjut serta lingkungan akademik yang semakin terbuka secara global.
Membuka jejering global dengan kerjsama berkelanjutan
Membuka jejering global dengan kerjsama berkelanjutan

Dari Madrasah Menjemput Masa Depan 
 
Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag, menegaskan bahwa lawatan ke Malaysia merupakan bagian dari upaya membangun madrasah yang memiliki wawasan global, namun tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai kemadrasahan.

"Kami datang ke Malaysia bukan hanya untuk mengikuti olimpiade. Kompetisi adalah salah satu bagian dari perjalanan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana perjalanan ini membuka pintu kerja sama dan memberikan akses yang lebih luas bagi siswa MAN 2 Solok untuk melihat dunia pendidikan secara global," katanya.

Menurut Nasrul, konsep sekolah angkat dengan UMT menjadi peluang strategis yang ingin ditindaklanjuti secara serius.

"Harapannya, akan ada program berkelanjutan yang menghubungkan program madrasah dengan program universitas. Dengan demikian, siswa sejak berada di madrasah sudah mendapatkan wawasan tentang dunia perguruan tinggi dan memiliki orientasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.

Nasrul menilai internasionalisasi madrasah bukan sekadar membawa siswa ke luar negeri. Yang lebih penting adalah membuka kesempatan agar siswa memiliki jejaring, pengalaman, wawasan dan pilihan pendidikan yang lebih luas.

"Ini bagian dari ikhtiar kita mempersiapkan generasi MAN 2 Solok agar tidak hanya berprestasi di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu berkompetisi di tingkat internasional. Kita ingin siswa memiliki mimpi yang lebih besar, termasuk untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.
Dari masdrasah membangun kolaborasi global
Dari masdrasah membangun kolaborasi global

Bronze Medal dari Panggung Public Speaking

Di tengah misi memperluas jejaring tersebut, MAN 2 Solok juga membawa pulang prestasi. Siswinya, Raissa Adrienne Luthfia Islamy, berhasil mempersembahkan Bronze Medal pada cabang Public Speaking dalam ajang Southeast Asia Olympiad 2026 di UMT.

Raissa tampil di hadapan peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, Kamboja dan Indonesia.

Di atas panggung internasional itu, ia mengangkat tema culture dan tourism, dengan memperkenalkan Kabupaten Solok, Minangkabau, Sumatera Barat dan Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.

Untuk Kabupaten Solok, Raissa memaparkan kekayaan budaya dan potensi pariwisatanya, termasuk Danau Singkarak yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah.

Ia juga memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau, khususnya rendang, serta keberagaman cita rasa masakan yang dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya di Sumatera Barat.

Tak hanya soal budaya dan destinasi wisata, Raissa turut membawa pesan tentang keramahan masyarakat Indonesia dalam menerima dan menghormati tamu.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya mampu berbicara tentang daerah dan budayanya di ruang sendiri, tetapi juga mampu memperkenalkannya di panggung internasional.

Sebelumnya, lima siswa MAN 2 Solok mengikuti ajang SAOC dan Sustainable Tourism Workshop 2026 di Terengganu, Malaysia, 7–10 September 2026. Mereka bersaing dengan sekitar 550 peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara.

Kelima siswa tersebut adalah Zaskia Almira Nezi pada kompetisi Mathematic, Tsaqif Abdul Aziz pada Arabic Speech, Raissa Adrienne Luthfia Islamy pada Public Speaking, Zahra Zakia Elyoria pada Biology Test, dan Febria Angie Renata pada English Story Telling.

Mereka didampingi Kepala MAN 2 Solok Nasrul Hamsyah, S.Ag, serta dua guru pembimbing, Risfanelti, S.Pd dan Tessy Oktiamida, M.Pd.

Bagi MAN 2 Solok, perjalanan ke Terengganu akhirnya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hasil perlombaan.

Medali Bronze menjadi salah satu buahnya. Namun, jejaring pendidikan yang mulai dibangun bersama institusi di Malaysia, terutama UMT, menjadi investasi yang diharapkan tumbuh jauh setelah rombongan kembali ke tanah air.

Dari panggung olimpiade, MAN 2 Solok mencoba membuka pintu yang lebih besar: kolaborasi, pertukaran pengalaman dan masa depan pendidikan yang melampaui batas negara.

Dari kompetisi menuju koneksi. Dari madrasah menuju panggung global. (Irman Kuto)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dari Olimpiade ke Jejaring Global MAN 2 Solok Buka Jalan Kolaborasi dengan UMT Malaysia