Danau Maninjau Jadi Pusat Tanam Serentak Nasional, Petani Agam Bangkit Pascabanjir Bandang
KabaSumber -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Kabupaten Agam sebagai lokasi utama pelaksanaan gerakan tanam serentak nasional pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan pinggir Danau Maninjau sebagai simbol kebangkitan sektor pertanian setelah daerah itu terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Afniwirman, mengatakan penunjukan Kabupaten Agam sebagai pusat kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Wilayah tersebut termasuk salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi, terutama di Kecamatan Palembayan. Karena itu, rehabilitasi lahan pertanian di daerah tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.
“Kami diinformasikan oleh pihak Kementerian Pertanian terkait pelaksanaan penanaman serentak, dan di Sumbar kami fokuskan di Kabupaten Agam tepatnya pinggir Danau Maninjau,” ujar Afniwirman di Padang, Rabu, 29 April 2026.
Proses rehabilitasi lahan pertanian di Kecamatan Palembayan sempat menghadapi hambatan yang tidak biasa. Banyak lahan persawahan kehilangan batas kepemilikan karena tertimbun material banjir, seperti pasir, kayu, dan bebatuan. Situasi tersebut semakin sulit karena bencana tersebut juga menimbulkan banyak korban jiwa.
“Bahkan satu keluarga meninggal, tetangganya pun meninggal sehingga kami terkendala untuk mendapatkan informasi terkait kepemilikan, luas lahan, serta batas sempadan lahannya,” ungkap Afniwirman.
Rehabilitasi lahan pertanian harus dimulai dengan proses administrasi yang ketat melalui pendataan calon petani dan calon lokasi atau CPCL. Setiap petani terdampak wajib terdata secara individual dalam kelompok tani, lengkap dengan informasi luas lahan dan nilainya. Data tersebut menjadi dasar sebelum surat perjanjian kerja sama dapat ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen atau PPK.
Meski sempat terkendala, Afniwirman menegaskan bahwa persoalan pendataan kini telah ditangani secara maksimal oleh petugas lapangan bersama para penyuluh pertanian.
Gerakan tanam serentak ini tidak hanya menjadi bagian dari pemulihan pascabencana. Kementerian Pertanian bersama Pemprov Sumbar juga menjadikannya sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi gabah di tengah ancaman fenomena El Nino yang diprediksi kembali terjadi pada 2026.
Isu ketahanan pangan menjadi semakin penting, mengingat lahan-lahan produktif di Kabupaten Agam belum sepenuhnya pulih sejak bencana melanda sekitar lima bulan lalu.
Gerakan tanam serentak tersebut diharapkan menjadi momentum nyata bagi petani Agam untuk kembali menggarap sawah mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Ranah Minang tidak menyerah menghadapi bencana.
gerakan tanam serentak Agam Danau Maninjau pascabencana Sumbar rehabilitasi pertanian El Nino 2026 Pemprov Sumbar Kementerian Pertanian ketahanan pangan