Bentuk-Bentuk, Pencegahanan, serta Pemulihan Mental terhadap Korban Kekerasan dan Dampaknya bagi Nilai-Nilai Pancasila
Bentuk-Bentuk, Pencegahanan, serta Pemulihan Mental terhadap Korban Kekerasan dan Dampaknya bagi Nilai-Nilai Pancasila
Seperti yang telah kita kehui, kekerasan adalah suatu tindakan melawan hukum yang mengakibatkan bahaya fisik ataupun psikis, merusak, merampas kebabahagiaan maupun kebebasan milik orang lain. Kekerasan jika dibiarkan secara terus-menerus tidak hanya berdampak pada si korban saja. Namun, juga merambat kedalam segala bidang baik pendidikan, masyarakat dan lain sebagainya.
Kekerasan secara umun diartikan sebagai tindakan yang bersifat memaksa hingga menyebabkan sakit ataupun cedera, kerusakan terhadap fisik atau barang milik orang lain, dan yang paling serius adalah dapat menyababkan kematian. Sedangkan secara hukum kekerasan dapat diartikan, setiap perlakuan ataupun perbuatan melawan hukum baik menggunakan media ataupun tanpa media dan menyebabkan ancaman ataupun bahaya terhadap nyawa, badan, atau merampas kebebasan seseorang.
Bentuk “ bentuk kekerasan
Kekerasan memiliki bentuk, karakteristik, dan dampak yang berbeda-beda. Berikut adalah bentuk-bentuk kekerasan yang umum terjadi:Kekerasan fisik Kekerasan fisik adalah tindakan kekerasan melibatkan kekuatan fisik yang menyebabkan cedera ataupun kerusakan bagi tubuh seseornag. Seperti : Pukulan, tendangan, atau tamparan : tindakan secara langsung yang dapat merugikan fisik. Penganiayaan : tindakan berulang dan terstruktur untuk menyakiti korban. Pemerkosaan : tindakan yang melibatkan hubungan seksual tanpa adanya persetujuan dari korban. Pembunuhan : menghilangkan nyawa korban dengan sengaja.
Dampak dari kekerasan fisik yaitu dapat menyebabkan trauma, cacat permanen, luka, bahkan kematian. Selain itu korban akan mengalami dampak psikologis seperti depresi dan kecemasan.
Kerasan verbal Kekerasan verbal mencakup penggunaan kata atau bahasa yang menyakiti atau bahkan merendahkan orang lain. Seperti : Pelecehan verbal : menggunakan kata-kata kasar, ejekan, penghinaan ataupun perkataan yang mengarah pada hal-hal seksual. Ancaman : mengancam korban dengan perkataan yang mengintimidasi dan memiliki konsekuensi negatif. Manipulasi emosional : penggunaan kata-kata untuk mengontrol, merendahkan, dan pada akhirnya si korban yang merasa bersalah.
Dampak dari kekerasan verbal yaitu dapat menyebab kan luka emosional yang sangat mendalam terhadap korban, merusak harga diri, mengganggu perkembangan sosial bagi korban, dan meningkatkan masalah mental seperti gangguan kecemasan ataupun depresi.
Kekerasan psikologis Kekerasan psikologis adalah tindakan kekerasan nonfisik yang merusak mental dan kesejahteraan emosional seseorang. Seperti : Penyebaran rumor : tersebebarnya suatu informasi atau gosip yang tidak benar mengenai korban. Gaslighting : mengubah fakta, menyangkal kejadian dan menyalahkan korban untuk membuat korban merasa bingung bahkan meragukan dirinya sendiri. Intimidasi : membuat korban merasa takut, mengancam bahkan meneror si korban.
Kekerasan psikologis menimbulkan dampak yang sangat serius dan membutuhkan waktu jangka panjang yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, emosional, dan fisik korban. Akibat yang paling parah yaitu melukai diri hingga bunuh diri.
Kekerasan seksual Kekerasan seksual yaitu tindakan seksuala yanga dilakukan tanpa adanya persetuajuan dari korban. Seperti : Pemerkosaan : tindakan hubungan seksual yang dilakukan secara paksa tanpa adanya persetujuan dari korban. Pelecehan seksual : tindakan verbal ataupun non-verbal besifat seksual yang tidak diingin kan. Eksploitasi seksual : memanfaatkan orang lain untuk keuntungan seksual secara paksa yang melibatkan ancaman dan kekuatan.
Dampak kekerasan seksual yaitu mengalami trauma psikologis yang mendalam, hilangnya rasa percaya diri, hingga hilangnya rasa sosial korban karena merasa malu. Dampak paling parah adalah depresi, gangguan jiwa hingga bunuh diri.
Kekerasan ekonomi Kekerasan ekonomi adalah suatu tindakan yang terjadi ketika seseorang mengendalikan, membatasi, dan merusak sumber daya finansial untuk mengekang kebebasan orang lain. Seperti : Pengendalian keuangan : mengontrol kartu kredit, penggunakan uang tunai, bahkan akses kerekening bank, menyebabkan korban bergantung kepada pelaku untuk kebutuhan sehari-hari. Anipulasi aset : parilaku marusak, mengambil, bahkan memanipulasi harta benda milik korban tanpa izin.
Kekerasan ekonomi memiliki dampak seperti menciptakan ktergantungan finansial, kesulitan mencari nafkah, tekanan mental, depresi dan mempengaruhi masa depan. Biasanya kekerasan ekonomi sering terjadi pada hubungan rumah tangga.
Pencegahan Kekerasan
Pencegahan terjadinya tindakan kekerasan adalah upaya untuk mengurangi risiko dan tindakan kekerasan sebelum terjadi. Pencegahan dapat di lakukkan dengan cara sebagai berikut : Memberikan edukasi serta kesadaran Pada lembaga pendidikan demi mencegah terjadinya suatu tindakan kekerasan dengan cara mengajarkan mengenai saling menghormati, toleransi sejak dini, mengajarkan empati serta dapat mengintegrasikan kurikulum yang membahas mengenai kekerasan, menajarkan hubungan yang sehat dan pengelolaan emosi. Dalam hal tersebut jika di terapkan dapat membantu siswa mengenali serta mengelola perasaan dan memahami dampak dari kekerasan.Selain dalam lembaga pendidikan, pada lingkungan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengadakan kampanye. Menyalurkan menggunakan media sosial, acara komunitas, poster untuk meningkatkan kesadaran masyarakan mengenai isu kekerasan. Dalam kampanye tersebut dapat meliputi informasi mengenai cara mengenali tanda-tanda kekerasan dan sumber untuk mendapatkan bantuan jika terjadi suatu tindakan kekerasan.
Melakukan pemberdayaan terhadap perempuan dan juga kepada kelompok yang rentan Peberdayaan perempuan dan kelompok rentan adalah hal yang paling efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan. Dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan kekuatan, kemandirian ekonomi mereka. Hal tersebut dapat meliputi seperti pelatihan kewirausahaan, dan manajemen keuangan. Dengan adanya pelayanan tersebut harus dapat dipastikan bahwa perempuan dan kelompok rentan memiliki akses layanan psikologis, hukum, perlindungan serta kesehatan.
Membangun komunitas aman Memembangun komunitas yang spesifik aman dari kekerasan memerlukan fokus pada sistem mendukung sosial, perubahan norma, dan perilaku. Komunitas harus bisa mendorong masyarakat untuk selalu terlibat dalam seluruh agenda yang memnyuarakan mengenai keamanan dan solidaritas. Hal ini dapat disalurkan melalui forum diskusi, dan kelompok relawan. Menciptakan lingkungan yang aman yaitu dengan meningkatkan infrastruktur lingkungan, dengan cara memberikan pencahayaan jalan yang baik dan mangawasi lingkungan demi mangurangi peluang terjadinya kekerasan.
Pemulihan Mental terhadap Korban Kekerasan
Pemulihan mental bagi korban kekerasan adalah suatu proses yang sangat penting untuk membantu mereka membangun kembali kehidupan mereka dan sembuh dari trauma yang menghantui. Pemulihan mental mebutuhkan waktu yang sangat lama dikarenakan harus memlalui proses yang panjang seperti pendekatan yang sensitif, holistik dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa cara membantu pemulihan mental terhadap korban kekerasan : Memberikan empati tanpa menghakimi Terkadang yang di butuhkan oleh korban kekerasan hanyalah tempat yang bisa dijadikan mereka untuk bercerita dan membagikan rasa yang selama ini mereka pendam, mereka hanya butuh validasi dari orang-orang sekitar mereka tanpa di hakimi. Jangan pernah meremehkan hal-hal yang di ucapkan oleh korban kekerasan karena hal itu akan kembali menimbulkan hal negatif dari diri mereka cukup dengarkan, peluk, berikanlah validasi, dan jika memangkinkan berilah beberapa saran.Mendorong korban untuk melakukan hal-hal positif Melakukan aktivitas sosial dapat membantu korban kembali membangkitkan rasa sosialnya. Seperti, mengajak korban terlibat dalam suatu kegiatan komunitas ataupun sosial. Tidak hanya dengan melakukan aktivitas sosial, melakukan hal-hal yang di sukai korban atau menemukan minat atau hobi baru dapat mendorong korban untuk kembali meningkatkan rasa percaya diri pada korban dan memberikan rasa kebahagiaan serta kepuasan.
Penyembuhan dari ahli yang sebenarnya Jika dampak dari masalah kekerasan yang dialami korban sangat buruk dan sudah tidak dapat di atasi dengan cara di atas, mungkin itu artinya korban membutuhkan pakar yang seharusnya seperti psikologi ataupun psikiater. Bukan berarti bisa beranggapan bahwa korban œgila, namun berkonsultasi dengan ahli yang sebenarnya dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan korban dapat melanjutkan hidup dengan layak tanpa di hantui trauma yang mendalam. Berkonsultasi dengan ahli yang sebenarnya juga dapat mengurangi rasa ingin mengakhiri hidup yang dipikirkan oleh korban.
Dampak Kekerasan bagi Nilai-Nilai Pancasila
Kekerasan memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai-nilai Pancasila, yang merupakan dasar ideologi negara Indonesia. Pancasila terdiri dari lima sila yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yaitu: Ketuhanan yang Maha Esa Kekerasan sering kali mengabaikan nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam sila pertama. Dalam konteks kekerasan, baik itu fisik, emosional, maupun psikologis, tindakan tersebut dapat menciptakan ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Hal ini bertentangan dengan pengakuan akan adanya Tuhan dan penghormatan terhadap sesama manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya.Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Kekerasan jelas bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Tindakan kekerasan tidak hanya merugikan korban tetapi juga merusak tatanan sosial dan menciptakan ketidakadilan. Ketika kekerasan terjadi, nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, toleransi, dan saling menghormati menjadi hilang. Hal ini dapat menyebabkan dehumanisasi, di mana individu atau kelompok tertentu diperlakukan tidak manusiawi.
Persatuan Indonesia Kekerasan dapat memecah belah masyarakat dan mengganggu persatuan bangsa. Konflik yang disebabkan oleh kekerasan, baik itu antar kelompok, agama, atau etnis, dapat menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan. Ini bertentangan dengan semangat persatuan yang diusung oleh Pancasila, di mana setiap warga negara seharusnya bersatu dalam keragaman.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Kekerasan dapat merusak proses demokrasi dan musyawarah. Dalam situasi kekerasan, suara rakyat sering kali tidak didengar, dan keputusan diambil dengan cara yang tidak adil. Hal ini mengabaikan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat yang menjadi dasar dari sistem pemerintahan yang demokratis.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Kekerasan sering kali menciptakan ketidakadilan sosial, di mana kelompok tertentu mengalami penindasan dan diskriminasi. Ini bertentangan dengan cita-cita Pancasila untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera bagi semua. Ketidakadilan ini dapat memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi, sehingga menghambat pembangunan masyarakat yang harmonis.
Oleh: Afifah Septia Rahmah (2500523012), Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas.