Bawa Budaya Solok ke Panggung Asia Tenggara, Siswi MAN 2 Solok Sabet Bronze Medal di Malaysia
KabaSumbar - Nama Kabupaten Solok kembali menggema di panggung internasional. Kali ini, datang dari seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok, Raissa Adrienne Luthfia Islamy, yang berhasil meraih Bronze Medal pada cabang lomba Public Speaking dalam ajang Southeast Asia Olympiad 2026 di Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, 9–10 September 2026.
Di hadapan peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Indonesia, Raissa tampil percaya diri membawa cerita tentang kekayaan budaya dan pariwisata Kabupaten Solok, Minangkabau, Sumatera Barat, hingga Indonesia.
Prestasi tersebut bukan sekadar raihan medali. Di atas panggung kompetisi internasional itu, Raissa juga membawa nama daerah dan memperkenalkan kekayaan budaya Solok kepada peserta dari berbagai negara.
Dalam penampilannya, Raissa mengangkat tema culture dan tourism. Ia memaparkan keunikan budaya dan destinasi wisata Kabupaten Solok, termasuk Danau Singkarak yang menjadi salah satu destinasi unggulan daerah dengan panorama alam sekaligus kekayaan budaya masyarakat di sekitarnya.
Tak hanya itu, Raissa juga memperkenalkan kuliner khas Minangkabau, terutama rendang yang telah dikenal luas sebagai salah satu makanan terbaik dunia. Ia menjelaskan bahwa cita rasa rendang pun memiliki kekhasan masing-masing di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Pesan tentang keramahan masyarakat Indonesia dalam menerima tamu juga menjadi bagian dari materi yang disampaikannya.
Dengan kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa, keberanian tampil, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara meyakinkan, Raissa mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Hasilnya, Bronze Medal berhasil dibawa pulang untuk Indonesia, sekaligus menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Solok dan Kabupaten Solok.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, mengapresiasi capaian yang diraih Raissa. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.
“Kami mengapresiasi dan merasa bangga atas prestasi yang diraih Raissa. Bronze Medal pada ajang internasional yang diikuti oleh berbagai negara di Asia Tenggara merupakan capaian yang sangat berarti. Ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu tampil percaya diri serta berkompetisi di tingkat internasional,” ungkapnya.
Dedi berharap keberhasilan Raissa dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa madrasah lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai kompetisi, baik nasional maupun internasional.
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa madrasah lainnya. Teruslah berlatih, berani tampil, dan jangan takut bersaing. Semangat Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia harus terus kita tumbuhkan,” tambahnya.
Kebanggaan serupa disampaikan Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag. Ia menyebut keberhasilan Raissa menjadi bukti bahwa siswa MAN 2 Solok memiliki kemampuan dan keberanian untuk tampil sejajar dengan pelajar dari negara lain.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Raissa. Bronze Medal di ajang Southeast Asia Olympiad UMT merupakan kebanggaan bagi MAN 2 Solok. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa kita memiliki kemampuan, keberanian, dan potensi untuk bersaing dengan siswa dari negara lain,” ujar Nasrul.
Menurutnya, capaian tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan kerja keras siswa, dukungan orang tua, pembinaan guru, serta dukungan seluruh keluarga besar MAN 2 Solok.
Nasrul menegaskan, kemampuan public speaking tidak hanya berkaitan dengan kepiawaian berbicara di depan umum. Lebih dari itu, kemampuan tersebut juga melatih kepercayaan diri, kemampuan berpikir, penguasaan bahasa, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan.
“Kami akan terus memberikan ruang dan dukungan kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Semoga capaian Raissa menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” tuturnya.
Prestasi Raissa turut mendapat perhatian dari Bupati Solok Jon Firman Pandu. Ia menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan siswi MAN 2 Solok tersebut menorehkan prestasi di ajang internasional.
Menurut Jon Firman Pandu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Kabupaten Solok memiliki potensi besar untuk bersaing, bukan hanya di tingkat Sumatera Barat dan nasional, tetapi juga di panggung internasional.
Ia berharap sekolah dan madrasah di Kabupaten Solok memberikan perhatian dan dukungan lebih besar kepada siswa-siswi berprestasi, sekaligus terus memotivasi pelajar lainnya agar berani mengembangkan potensi dan mengukir prestasi.
“Selamat untuk Raissa Adrienne Luthfia Islamy atas prestasinya di ajang Southeast Asia Olympiad Championship 2026. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Kabupaten Solok. Ini membuktikan bahwa pelajar di Kabupaten Solok memiliki potensi besar untuk berkembang. Kami mengajak seluruh pihak untuk senantiasa berkolaborasi agar dunia pendidikan di Kabupaten Solok semakin maju dan berkembang,” ungkapnya.
Bagi MAN 2 Solok, medali yang dibawa pulang Raissa bukan sekadar penghargaan. Di balik sebuah Bronze Medal, tersimpan keberanian seorang pelajar untuk berdiri di panggung internasional dan memperkenalkan identitas daerahnya kepada dunia.
Dari Kabupaten Solok, budaya Minangkabau dan keramahan Indonesia dibawa ke panggung Asia Tenggara. Sebuah langkah kecil dari seorang pelajar, namun menjadi pesan besar bahwa talenta dari daerah pun mampu berbicara di dunia.(Irman Kuto)