Aksi Demonstrasi Bergerak ke DPRD Sumbar, Tuntut  Pengesahan RUU Perampasan Aset

Aksi Demonstrasi Bergerak ke DPRD Sumbar, Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset

Oleh : Rusmel Dt

KabaSumbar“ Aksi demonstrasi kembali  bergerak di Kota Padang. Setelah melakukan longmarch di ruas jalan utama, ratusan bahkan ribuan massa  bergerak ke depan kantor DPRD Sumbar pada Senin (1/9/2025).

Para demonstarsi gabungan  mahasiswa, aliansi BEM se-Sumatera Barat, Cipayung Plus Sumatera Barat, guru, ojol, hingga masyarakat sipil bersatu menyuarakan keresahan dan menuntut agar anggota dewan meminta maaf kepada rakyat serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan reformasi Polri.

Dalam orasinya, Koordinator Umum Cipayung Plus Sumatera Barat, Taufiqul Hakim menyampaikan. tuntutan yang dilayangkan adalah mendesak DPR RI, khususnya anggota DPR RI dari Sumatera Barat, untuk meminta maaf secara terbuka.

œDi Sumbar I ada 8, di Sumbar II ada 6. Kami menuntut mereka meminta maaf secara terbuka karena tidak menunjukkan etika ketika negeri sedang gonjang-ganjing, sementara mereka entah ke mana, ujarnya.

 Sampaikan orasi
Penyampaian orasi dihadapan anggota DPRD Sumbar 
Ia menambahkan, jika dalam 1x24 jam mereka tidak meminta maaf, eskalasi aksi demonstrasi ini akan bertambah.
"Kami akan menuntut tidak hanya ke DPRD, tetapi juga ke setiap partai-partai  agar menyatakan pencopotan terhadap 14 anggota DPR RI asal Sumatera Barat yang ada di Senayan.ujarnya

Selain itu, massa juga menuntut percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset yang dinilai sudah terlalu lama terhenti di Senayan. Hal ini dianggap tidak adil karena undang-undang lain yang bukan prioritas nasional justru dapat segera diselesaikan.

Atas alasan itu,  massa mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan dalam waktu 30 hari.

Teken tuntutan
Anggota DPRD Sumbar dihadapan massa unjuk rasa teken daftar tuntutan yang disampaikan

Dalam demonstrasi ini, mereka juga menuntut transparansi dari DPRD Provinsi Sumatera Barat terkait tindak lanjut setiap tuntutan yang diajukan. Langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan melalui media sosial.

Koordinator Pusat BEM se-Sumatera Barat, Rivaldi, menegaskan bahwa salah satu poin utama tuntutan adalah reformasi Polri.

œKita bisa lihat bagaimana kasus saudara kita, almarhum Affan Kurniawan. Selain itu, kami menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan peninjauan kembali tunjangan DPR. Negara sedang krisis ekonomi, tetapi tunjangan anggota dewan sangat tinggi sekali, jelasnya.

Dikatakan,  massa  menuntut agar DPR dan pemerintah bertanggung jawab atas kondisi bangsa hari ini, sekaligus  meminta transparansi terkait peristiwa meninggalnya Affan Kurniawan.

Rivaldi mengecam sikap anggota DPR RI asal Sumatera Barat yang dinilai tidak mengakomodasi keresahan rakyat.

Å“Hari ini kita melihat bagaimana keresahan masyarakat belum direspons oleh anggota dewan kita. Mereka justru tidak peduli dan tidak memberikan sikap terkait situasi bangsa, katanya  dihadapan para demonstrasi.

Aksi Demonstrasi  ini berlangsung kondusif tanpa kekerasan. Ketua DPRD Sumbar beserta jajaran juga hadir menemui massa, mendengarkan, dan menerima seluruh tuntutan yang disampaikan. (Latief)