ULTJ Akuisisi Frisian Flag: Peta Persaingan Susu Berubah

ULTJ Akuisisi Frisian Flag: Peta Persaingan Susu Berubah

KabaSumbar -- PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) resmi mengumumkan rencana pengambilalihan 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun. Transaini menggunakan mekanisme inbreng dalam rights issue dan menempatkan Royal FrieslandCampina N.V. sebagai pemegang saham pengendali baru ULTJ.

Peta persaingan industri susu olahan di Indonesia berubah drastis pada pertengahan September 2026. ULTJ, produsen Ultra Milk, mencaplok FFI melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV. Perseroan menerbitkan sekitar 6,78 miliar saham baru seharga Rp2.150 per lembar. Saham-saham ini diserahkan kepada pemegang saham FFI, yang mayoritas dikuasai FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), sebagai setoran modal non-tunai.

Skema ini mengubah struktur kepemilikan secara fundamental. FCIH akan memegang 28,95% hingga 30,81% saham ULTJ, tergantung partisipasi publik dalam rights issue. Posisi ini menggeser Sabana Prawirawidjaja, pendiri ULTJ, yang kepemilikannya turun dari 53,17% menjadi sekitar 32,19%. Sesuai regulasi pasar modal, FCIH wajib melaksanakan mandatory tender offer (MTO) untuk membeli sisa saham ULTJ di tangan publik.

Penggabungan ini menyatukan dua rival lama. Data Nielsen akhir 2025 menunjukkan ULTJ menguasai 37,3% pangsa pasar susu nasional dan 53,9% segmen teh serta minuman sehat. Sementara itu, riset Marketac awal 2026 mencatat FFI memegang 21,72% pangsa pasar susu, terutama di kategori susu kental manis dan nutrisi anak lewat merek Frisian Flag, Omela, dan Primagro.

Entitas gabungan kini mengendalikan hampir 60% pangsa pasar susu olahan di Indonesia. Manajemen ULTJ memproyeksikan sinergi ini mendongkrak pendapatan perseroan hingga 137% per tahun dan meningkatkan laba bersih sebesar 115,4% dalam beberapa tahun ke depan. Meski berada di bawah satu grup induk, manajemen FCIH menegaskan operasional FFI tetap terpisah untuk menjaga identitas merek.

Langkah FrieslandCampina melepas bisnis berusia 104 tahun di Indonesia merupakan strategi pivot. Manajemen FCIH menyatakan langkah ini mendukung misi memperluas akses nutrisi di Asia dengan memanfaatkan jaringan distribusi ULTJ. Transaksi masih menunggu persetujuan final dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ULTJ pada 27 Oktober 2026.

Investor perlu mencermati potensi dilusi maksimal 43,11% bagi pemegang saham ULTJ yang tidak mengambil hak rights issue. Kehadiran raksasa baru ini akan menekan margin pesaing lain seperti Greenfields atau Indomilk untuk berinovasi lebih cepat. Regulator akan memantau praktik bisnis agar tidak terjadi monopoli yang merugikan pasar.

akuisisi bisnis industri susu ULTJ Frisian Flag FrieslandCampina pasar modal rights issue merger perusahaan