Tol Sicincin–Bukittinggi Didorong Lebih Cepat, Lahan Jadi Kunci
Tol Sicincin–Bukittinggi Didorong Lebih Cepat, Lahan Jadi Kunci
KabaSumbar -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi. Dalam rapat pendahuluan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar pada Kamis, 9 April 2026, Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan proyek ini membutuhkan dukungan penuh seluruh pihak karena masuk kategori Proyek Strategis Nasional. Pertemuan itu juga melibatkan unsur Kejati Sumbar, Kementerian PUPR, PT Hutama Karya, dan pemangku kepentingan lain untuk menyamakan langkah percepatan di lapangan.
Dorongan tersebut tidak lepas dari posisi ruas Sicincin–Bukittinggi sebagai sambungan penting koridor Padang–Pekanbaru di wilayah Sumbar. Pemerintah daerah memandang tol ini akan berdampak langsung pada konektivitas antardaerah, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat di jalur Padang, Padang Pariaman, Padang Panjang, hingga Bukittinggi. Dalam berbagai pembahasan sebelumnya, proyek ini juga disebut sebagai bagian penting penguatan jaringan Tol Trans Sumatera di sisi barat Pulau Sumatera.
Pembebasan lahan jadi titik paling krusial
Persoalan pembebasan lahan kini menjadi fokus utama percepatan. Mahyeldi meminta sinergi nyata antarlembaga agar berbagai kendala di lapangan bisa diselesaikan lebih cepat, termasuk komunikasi dengan masyarakat adat dan pemerintahan nagari. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muhibuddin juga menekankan kolaborasi tidak boleh berhenti di level administratif, tetapi harus terlihat dalam kerja konkret, sambil tetap menjaga hak masyarakat dalam proses pengadaan lahan.
Tantangan itu bukan hal baru. Sejumlah pihak sebelumnya juga menilai pembebasan lahan merupakan pekerjaan paling menentukan dalam kelanjutan proyek Tol Sicincin–Bukittinggi. Pengalaman pembangunan ruas Padang–Sicincin menjadi pengingat bahwa persoalan lahan, administrasi, dan aspek hukum bisa memperlambat realisasi jika tidak ditangani sejak awal secara terkoordinasi.
Target konstruksi dan tahapan teknis
Dari sisi teknis, pembangunan ruas Sicincin–Bukittinggi direncanakan dibagi menjadi dua segmen utama dengan total panjang sekitar 40,01 kilometer. Rinciannya, segmen Sicincin/Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan segmen Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer. Skema ini dinilai memudahkan pengaturan tahapan pekerjaan di medan yang kompleks, termasuk kebutuhan terowongan pada sebagian trase.
Selain pembagian segmen, proyek ini juga membutuhkan investasi besar. Kementerian PU memperkirakan kebutuhan investasi pembangunan ruas Sicincin–Bukittinggi mencapai sekitar Rp25,23 triliun. Karena itu, penyelesaian pengadaan lahan dipandang sangat menentukan terhadap kepastian jadwal konstruksi, struktur pembiayaan, hingga target pengoperasian ruas tersebut.
Kementerian PU sebelumnya menargetkan pembangunan ruas Sicincin–Bukittinggi bisa dimulai pada Oktober 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Target itu menunjukkan bahwa beberapa bulan ke depan akan menjadi fase penting, terutama untuk menyelesaikan urusan lahan dan memastikan kesiapan teknis sebelum konstruksi dimulai.
Bagi masyarakat Sumbar, percepatan tol ini bukan semata pembangunan jalan baru. Tol tersebut diharapkan memangkas waktu tempuh, memperlancar arus barang, dan membuka peluang ekonomi baru di sepanjang koridor barat Sumatera. Namun, publik juga menunggu langkah yang terukur dan terbuka, agar proyek yang sudah lama dinanti ini tidak kembali tertahan di tahap persiapan.
Tol Sicincin-Bukittinggi Tol Padang-Pekanbaru Sumatera Barat Pembebasan Lahan Mahyeldi Infrastruktur Sumbar Proyek Strategis Nasional Hutama Karya Kementerian PU