Saham SIDO: Laba Turun 44,4%, Asing Mulai Akumulasi

Saham SIDO: Laba Turun 44,4%, Asing Mulai Akumulasi

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjadi perhatian setelah investor asing mencatatkan pembelian bersih pada Kamis, 22 Oktober 2026. Aktivitas tersebut terjadi saat kinerja keuangan perusahaan melemah. Pada semester I-2026, laba bersih SIDO turun 44,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan bahan analisis transaksi, harga Rp336 menjadi titik pivot untuk perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026. Broker besar tercatat mengakumulasi saham SIDO pada harga rata-rata Rp330. Transaksi pembelian terbesar juga dilaporkan terjadi di area Rp348.

Aktivitas tersebut memberi gambaran mengenai minat beli di sejumlah level harga. Namun, investor tetap perlu melihat pergerakan harga berikutnya sebelum menyimpulkan bahwa saham SIDO mulai memasuki tren kenaikan.

Penjualan dan Laba SIDO Merosot pada Semester I-2026

Sido Muncul mencatatkan penjualan bersih Rp1,47 triliun pada semester I-2026, turun sekitar 19,8% dibandingkan Rp1,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan turun menjadi Rp333,7 miliar dari Rp600,5 miliar. Penurunan laba yang mencapai 44,4% itu menunjukkan tekanan pada kinerja perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Manajemen melakukan normalisasi persediaan di tingkat distributor sejak awal tahun. Langkah tersebut terutama menyasar produk Tolak Angin setelah stok di jalur distribusi menumpuk.

Perusahaan membatasi pengiriman produk ke distributor agar persediaan kembali ke tingkat yang lebih sehat. Kebijakan ini menekan penjualan yang tercatat di tingkat perusahaan, meskipun permintaan konsumen akhir dilaporkan relatif stabil.

Perkembangan penjualan pada semester II-2026 menjadi perhatian berikutnya. Investor perlu melihat apakah pengiriman ke distributor kembali meningkat dan apakah perbaikan tersebut mampu mengangkat pendapatan serta laba perusahaan.

Makanan dan Minuman Menopang Bisnis Sido Muncul

Segmen makanan dan minuman menunjukkan kinerja lebih baik di tengah tekanan pada bisnis herbal dan suplemen. Berdasarkan data yang menjadi acuan analisis, penjualan segmen makanan dan minuman mencapai sekitar Rp760,4 miliar pada semester I-2026, tumbuh 10,8% secara tahunan.

Segmen farmasi juga mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 7,2% menjadi Rp67,4 miliar. Sebaliknya, penjualan jamu herbal dan suplemen turun sekitar 40,8% menjadi Rp638,9 miliar.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa penurunan kinerja SIDO terutama berasal dari segmen herbal dan suplemen. Pertumbuhan dua segmen lainnya belum mampu menutup penurunan penjualan pada lini tersebut.

Sido Muncul terus mengembangkan produk di luar jamu tradisional. Perusahaan menghadirkan produk seperti C+Collagen dan varian Alang Sari Cooling Water. Kuku Bima Energi-G! juga tetap menjadi bagian dari portofolio minuman energi perusahaan.

Namun, inovasi produk belum otomatis meningkatkan laba secara keseluruhan. Investor perlu mencermati kontribusi setiap segmen, biaya produksi, serta perkembangan permintaan konsumen dalam laporan keuangan berikutnya.

Asing Mulai Net Buy, Harga Rp336 Jadi Pivot

Data transaksi yang disampaikan dalam bahan analisis menunjukkan investor asing mulai melakukan net buy saham SIDO pada 22 Oktober 2026.

Pada hari yang sama, broker besar dilaporkan membeli saham pada harga rata-rata Rp330. Area Rp348 juga tercatat sebagai lokasi pembelian terbesar berdasarkan data tersebut.

Aktivitas ini dapat menjadi bahan pertimbangan investor untuk membaca pergerakan pasar. Meski demikian, pembelian pada satu hari perdagangan belum membuktikan adanya akumulasi berkelanjutan. Investor juga perlu memperhatikan volume transaksi dan perkembangan arus dana pada sesi berikutnya.

Untuk perdagangan 23 Oktober 2026, harga Rp336 menjadi pivot point. Jika harga bertahan di atas level tersebut, SIDO berpeluang menguji resistance terdekat. Sebaliknya, penurunan di bawah pivot dapat memperbesar tekanan jual.

Pivot hanya menjadi acuan analisis. Pergerakan harga tetap bergantung pada transaksi yang berlangsung selama perdagangan, kondisi pasar, dan respons investor terhadap perkembangan terbaru perusahaan.

Analisis Teknikal SIDO: Support Rp326, Resistance Rp352

Tim Analis MNC Sekuritas menilai Saham SIDO membentuk pola V-shaped recovery, yaitu pemulihan harga setelah mengalami penurunan. Harga juga telah menutup gap, tetapi masih menghadapi resistance pada MA60.

Indikator MACD masih berada di area negatif. Jarak antargaris mulai menyempit sehingga peluang terbentuknya golden cross mulai terbuka. Sementara itu, Stochastic menunjukkan potensi penguatan menuju area overbought atau jenuh beli.

Tim Analis MNC Sekuritas mempertimbangkan strategi Buy on Weakness (BoW) dengan level teknikal berikut:

  • Support: Rp326
  • Pivot point: Rp336
  • Resistance: Rp352
  • Target lanjutan: Rp358 sampai Rp372 jika breakout terkonfirmasi

Support Rp326 menjadi batas penting untuk menilai apakah harga masih mampu mempertahankan pemulihan. Jika harga menembus level tersebut, investor perlu mengevaluasi kembali skenario kenaikan.

Di sisi lain, penembusan resistance Rp352 dapat memperkuat peluang pengujian area Rp358 sampai Rp372. Namun, harga perlu menembus resistance dengan konfirmasi yang memadai sebelum investor menganggap skenario tersebut semakin kuat.

Strategi BoW juga memiliki risiko. Investor perlu menentukan batas kerugian dan menyesuaikan ukuran transaksi dengan kemampuan menanggung risiko.

Prospek SIDO Menunggu Pemulihan Kinerja

Sido Muncul memiliki sejumlah merek yang dikenal di pasar herbal Indonesia serta bisnis makanan dan minuman dan farmasi. Portofolio tersebut memberi perusahaan sumber pendapatan dari beberapa segmen.

Namun, penurunan laba bersih 44,4% masih menjadi catatan penting. Investor perlu menunggu laporan keuangan berikutnya untuk menilai apakah normalisasi persediaan distributor mampu memulihkan penjualan dan profitabilitas.

Aksi beli asing pada 22 Oktober juga perlu dicermati dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Pembelian tersebut belum menjamin harga akan naik, terutama jika tekanan jual masih kuat atau harga gagal menembus resistance.

Untuk perdagangan 23 Oktober 2026, level Rp336 menjadi pivot, dengan support Rp326 dan resistance Rp352. Penembusan resistance dapat membuka peluang penguatan lanjutan, sedangkan pelemahan di bawah support dapat menggugurkan skenario pemulihan jangka pendek.

Kesimpulannya, peluang pemulihan saham SIDO masih bergantung pada konfirmasi teknikal dan perbaikan kinerja keuangan. Investor sebaiknya tidak menjadikan aktivitas beli asing sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.

Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.

Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk gabung Group

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

saham SIDO Sido Muncul saham farmasi analisis saham Bursa Efek Indonesia aksi beli asing analisis teknikal saham Indonesia