Saham LSIP Menguat, Analisis Teknikal Bidik Rp1.535
KabaSumbar -- Saham LSIP menguat pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Pergerakan harga masih bertahan dalam tren naik sehingga analis melihat peluang penguatan menuju Rp1.500 hingga Rp1.535.
Data historis perdagangan mencatat LSIP dibuka pada Rp1.420, kemudian menyentuh level tertinggi Rp1.470 dan terendah Rp1.400. Harga penutupan berada di kisaran Rp1.455 hingga Rp1.460 berdasarkan data apasar yang tersedia.
Tim Analisis MNC Sekuritas merekomendasi Trading Buy untuk LSIP. Ia menempatkan Rp1.430 sebagai support dan Rp1.470 sebagai resistance terdekat.
Menurut analisis tersebut, harga LSIP masih berada di atas moving average 20 hari atau MA20. Volume pembelian juga meningkat ketika harga bergerak naik.
Indikator MACD masih berada di area positif. Sementara itu, Stochastic membentuk golden cross dan membuka peluang bagi LSIP untuk melanjutkan kenaikan menuju area overbought.
Analis memperkirakan LSIP dapat menguji Rp1.500 hingga Rp1.535 apabila harga mampu melewati resistance Rp1.470. Volume transaksi akan menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan saat harga mendekati level tersebut.
Sebaliknya, investor perlu memperhatikan Rp1.430 sebagai support. Penurunan di bawah level itu akan mengurangi kekuatan tren naik dalam jangka pendek.
Bisnis utama Lonsum
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk atau Lonsum menjalankan bisnis perkebunan sejak 1906. Harrisons & Crosfield Plc mendirikan perusahaan tersebut di Medan.
Lonsum mengelola kegiatan pembibitan, penanaman, pemanenan, pengolahan dan penjualan hasil perkebunan. Kelapa sawit menjadi komoditas utama perusahaan, sedangkan karet, kakao dan teh menjadi komoditas lainnya.
Perusahaan juga mengembangkan benih kelapa sawit untuk mendukung kebutuhan perkebunan.
Lonsum kemudian masuk ke dalam Grup Indofood setelah PT Salim Ivomas Pratama Tbk mengambil alih mayoritas saham perusahaan pada 2007. Saham Lonsum tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1996.
Perusahaan mengoperasikan perkebunan di sejumlah wilayah Indonesia. Data perusahaan per 31 Desember 2024 mencatat luas tanaman inti mencapai 111.367 hektare. Dari luas tersebut, 91.152 hektare merupakan perkebunan kelapa sawit.
Dividen LSIP
Dividen menjadi salah satu perhatian investor LSIP. Lonsum membagikan dividen Rp83 per saham untuk tahun buku 2025 dan membayarkannya pada 24 Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp65 per saham. Pada tahun buku 2023, Lonsum membayar dividen Rp39 per saham.
Lonsum mencatat payout ratio 30 persen untuk tahun buku 2025 dan 2024. Pada tahun buku 2023, rasio pembayaran dividen mencapai 35 persen.
Riwayat tersebut menunjukkan pola pembagian dividen perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, jumlah dividen pada tahun berikutnya tetap bergantung pada laba, kebutuhan investasi, kondisi keuangan dan keputusan perusahaan.
Bagi investor yang mengikuti saham sektor perkebunan, harga komoditas menjadi salah satu faktor penting. Kinerja produksi, harga jual minyak sawit mentah dan kondisi pasar juga dapat memengaruhi kinerja emiten.
Untuk jangka pendek, level Rp1.470 menjadi perhatian karena berfungsi sebagai resistance terdekat. Jika LSIP mampu melewati level tersebut, area Rp1.500 hingga Rp1.535 menjadi target teknikal yang diperhitungkan dalam analisis.
Sebaliknya, Rp1.430 menjadi batas penting untuk melihat kekuatan tren. Investor perlu menyesuaikan keputusan dengan pergerakan harga dan profil risiko masing-masing.
Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.
Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabungw
Disclaimer: Analisis ini merupakan pandangan teknikal dan bukan jaminan keuntungan. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor setelah mempertimbangkan risiko dan kondisi pasar.
FAQ
Apa kode saham Lonsum?
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk menggunakan kode saham LSIP di Bursa Efek Indonesia.
Berapa support LSIP?
Analisis teknikal menempatkan Rp1.430 sebagai support LSIP.
Berapa resistance LSIP?
Resistance terdekat berada pada Rp1.470.
Berapa target harga LSIP dalam analisis ini?
Target penguatan berada pada kisaran Rp1.500 hingga Rp1.535.
Berapa dividen LSIP untuk tahun buku 2025?
Lonsum membagikan Rp83 per saham untuk tahun buku 2025 dan membayarkannya pada 24 Juli 2026.