Saham EXCL: Kinerja Membaik, Ini Level Support dan Resistance

Saham EXCL: Kinerja Membaik, Ini Level Support dan Resistance

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham EXCL masih tertekan setelah aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Di tengah gejolak pasar yang memicu penghentiaan perdagangan sementara atau trading halt IHSG, investor menimbang prospek PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk berdasarkan kinerja keuangan dan pergerakan harga sahamnya.

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Speculative Buy untuk EXCL. Namun, indikator teknikal MACD dan Stochastic masih menunjukkan pelemahan, sejalan dengan tren turun setelah aksi jual tersebut.

Tim analis menetapkan support di Rp1.695 dan resistance di Rp2.060. Jika harga mampu menembus resistance, target berikutnya berada di kisaran Rp2.130 hingga Rp2.200. Skenario ini tetap bergantung pada pergerakan harga dan kondisi pasar.

Trading halt IHSG menekan saham

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG mengalami tekanan tajam hingga perdagangan dihentikan sementara. Gejolak ini berkaitan dengan kekhawatiran investor setelah penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Perubahan klasifikasi tersebut berpotensi memengaruhi posisi saham Indonesia dalam indeks global yang menjadi acuan sejumlah pengelola dana investasi. Investor pun mencermati kemungkinan perubahan aliran modal asing ke pasar domestik.

Tekanan pasar tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental setiap emiten. Karena itu, investor perlu memeriksa laporan keuangan perusahaan sebelum mengambil keputusan, termasuk ketika harga saham turun tajam.

Pendapatan XLSMART tumbuh 26%

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mencatat pendapatan sekitar Rp24,03 triliun pada semester I-2026, naik 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan trafik layanan data sebesar 19% secara tahunan dan integrasi bisnis pascamerger menjadi pendorong pertumbuhan tersebut.

XLSMART terbentuk melalui penggabungan bisnis XL Axiata dengan Smartfren dan Smart Telecom. Perusahaan menyediakan layanan data seluler, suara, SMS, broadband rumah, serta konektivitas bagi pelanggan korporasi.

Penggabungan usaha membuka peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan infrastruktur dan menekan biaya operasional. Namun, manajemen tetap perlu menjaga kualitas jaringan, mempertahankan pelanggan, dan memastikan proses integrasi berjalan sesuai rencana.

Laba normalisasi naik, rugi bersih belum hilang

XLSMART melaporkan laba setelah pajak yang dinormalisasi sebesar Rp2,73 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut naik 294% secara tahunan. Perusahaan juga mencatat realisasi sinergi kotor sebesar US$153 juta selama periode tersebut.

Investor perlu membedakan laba normalisasi dari laba bersih yang tercatat dalam laporan keuangan. Laba normalisasi biasanya mengecualikan sejumlah pos tertentu agar kinerja operasional lebih mudah dibandingkan, sedangkan laba bersih aktual mencakup hasil sesuai standar pelaporan keuangan.

XLSMART masih membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp994,15 miliar. Kerugian itu menyusut dari sekitar Rp1,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperlihatkan perbaikan dibandingkan tahun lalu, tetapi perusahaan belum mencatat laba bersih aktual. Investor sebaiknya memeriksa komponen penyesuaian laba normalisasi, beban penyusutan, biaya pendanaan, arus kas operasi, dan posisi utang untuk menilai kualitas perbaikan kinerja.

Level teknikal EXCL yang perlu diperhatikan

Tim Analis MNC Sekuritas memberikan pandangan Speculative Buy dengan level teknikal berikut:

  • Support Rp1.695: area yang perlu dipantau untuk melihat apakah tekanan jual mulai mereda. Jika harga turun menembus level ini, risiko pelemahan lanjutan perlu diperhitungkan.
  • Resistance Rp2.060: batas yang perlu ditembus untuk mendukung skenario pemulihan harga.
  • Target Rp2.130 hingga Rp2.200: sasaran teknikal berikutnya jika harga berhasil melewati resistance Rp2.060.

MACD dan Stochastic masih mengindikasikan pelemahan. Kondisi ini membuat investor perlu menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengandalkan skenario kenaikan.

Penembusan resistance juga perlu disertai volume transaksi yang memadai. Jika harga hanya naik sesaat lalu kembali turun, pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk memastikan perubahan tren.

Istilah Speculative Buy menggambarkan peluang dengan risiko relatif tinggi. Investor perlu menentukan batas kerugian dan menyesuaikan nilai transaksi dengan kemampuan menanggung risiko.

Fundamental dan sentimen pasar sama-sama penting

Pertumbuhan pendapatan, peningkatan trafik data, dan sinergi pascamerger menjadi faktor yang patut dipantau dalam menilai prospek XLSMART. Meski demikian, investor juga perlu memperhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih, mengelola utang, dan menjaga arus kas.

Perkembangan MSCI serta arus dana asing dapat memengaruhi pergerakan saham di BEI. Sentimen pasar yang negatif berpotensi menekan harga, termasuk saham perusahaan yang sedang memperbaiki kinerja operasionalnya.

Investor yang mempertimbangkan Saham EXCL untuk jangka menengah hingga panjang perlu memantau laporan keuangan kuartal berikutnya, realisasi sinergi merger, dan perkembangan profitabilitas. Untuk keputusan jangka pendek, pergerakan harga di sekitar support Rp1.695 dan resistance Rp2.060 menjadi acuan teknikal yang disampaikan MNC Sekuritas.

Saham EXCL memiliki peluang pemulihan jika kinerja perusahaan terus membaik dan harga mengonfirmasi pembalikan tren. Namun, tren turun yang masih berlangsung dan rugi bersih aktual menjadi risiko yang perlu diperhitungkan.

Ingin memahami investasi saham lebih dalam?

Bapak dan Ibu dapat bergabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Grup ini menyediakan materi pasar modal, diskusi saham, jadwal kelas edukasi, serta informasi sertifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Tulisan ini merupakan informasi dan ulasan pasar, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Disclaimer on.

saham EXCL XLSMART saham telekomunikasi IHSG analisis teknikal MSCI BEI laporan keuangan