Saham ESSA Masih Berpeluang Naik, Asing Terus Akumulasi
Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang
KabaSumbar -- Saham PT ESSA Industries Tbk (ESSA) kembali menarik perhatian setelah investor asing membukukan net buy selama tiga hari berturut-turut pada 20 hingga 22 Juli 2026. Aksi beli tersebut memperkuat tren akumulasi yang sudah terlihat sejak akhir Juni.
Data perdagangan menunjukkan transaksi bersih asing dalam jumlah besar juga terjadi pada 30 Juni dan 15 Juli 2026. Selama sepekan terakhir, broker-broker besar mengoleksi ESSA dengan rata-rata harga Rp620 per saham. Pada perdagangan Rabu, transaksi terbesar berlangsung di kisaran Rp620 hingga Rp625.
Harga ESSA bergerak naik sejak awal Juli. Dari level sekitar Rp510, saham ini sempat menyentuh Rp635 pada penutupan perdagangan Rabu atau menguat sekitar 24,5 persen.
Fundamental perusahaan juga memberi sentimen positif. ESSA membagikan dividen sebesar 135 persen dari laba, menjadi rasio pembayaran dividen tertinggi sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia.
PT ESSA Industries Tbk bergerak di sektor energi dan kimia. Perseroan mengoperasikan kilang LPG swasta di Palembang yang memproduksi sekitar 190 ton LPG dan 500 barel kondensat per hari.
Melalui anak usahanya, PT Panca Amara Utama, ESSA juga mengoperasikan pabrik amoniak di Sulawesi Tengah dengan kapasitas produksi mencapai 2.000 ton per hari. Perseroan kini mengembangkan proyek Blue Ammonia sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis rendah karbon.
Tim analis MNC Sekuritas menilai tren jangka pendek ESSA masih berada dalam fase uptrend karena harga tetap bergerak di atas Moving Average 20 (MA20). Namun, pola doji pada penutupan perdagangan terakhir membuka peluang koreksi jangka pendek.
Indikator MACD masih menunjukkan momentum penguatan meski berada di area negatif. Sementara itu, indikator Stochastic mulai mengarah ke pola dead cross, yang berpotensi menguji area netral.
Atas kondisi tersebut, MNC Sekuritas tetap merekomendasikan Buy on Weakness (BoW). Analis menetapkan support di Rp565 dan resistance di Rp640, dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp670 hingga Rp700.
Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?
IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.