Saham DOOH: Laba Melonjak, Transformasi Bisnis AI Disorot
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), pengelola merek SSPACE, membukukan laba bersih Rp67,72 miliar pada semester I-2026. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, saham perusahaan ini menjadi perhatian investor di tengah rencana ekspansi ke infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan peluang pemulihan harga di pasar saham.
SSPACE selama ini bergerak di bidang periklanan luar ruang digital dan pemasaran terintegrasi. Kini, perseroan menyiapkan ekspansi menuju ekosistem yang mencakup pusat data AI, konektivitas, jaringan serat optik, dan energi hijau.
Investor perlu mencermati dua hal, yakni sumber kenaikan laba dan kemampuan perusahaan merealisasikan ekspansi. Keduanya menentukan apakah pertumbuhan kinerja dapat berlanjut atau hanya berasal dari transaksi yang tidak berulang.
Laba DOOH Naik, Laba Operasional Justru Merugi
DOOH mencatat pendapatan sekitar Rp84,26 miliar hingga 30 Juni 2026. Pendapatan tersebut meningkat dari Rp73,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp67,71 miliar, naik dari Rp6,28 miliar pada semester I-2025. Kenaikannya mendekati 978% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Namun, laba bruto Saham DOOH turun menjadi Rp10,79 miliar dari Rp26,84 miliar. Perseroan juga mencatat rugi operasional Rp12,64 miliar, berbalik dari laba operasional Rp8,32 miliar pada semester I-2025.
Di sisi lain, pendapatan lain-lain bersih melonjak menjadi Rp93,64 miliar dari sekitar Rp4 juta pada periode pembanding. Komponen ini membantu mengangkat laba sebelum pajak menjadi Rp79,57 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kenaikan laba bersih belum sejalan dengan kinerja operasional. Investor perlu memeriksa sumber pendapatan lain-lain, sifat transaksinya, serta kemungkinan kontribusinya berulang pada periode berikutnya.
Pendapatan operasional, margin keuntungan, dan arus kas menjadi indikator penting untuk menilai kondisi bisnis inti DOOH. Jika perusahaan ingin mempertahankan pertumbuhan laba, perbaikan kinerja operasional perlu mendapat perhatian.
SSPACE Bersiap Masuk Bisnis Infrastruktur AI
SSPACE mengembangkan bisnis periklanan luar ruang digital atau digital out-of-home (DOOH), pemasaran terintegrasi, serta pengelolaan media di lokasi strategis.
Perusahaan mengoperasikan media iklan di transportasi publik, pusat perbelanjaan, kawasan ritel, dan ruang publik. SSPACE juga menjalankan pemasaran digital melalui portal media, pengelolaan iklan daring, pemasaran berbasis key opinion leader (KOL), serta layanan Wi-Fi gratis yang mendukung aktivitas periklanan.
Jaringan tersebut menjadi modal awal untuk mengembangkan bisnis. Namun, pembangunan pusat data AI membutuhkan investasi dan keahlian berbeda, mulai dari penyediaan lahan dan listrik hingga sistem pendingin, jaringan berkapasitas tinggi, dan keamanan data.
Jika ekspansi berjalan sesuai rencana, DOOH berpeluang memperoleh sumber pendapatan baru. Sebaliknya, kebutuhan modal yang besar dapat menambah tekanan keuangan apabila pembangunan terlambat atau proyek belum menghasilkan pendapatan sesuai target.
Investor perlu memeriksa perkembangan proyek dan kontribusinya terhadap pendapatan sebelum menilai ekspansi AI sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang.
Rencana Akuisisi INET Senilai Rp2,005 Triliun
Salah satu langkah strategis DOOH adalah rencana pengambilalihan 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama.
Pada 2 Oktober 2026 transaksi tersebut mencakup 6,685 miliar saham INET dengan harga Rp300 per saham. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,005 triliun.
Nilainya cukup besar dibandingkan dengan ekuitas konsolidasian DOOH per 30 Juni 2026. Karena itu, investor perlu mencermati sumber pendanaan, persetujuan pemegang saham, dan pemenuhan ketentuan pasar modal.
Perseroan juga menyiapkan sejumlah aksi korporasi untuk mendukung rencana tersebut, termasuk fasilitas pinjaman pemegang saham, pemanfaatan sisa dana IPO, rencana penambahan modal melalui rights issue, dan restrukturisasi perusahaan. Berdasarkan pemberitaan yang sama, perseroan merencanakan RUPSLB pada 9 November 2026 untuk meminta persetujuan atas agenda korporasi terkait.
DOOH juga disebut menggandeng tiga perusahaan asal Tiongkok untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI. Kerja sama tersebut dikaitkan dengan kebutuhan rekayasa kelistrikan, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan aset.
Meski demikian, investor perlu memeriksa keterbukaan informasi mengenai nilai kontrak, ruang lingkup pekerjaan, jadwal pembangunan, dan pembagian tanggung jawab. Pengumuman rencana, penandatanganan kesepakatan, dan dimulainya operasi merupakan tahapan berbeda.
Saham DOOH: Support Rp234, Resistance Rp268
Pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, perhatian teknikal tertuju pada pivot point Rp234 dan resistance Rp268. Berdasarkan analisis yang diberikan, DOOH sedang mengalami rebound jangka pendek setelah bergerak dalam tren turun.
Catatan transaksi dalam bahan awal menyebut investor asing mencatat net buy sejak 20 Oktober 2026. Pada perdagangan 21 Oktober, sejumlah broker besar disebut melakukan akumulasi dengan harga rata-rata Rp250. Pembelian terbesar tercatat pada Rp218, sedangkan penjualan terbesar berada di Rp252.
Data tersebut masih perlu dicocokkan dengan catatan perdagangan resmi. Aktivitas broker juga tidak otomatis menggambarkan keputusan satu investor tertentu karena broker dapat mewakili banyak nasabah.
Level teknikal yang menjadi acuan adalah:
- Pivot point dan support: Rp234
- Resistance: Rp268
- Target pertama: Rp306
- Target kedua: Rp328
Jika harga bertahan di atas Rp234, peluang rebound masih terbuka. Penembusan Rp268 dengan dukungan volume yang memadai akan menjadi konfirmasi lebih kuat bagi skenario kenaikan.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah Rp234, tekanan jual berpotensi meningkat. Investor perlu memperhatikan volume dan kondisi pasar, bukan hanya perubahan harga dalam satu sesi.
Tim Analis MNC Sekuritas: Buy if Break
Tim Analis MNC Sekuritas menilai DOOH berada dalam fase rebound jangka pendek di tengah tren turun. Indikator MACD masih bergerak landai di area negatif, sementara Stochastic berpeluang menguat menuju area netral.
Tim Analis MNC Sekuritas menggunakan strategi buy if break dengan syarat harga menembus resistance Rp268. Jika penembusan terkonfirmasi, target berikutnya berada di Rp306 dan Rp328. Kedua level tersebut juga menjadi area pengujian terhadap kelompok moving average MA20 dan MA60.
Strategi ini bergantung pada konfirmasi harga. Selama DOOH belum menembus Rp268, investor belum memiliki konfirmasi teknikal yang cukup untuk menyatakan tren turun telah berakhir.
Investor jangka pendek perlu memperhitungkan volatilitas dan risiko penurunan harga. Sementara itu, investor jangka menengah perlu menilai perkembangan laporan keuangan, pendanaan akuisisi INET, serta realisasi proyek AI.
Peluang Ekspansi Masih Bergantung pada Realisasi
Pertumbuhan laba bersih dan rencana ekspansi AI menjadi dua faktor yang menarik perhatian terhadap Saham DOOH. Namun, penurunan laba bruto dan rugi operasional memperlihatkan bahwa bisnis inti perusahaan masih menghadapi tantangan.
Rencana akuisisi INET senilai Rp2,005 triliun juga menuntut kesiapan pendanaan dan pelaksanaan yang matang. Investor perlu mengikuti perkembangan transaksi, aksi korporasi, serta kemampuan perseroan menghasilkan pendapatan dari bisnis baru.
Untuk perdagangan saham, level Rp234 dan Rp268 dapat menjadi acuan berdasarkan analisis teknikal yang tersedia. Namun, investor sebaiknya menggabungkan analisis harga dengan laporan keuangan, keterbukaan informasi, likuiditas saham, dan profil risiko masing-masing.
Belajar saham lebih terarah bersama praktisi pasar modal.
Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami investasi saham melalui materi edukasi, diskusi, dan kelas rutin.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor setelah menilai risiko dan memeriksa informasi resmi yang tersedia.