Saham BRMS Menguat, Asing Mulai Net Buy dan Target 830

Saham BRMS Menguat, Asing Mulai Net Buy dan Target 830

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham BRMS mulai mendapat perhatian investor pada September 2026 setelah investor asing mencatat net buy selama dua hari terakhir dan bobot BRMS di indeks GDX serta GDXJ meningkat.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merupakan perusahaan pertambangan mineral yang fokus pada pengembangan komoditas emas, tembaga, seng, dan timbal. Perusahaan ini berdiri pada 6 Agustus 2003 dengan nama PT Panorama Timur Abadi sebelum PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengakuisisinya pada 2009.

BRMS kemudian menggunakan nama PT Bumi Resources Minerals Tbk dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2010.

Saat ini, bisnis emas BRMS antara lain berjalan melalui PT Citra Palu Minerals yang mengelola tambang Poboya di Sulawesi Tengah. BRMS juga memiliki aset mineral melalui PT Linge Mineral Resources, PT Sukma Heksa Sinergi, PT Gorontalo Minerals di Bone Bolango, Gorontalo, serta PT Dairi Prima Mineral di Dairi, Sumatera Utara.

Saham BRMS Mulai Dikoleksi Asing

Pergerakan dana asing menjadi salah satu perhatian pasar. Berdasarkan catatan transaksi yang menjadi bahan analisis, investor asing mulai mencatat net buy BRMS sejak dua hari terakhir setelah sebelumnya berada dalam posisi net sell sejak 1 September 2026.

Aktivitas broker juga memperlihatkan akumulasi pada harga rata-rata sekitar Rp710. Pada perdagangan sebelumnya, transaksi pembelian terbesar berada di sekitar Rp700, sedangkan transaksi penjualan terbesar tercatat pada Rp705.

Pivot point atau sumbu pergerakan harga berada di level 675.

Level tersebut menjadi acuan untuk melihat perubahan arah pergerakan saham. Sementara itu, area Rp705 menjadi support penting dalam skenario teknikal terbaru.

Perubahan posisi BRMS dalam indeks saham tambang emas juga menjadi katalis yang diperhatikan pasar. MarketVector menaikkan free float factor BRMS dari 51% menjadi 60% untuk penyesuaian indeks September 2026.

Kenaikan faktor free float tersebut ikut meningkatkan bobot BRMS dalam GDX dan GDXJ. Penyesuaian ini berlaku efektif pada 18 September 2026.

Prospek Emas BRMS pada Semester II 2026

Dari sisi fundamental, BRMS menghadapi periode penting pada semester II 2026. Perseroan menargetkan pemulihan produksi dan volume penjualan emas setelah kinerja pada semester pertama mendapat tekanan dari persoalan operasional.

BRMS menargetkan produksi emas sekitar 80.000 ounce sepanjang 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan produksi 71.886 ounce pada 2025.

Perseroan juga menyiapkan peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan emas di Palu. Perbaikan operasional di area tambang Poboya menjadi bagian penting untuk mencapai target produksi tersebut.

Kinerja semester I 2026 masih menunjukkan tekanan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sekitar US$12,92 juta, turun dari US$22,97 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Aktivitas operasional di area tambang River Reef, Poboya, turut memengaruhi produksi. BRMS sebelumnya melakukan pekerjaan pushback di area tersebut dan berharap dapat mengolah bijih dengan kadar emas lebih tinggi setelah pekerjaan selesai.

Kinerja semester II akan menjadi indikator penting bagi investor untuk melihat kemampuan BRMS meningkatkan volume produksi sekaligus memperbaiki kinerja keuangan.

Analisis Teknikal BRMS

Tim Analis MNC Sekuritas menilai BRMS masih memiliki peluang penguatan melalui strategi Buy on Weakness (BoW).

BRMS membentuk pola bullish engulfing pada candle terakhir. Harga juga berhasil menembus MA20 sehingga struktur teknikal jangka pendek menunjukkan perbaikan.

Volume transaksi ikut mendukung pergerakan tersebut. Volume beli meningkat ketika harga bergerak naik.

Indikator momentum memberikan sinyal yang searah. MACD masih berada di area positif meski kemiringannya mulai melandai. Stochastic kemudian membentuk golden cross di area netral.

Tim Analis MNC Sekuritas menetapkan:

  • Support: 705
  • Resistance: 755
  • Target: 790 sampai 830
  • Pivot point: 675

Jika BRMS mampu melewati resistance 755 dengan dukungan volume, harga memiliki ruang menuju area 790 hingga 830.

Sebaliknya, investor perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di atas support 705. Penurunan di bawah level tersebut dapat mengurangi kekuatan momentum jangka pendek dan mengubah skenario teknikal.

Katalis dan Risiko Saham BRMS

BRMS memiliki beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan saham hingga akhir 2026. Pemulihan produksi emas menjadi salah satu faktor utama karena volume produksi berkaitan langsung dengan kemampuan perseroan meningkatkan penjualan.

Kenaikan free float factor dan bobot BRMS dalam GDX serta GDXJ juga menjadi perhatian pasar. Perubahan indeks dapat memicu penyesuaian portofolio dari dana yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan.

Namun, investor tetap perlu melihat perkembangan produksi dan laporan keuangan secara berkala. Penurunan laba pada semester I 2026 menunjukkan bahwa kenaikan harga emas belum otomatis meningkatkan laba perusahaan.

Biaya produksi, kadar bijih, volume penjualan, kondisi operasional tambang, serta pergerakan harga emas tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi hasil BRMS.

Dari sisi teknikal, Rp705 menjadi level penting untuk menjaga momentum kenaikan. Resistance Rp755 menjadi penghalang berikutnya. Jika harga mampu menembus level tersebut, target 790 sampai 830 menjadi area yang diperhatikan dalam analisis MNC Sekuritas.

Investor tetap perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko dan kondisi pasar. Analisis teknikal menunjukkan skenario harga, bukan kepastian hasil investasi.

Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.

Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

BRMS saham emas saham tambang Bursa Efek Indonesia GDX GDXJ saham Indonesia