Saham BMRI Masih Menarik Dikoleksi? Buyback Rp1,17 Triliun dan Aksi Beli Asing Jadi Penopang

Saham BMRI Masih Menarik Dikoleksi? Buyback Rp1,17 Triliun dan Aksi Beli Asing Jadi Penopang

Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang - IDX KP Sumbar

PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) kembali menjadi perhatian investor setelah harga sahamnya bergerak naik sejak 24 Juni 2026. Sentimen positif datang dari rencana buyback saham senilai Rp1,17 triliun dan meningkatnya aksi beli investor asing dalam beberapa hari terakhir.

Bank Mandiri merupakan bank milik negara dengan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas melalui Danantara. Perseroan juga mengembangkan bisnis di sejumlah negara, antara lain Singapura, Hong Kong, Shanghai, Dili, Cayman Islands, serta memiliki anak perusahaan di Kuala Lumpur dan London.

Manajemen menjadwalkan program buyback mulai April 2026. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara harga saham di pasar dan nilai fundamental perusahaan, sekaligus mendukung program internal. Pelaku pasar umumnya memandang buyback sebagai sinyal bahwa manajemen memiliki keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Pergerakan harga BMRI juga menunjukkan tren yang tetap terjaga. Sejak mencetak level tertinggi pada 24 Juni 2026, saham ini mampu bertahan di area atas meski pasar sempat mengalami fluktuasi.

Minat investor asing ikut memperkuat sentimen tersebut. Selama tiga hari perdagangan terakhir, investor asing membukukan net buy di saham BMRI. Arus dana asing sering menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap prospek suatu emiten, terutama pada sektor perbankan berkapitalisasi besar.

Dari sisi teknikal, Tim Analis MNC Sekuritas menempatkan BMRI sebagai saham buy on weakness. Berdasarkan analisis Daily Scope Wave, BMRI diperkirakan masih berada dalam fase koreksi sehat sebelum melanjutkan penguatan.

Area 3.780 hingga 3.850 menjadi zona akumulasi yang layak dicermati. Tim analis  menetapkan target harga di 4.180 sebagai target pertama dan 4.270 sebagai target berikutnya. Sementara itu, batas pengendalian risiko berada di bawah 3.710.

Kombinasi fundamental yang solid, program buyback, akumulasi investor asing, dan sinyal teknikal membuat BMRI masih menarik masuk dalam daftar pantauan investor. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar, profil risiko, dan disiplin menjalankan strategi yang telah ditetapkan.

Ingin belajar investasi saham lebih dalam?

Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.

 

Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini penulis dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

BMRI Bank Mandiri Buyback Saham MNC Sekuritas Net Buy Asing Saham Perbankan IHSG Investasi Analisis Saham Danantara