Saham BBCA Menguat 1,93%, Asing Borong Rp435 Miliar

Saham BBCA Menguat 1,93%, Asing Borong Rp435 Miliar

Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG

KabaSumbar -- Saham BBCA naik 1,93% ke Rp6.600 pada perdagangan Selasa (1/9/2026), setelah investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp435,4 miliar.

Kenaikan tersebut membawa harga BBCA kembali berada di atas MA20. Volume pembelian masih mendominasi perdagangan, meski mulai menyusut dibandingkan sesi sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan yang tersedia, BBCA menjadi salah satu saham dengan nilai pembelian asing terbesar pada awal September. Investor asing tercatat melakukan net buy sekitar Rp435,4 miliar atau sekitar 66,27 juta saham.

Arus beli asing juga terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data yang digunakan dalam analisis, asing mengakumulasi BBCA sejak 12 Agustus 2026. Net sell terjadi pada 27 Agustus, tetapi nilainya relatif kecil dibandingkan akumulasi pembelian pada hari-hari lainnya.

Pada perdagangan 1 September, broker yang banyak merepresentasikan transaksi investor asing mencatat rata-rata harga beli sekitar Rp6.575. Transaksi pembelian terbesar berada pada kisaran Rp6.550 sampai Rp6.575.

Area Harga yang Diperhatikan

Tim analis MNC Sekuritas dalam bahan riset menggunakan strategi Buy on Weakness (BOW) untuk BBCA. Mereka menempatkan area pembelian pada Rp6.500 sampai Rp6.550.

Skenario tersebut menempatkan Rp6.725 sebagai target pertama. Jika harga mampu mempertahankan momentum kenaikan, target berikutnya berada di Rp7.850.

Analis menetapkan Rp6.425 sebagai batas stop loss. Penurunan di bawah level tersebut akan mengubah skenario teknikal yang digunakan dalam analisis.

BBCA menutup perdagangan 1 September di Rp6.600. Dengan posisi tersebut, saham masih berada di atas area BOW yang ditetapkan analis.

Investor perlu memperhatikan volume ketika harga bergerak menuju level target. Volume yang mengecil saat harga naik dapat menjadi tanda bahwa tekanan beli belum bertambah kuat.

Fundamental BCA

PT Bank Central Asia Tbk merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. BCA berdiri pada 1957 dan menjalankan bisnis perbankan melalui layanan transaksi, kredit, simpanan, valuta asing, trade finance, remitansi serta berbagai layanan digital.

BCA menyediakan layanan melalui BCA mobile, myBCA, ATM dan mesin EDC. Bank ini juga menyalurkan kredit kepada segmen korporasi, komersial dan UKM serta konsumer melalui KPR, KKB dan kartu kredit.

Berdasarkan laporan tahunan 2025, BCA mencatat total aset Rp1.586,8 triliun dan laba bersih Rp57,5 triliun. Kredit yang disalurkan mencapai Rp992,9 triliun.

BCA juga mencatat rasio kredit bermasalah atau NPL sebesar 1,7% pada akhir 2025. Rasio kecukupan modal berada di 29,8%.

Memasuki 2026, BCA mencatat pertumbuhan ukuran bisnis. Data perusahaan per 30 Juni 2026 menunjukkan total aset mencapai Rp1.661 triliun dan total kredit Rp1.036 triliun.

Dari sisi pembagian keuntungan kepada pemegang saham, BCA membagikan dividen tunai Rp336 per saham untuk tahun buku 2025. RUPST BCA pada Maret 2026 menyetujui pembayaran tersebut, setara 72% dari laba bersih perseroan.

Risiko Tetap Perlu Diperhatikan

Arus dana asing memberi sentimen positif bagi BBCA, tetapi investor tidak bisa menjadikan net buy sebagai satu-satunya dasar keputusan transaksi.

Pergerakan BBCA tetap mengikuti kondisi pasar saham, perubahan suku bunga, nilai tukar rupiah, likuiditas dan sentimen terhadap sektor perbankan.

Level harga juga perlu menjadi perhatian. Jika BBCA bertahan di atas MA20 dan mampu melewati Rp6.725 dengan dukungan volume, skenario kenaikan yang digunakan analis masih memiliki ruang untuk berjalan. Sebaliknya, penurunan di bawah Rp6.425 akan menjadi sinyal risiko dalam skenario tersebut.

Target Rp6.725 dan Rp7.850 merupakan proyeksi teknikal, bukan jaminan harga saham akan mencapai level tersebut. Investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko dan strategi masing-masing.

Mulai perjalanan investasi Anda dari edukasi yang tepat.

Gabung gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang untuk mendapatkan materi pembelajaran, informasi kelas, diskusi pasar modal, dan kesempatan mengikuti program sertifikasi BEI.

Bergabung: Klik di sini untuk bergabung

 

Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

BBCA saham bank Bank Central Asia IHSG investor asing pasar modal saham perbankan analisis teknikal