include "breadcrumb.php" ?>
Kesuksesan penyelenggaraan ajang tahunan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Eka Putra. Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, Pordasi Sumatera Barat, Pordasi Tanah Datar, serta para donatur dan sponsor yang telah mendukung kegiatan hingga berlangsung aman dan lancar.
"Alhamdulillah, event berjalan aman dan lancar dari kemarin dan hari ini. Terima kasih atas kerja keras panitia pelaksana, Pordasi Sumbar dan Pordasi Tanah Datar, serta seluruh donatur, terutama Bank Nagari yang telah menjadi sponsor utama dalam kegiatan ini," ujarnya.
Besarnya animo masyarakat menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mendorong penambahan jadwal penyelenggaraan. Eka Putra menilai, pacu kuda masih menjadi magnet hiburan yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah.
"Kita bisa saksikan bersama antusias masyarakat Tanah Datar dan daerah tetangga untuk menyaksikan event ini. Karena itu, kami berharap Pordasi Sumbar kembali bisa memberikan kami jadwal pelaksanaan event ini dua kali dalam setahun," harapnya.
Lebih dari sekadar hiburan dan tradisi anak nagari, menurut Eka Putra, pacu kuda juga memiliki nilai strategis bagi perekonomian masyarakat. Ramainya pengunjung menuju Gelanggang membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Pada kesempatan itu, Eka Putra turut mengapresiasi kehadiran Bupati Padang Pariaman dan Wali Kota Bukittinggi yang menyaksikan langsung perhelatan tersebut. Kehadiran kedua kepala daerah itu dinilainya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi sekaligus pengembangan kegiatan olahraga berkuda di Sumatera Barat.
"Alhamdulillah, kita dihadiri Pak Bupati Padang Pariaman dan Wali Kota Bukittinggi. Tentu ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan serta bukti nyata dukungan terhadap alek pacu kuda. Terima kasih atas kedatangannya. Insya Allah, kita akan bertemu di event lain yang akan datang dan di Tanah Datar tahun depan," pungkasnya.
Berakhirnya Bupati Cup 2026 bukan hanya menandai suksesnya penyelenggaraan sebuah ajang olahraga tradisional, tetapi juga mempertegas besarnya daya tarik pacu kuda sebagai bagian dari identitas budaya dan potensi ekonomi Tanah Datar. Kini, harapan agar perhelatan serupa digelar dua kali setahun menjadi agenda yang dinantikan masyarakat. (reyhan)
Puluhan Ribu
Penonton Tumpah
ke Gelanggang
Eka Putra
Harapkan
Pacu Kuda
Dua Kali Setahun
Puluhan Ribu Penonton Tumpah ke Gelanggang, Eka Putra Harapkan Pacu Kuda Dua Kali Setahun
KabaSumbar - Puluhan ribu penonton memadati Gelanggang Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup Tanah Datar 2026. Tak hanya menyuguhkan persaingan sengit di lintasan, alek anak nagari yang berlangsung selama dua hari itu juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Menutup perhelatan, Senin (19/10/2026), Bupati Tanah Datar Eka Putra berharap Pordasi Sumatera Barat memberi kesempatan agar ajang pacu kuda kembali digelar dua kali dalam setahun di daerah itu.
Suasana Gelanggang semakin semarak saat tujuh kuda unggulan berlaga pada kelas Derby dengan jarak tempuh 1.400 meter. Dalam persaingan tersebut, Al Barr-GDM milik Bupati Tanah Datar Eka Putra berhasil finis terdepan, mengungguli para pesaingnya.
Posisi kedua ditempati Kirana Kalasnikov asal Kuningan, Jawa Barat, milik Ferdela Fernandez. Sementara itu, Sardonyc asal Indramayu milik Salman Farid harus puas di posisi ketiga.
Posisi kedua ditempati Kirana Kalasnikov asal Kuningan, Jawa Barat, milik Ferdela Fernandez. Sementara itu, Sardonyc asal Indramayu milik Salman Farid harus puas di posisi ketiga.
Antusias masyarakat begitu tinggi nonton pacu kuda di Tanah Datar
Kesuksesan penyelenggaraan ajang tahunan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Eka Putra. Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, Pordasi Sumatera Barat, Pordasi Tanah Datar, serta para donatur dan sponsor yang telah mendukung kegiatan hingga berlangsung aman dan lancar.
"Alhamdulillah, event berjalan aman dan lancar dari kemarin dan hari ini. Terima kasih atas kerja keras panitia pelaksana, Pordasi Sumbar dan Pordasi Tanah Datar, serta seluruh donatur, terutama Bank Nagari yang telah menjadi sponsor utama dalam kegiatan ini," ujarnya.
Besarnya animo masyarakat menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mendorong penambahan jadwal penyelenggaraan. Eka Putra menilai, pacu kuda masih menjadi magnet hiburan yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah.
"Kita bisa saksikan bersama antusias masyarakat Tanah Datar dan daerah tetangga untuk menyaksikan event ini. Karena itu, kami berharap Pordasi Sumbar kembali bisa memberikan kami jadwal pelaksanaan event ini dua kali dalam setahun," harapnya.
Lebih dari sekadar hiburan dan tradisi anak nagari, menurut Eka Putra, pacu kuda juga memiliki nilai strategis bagi perekonomian masyarakat. Ramainya pengunjung menuju Gelanggang membuka peluang bagi pedagang dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Al Barr-GDM milik Bupati Tanah Datar Eka Putra tampil sebagai juara
Pada kesempatan itu, Eka Putra turut mengapresiasi kehadiran Bupati Padang Pariaman dan Wali Kota Bukittinggi yang menyaksikan langsung perhelatan tersebut. Kehadiran kedua kepala daerah itu dinilainya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi sekaligus pengembangan kegiatan olahraga berkuda di Sumatera Barat.
"Alhamdulillah, kita dihadiri Pak Bupati Padang Pariaman dan Wali Kota Bukittinggi. Tentu ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan serta bukti nyata dukungan terhadap alek pacu kuda. Terima kasih atas kedatangannya. Insya Allah, kita akan bertemu di event lain yang akan datang dan di Tanah Datar tahun depan," pungkasnya.
Berakhirnya Bupati Cup 2026 bukan hanya menandai suksesnya penyelenggaraan sebuah ajang olahraga tradisional, tetapi juga mempertegas besarnya daya tarik pacu kuda sebagai bagian dari identitas budaya dan potensi ekonomi Tanah Datar. Kini, harapan agar perhelatan serupa digelar dua kali setahun menjadi agenda yang dinantikan masyarakat. (reyhan)