Percepatan Pembangunan Daerah Terdampak Bencana, Wabup Ahmad Fadly Tekankan  Publikasi Program Pemerintah Daerah

Percepatan Pembangunan Daerah Terdampak Bencana, Wabup Ahmad Fadly Tekankan Publikasi Program Pemerintah Daerah

KabaSumbar- Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) telah dialokasikan melalui pergeseran APBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2026. Dana tersebut diperuntukkan bagi percepatan pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, serta berbagai urusan pemerintahan lainnya.

"Sampai dengan 17 Juli 2026, realisasi keuangan pemanfaatan tambahan TKD di Sumatera Barat telah mencapai lebih dari Rp204 miliar atau sekitar 7,8 persen dari total alokasi yang tersedia," ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi.
 
Hal itu diungkapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Selasa (21/7/2026).

Gubernur berharap seluruh tambahan dana TKD yang telah dikembalikan oleh Kementerian Keuangan dapat direalisasikan secara optimal hingga November 2026.

"Mudah-mudahan pada November 2026 seluruh dana TKD yang telah dikembalikan oleh Kementerian Keuangan dapat terlaksana dengan baik. Peran Menteri Dalam Negeri sangat penting dalam mengomunikasikan dan menyampaikan hal ini dalam berbagai rapat koordinasi dengan pemerintah pusat," katanya.

Mahyeldi juga menyampaikan harapan, para Bupati dan Wali Kota agar alokasi TKD pada tahun mendatang tidak mengalami efisiensi anggaran.

Kata Gubernur, kebutuhan pembangunan daerah di Sumatera Barat mencapai Rp21,4 triliun, sementara yang disetujui pemerintah pusat sekitar Rp17,9 triliun. Masih terdapat selisih yang perlu diperjuangkan.
 
"Kami berharap TKD tetap dialokasikan kepada daerah untuk membantu menutupi kebutuhan pembangunan sekaligus menjadi cadangan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang," ungkapnya.

Mahyeldi semakin optimistis pengembalian tambahan TKD tahun ini akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pembangunan dan pemulihan daerah di Sumatera Barat.
 
Wabup Ahmad Fadli tekankan pentingnya publikasi
Wabup Ahmad Fadli tekankan pentingnya publikasi

Terhadap itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat beserta seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang telah menindaklanjuti alokasi tambahan TKD melalui perubahan penjabaran APBD.

"Kami mengapresiasi seluruh daerah di Sumatera Barat yang telah menuangkan kegiatan yang bersumber dari tambahan TKD pascabencana ke dalam Peraturan Kepala Daerah tentang perubahan penjabaran APBD serta menyampaikannya kepada DPRD," ujarnya.
 
TKD Bukan Untuk Beli Mobnas Mewah

Menyambut itu, Tim Monitoring, Evaluasi, dan Asistensi Kemendagri, Fernando H. Siagian, menegaskan pentingnya publikasi pemanfaatan TKD kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

"Publikasi ini penting untuk menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menangani dampak bencana dan melaksanakan pembangunan. Masyarakat perlu mengetahui bahwa pemerintah terus bekerja dan berbagai program telah berjalan," katanya.

Fernando menjelaskan, sesuai Surat Edaran yang berlaku, daerah terdampak bencana diminta memfokuskan penggunaan dana pada kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Sementara itu, daerah yang tidak terdampak diarahkan untuk kegiatan mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan anggaran benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Dana TKD tidak diperkenankan untuk pengadaan kendaraan dinas mewah seperti Alphard, Pajero, maupun Fortuner. Namun, penggunaan untuk ambulans, alat berat, mobil pemadam kebakaran, kendaraan rescue, serta sarana pendukung penanggulangan bencana lainnya sangat didukung," tegasnya.
 
Suasana rakor monev di Gubernuran Sumbar
Suasana rakor monev di Gubernuran Sumbar
 
Informasi Publik

Senada, Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan, bahwa publikasi program pemerintah daerah merupakan hal yang sangat penting agar masyarakat mengetahui berbagai upaya pembangunan yang sedang dilakukan.

"Selama ini kami telah menegaskan kepada seluruh OPD agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat dipublikasikan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui sekaligus mengikuti perkembangan pembangunan yang sedang berjalan," ujarnya.

Menurut Ahmad Fadly, keterbukaan informasi menjadi semakin penting bagi percepatan pembangunan daerah yang terdampak bencana, mengingat besarnya kerusakan yang terjadi serta tingginya harapan masyarakat terhadap percepatan pemulihan dan pembangunan pascabencana. (reyhan)

Percepatan Pembangunan Daerah Terdampak Bencana Wabup Ahmad Fadly Tekankan Publikasi Program Pemerintah Daerah