PDAM Padang Maksimalkan Pemulihan Air Bersih Pascabanjir, Dapat Dukungan APBN Rp308 Miliar

PDAM Padang Maksimalkan Pemulihan Air Bersih Pascabanjir, Dapat Dukungan APBN Rp308 Miliar

KabaSumbar -- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang terus memaksimalkan perbaikan sejumlah titik sumber air bersih yang terdampak banjir bandang guna mempercepat normalisasi layanan kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa perbaikan saat ini difokuskan pada sumber air dan sarana pendukung distribusi yang mengalami kerusakan akibat bencana.

“Kita sedang melakukan perbaikan di beberapa titik sumber air dan peralatan pendukung untuk pendistribusian air bersih kepada pelanggan. Semua upaya itu sudah kita maksimalkan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujar Hendra saat menerima kunjungan rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Selasa (12/5).

Menurutnya, gangguan distribusi air bersih masih dirasakan di sejumlah wilayah terdampak. Karena itu, PDAM Padang mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera pulih.

Selain mengandalkan anggaran internal perusahaan, PDAM Kota Padang juga memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui fasilitasi anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda.

Bantuan tersebut berupa dana APBN senilai Rp308 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sekaligus mempercepat pemulihan layanan air bersih pascabencana.

“Alhamdulillah, untuk PDAM Kota Padang kita memperoleh bantuan yang difasilitasi Bapak Zigo Rolanda berupa dana APBN senilai Rp308 miliar. Bantuan ini ditujukan untuk pembangunan SPAM dan mempercepat pemulihan layanan air bersih PDAM Kota Padang pascabanjir,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, dukungan tersebut mencakup penyediaan pipa HDPE, alat berat, hidran umum, hingga pengerahan truk tangki air bagi pelanggan yang terdampak akibat terganggunya sumber air PDAM.

Selain itu, bantuan juga diarahkan untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) TABAN 3 berkapasitas 200 liter per detik, pembangunan reservoir berkapasitas 3.000 meter kubik, serta jaringan distribusi utama (JDU) DN 400 mm sepanjang 19 kilometer.

Menurut Hendra, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan layanan air bersih Kota Padang dalam jangka panjang, terutama menghadapi risiko bencana yang dapat mengganggu sumber air utama.

Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, mengapresiasi langkah cepat PDAM Kota Padang dalam memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi setelah terjadi bencana.

“Kita mengapresiasi gerak cepat Pak Dirut. Dengan pengalaman puluhan tahun di PDAM, tentu beliau sangat memahami teknis penyelesaian persoalan ini,” ujar Widya Navies yang juga Pemimpin Redaksi Harian Singgalang.

Widya menegaskan, PWI Sumbar mendukung langkah-langkah percepatan perbaikan yang dilakukan PDAM Kota Padang agar distribusi air bersih kembali normal secepat mungkin.

“Dengan percepatan perbaikan pascabencana ini, kita mendukung penuh Pak Dirut agar pemulihan layanan air bersih dapat diselesaikan secepatnya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWI Sumbar didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Wakil Ketua Bidang Pendidikan H.M. Khudri, Ketua Seksi Ekonomi, Sosial dan Kesejahteraan Susi Suzana, serta Bendahara SIWO BoIng.

PDAM Padang air bersih banjir bandang SPAM APBN Kota Padang distribusi air layanan publik Sumbar infrastruktur air