Pascagalodo, Eka Putra Kebut Pemulihan: 79 Huntap Dibangun, Jembatan Panti Ditarget November
KabaSumbar - Bagi warga yang kehilangan rumah, jalan dan jembatan akibat galodo, pemulihan bukan sekadar proyek pembangunan. Di balik beton yang dicor dan rangka bangunan yang dirakit, ada harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
Harapan itulah yang kini dikebut Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau sejumlah pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pascabencana galodo di beberapa titik, Kamis (27/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek pemulihan berjalan sesuai target dan fasilitas yang dibangun benar-benar dapat segera kembali digunakan masyarakat.
Salah satu perhatian utama berada di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kecamatan Rambatan. Di lokasi ini, sebanyak 79 unit rumah tipe 36 tengah dibangun untuk masyarakat yang terdampak bencana.
Bupati Eka Putra melihat langsung progres pembangunan rumah tersebut. Ia memastikan proses pengerjaan terus berjalan dan diharapkan setelah rampung, warga yang membutuhkan dapat segera menempatinya.
Menariknya, pembangunan Huntap menggunakan material dan metode konstruksi yang dinilai praktis. Kapolres Tanah Datar yang turut melihat proses pembangunan mengapresiasi metode tersebut karena sistem pemasangannya menyerupai permainan Lego, di mana setiap bagian dapat dirakit secara sistematis.
Bagi Eka Putra, metode konstruksi tersebut menjadi salah satu cara mempercepat pemulihan tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
“Yang paling penting, setelah selesai, rumah ini bisa segera dihuni oleh masyarakat yang membutuhkan. Kita ingin proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, tetapi tetap memperhatikan kualitas bangunan,” ujar Eka Putra.
Jembatan Panti Dikebut
Dari kawasan Huntap Rambatan, rombongan bergerak menuju Jembatan Panti.
Di lokasi ini, perhatian tertuju pada pengerjaan jembatan yang menjadi salah satu titik penting dalam pemulihan akses masyarakat. Selain badan jembatan, pekerjaan pendukung berupa penanganan irigasi juga ikut dipantau.
Eka Putra mengatakan pengerjaan Jembatan Panti terus dipacu. Pemerintah daerah menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dilalui masyarakat pada November 2026.
Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, target tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi pemulihan mobilitas warga setelah bencana.
Sebab, bagi masyarakat, jembatan bukan sekadar konstruksi beton. Ia menjadi penghubung menuju tempat kerja, sekolah, pasar, lahan pertanian, serta pusat-pusat aktivitas ekonomi dan sosial.
Simpang Manunggal Ditarget Rampung Akhir Tahun
Perjalanan berlanjut ke Jembatan Simpang Manunggal.
Di sana, Eka Putra kembali memastikan pembangunan terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menargetkan jembatan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2026.
“Insyaallah kita targetkan akhir tahun ini selesai, sehingga akses masyarakat bisa kembali normal dan aktivitas ekonomi maupun sosial dapat berjalan lebih lancar,” kata Eka.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan konektivitas wilayah yang sempat terganggu akibat bencana.
Sabodam Bukan Hanya Penahan Bencana
Titik terakhir yang ditinjau adalah kawasan Sabodam Sungai Jambu.
Bersama Wali Nagari Sungai Jambu, Eka Putra melihat langsung progres pembangunan infrastruktur pengendali aliran sungai tersebut.
Sabodam memiliki fungsi penting dalam upaya mitigasi dan pengendalian dampak aliran sungai. Namun, Eka melihat ada peluang yang lebih besar di balik pembangunan tersebut.
Jika ditata dengan baik, kawasan Sabodam Sungai Jambu dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata yang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kita berharap pembangunan ini nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau kawasan ini dikembangkan dengan baik, selain untuk pengendalian bencana, juga bisa menjadi potensi wisata yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dari Huntap Rambatan hingga Sabodam Sungai Jambu, pembangunan yang ditinjau bukan hanya soal mengejar penyelesaian proyek.
Ada rumah yang harus segera ditempati, ada jembatan yang harus kembali menghubungkan warga, ada aliran sungai yang harus dikendalikan, dan ada aktivitas ekonomi masyarakat yang harus segera dipulihkan.
Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur pascagalodo menjadi bagian penting dari upaya Tanah Datar untuk bangkit. Bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman, lancar, dan produktif.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Eka Putra didampingi unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Tanah Datar, Dandim 0307/Tanah Datar, Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar, serta jajaran terkait. (reyhan)