Panen Raya Kopi di Sumatera, Permintaan Meningkat Seiring Menjamurnya Kedai Kopi

Panen Raya Kopi di Sumatera, Permintaan Meningkat Seiring Menjamurnya Kedai Kopi

Solok Selatan, KabaSumbar -- Musim panen raya kopi tengah berlangsung di sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Momentum ini menjadi peluang ekonomi bagi para petani, terutama di tengah meningkatnya permintaan pasar kopi dalam beberapa tahun terakhir.
 
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, harga kopi robusta saat ini berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Harga tersebut mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Informasi itu disampaikan oleh pelaku survei kopi di wilayah Solok Selatan, Jansri Regianto, yang saat ini tengah melakukan pendataan langsung di lapangan.
 
“Untuk harga sekarang di kisaran Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram. Memang ada sedikit penurunan dibanding tahun lalu,” ujarnya.
 
Meski harga mengalami penurunan, produksi kopi di wilayah tersebut masih menunjukkan potensi yang menjanjikan. Hal ini didukung oleh luasnya lahan perkebunan kopi di Sumatera Barat yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Solok, Solok Selatan, dan Pasaman.
 
Data pemerintah daerah menyebutkan, luas perkebunan kopi di Sumatera Barat mencapai lebih dari 20 ribu hektare dengan produksi puluhan ribu ton per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa kopi masih menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
 
Di sisi lain, tren konsumsi kopi yang terus meningkat turut memperluas pasar bagi hasil produksi petani. Menjamurnya kedai kopi hingga ke wilayah kota dan desa menjadi salah satu faktor pendorong utama.
 
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya pertumbuhan jumlah usaha kedai dan warung di Sumatera Barat. Di Kota Solok, misalnya, jumlah warung atau kedai tercatat mencapai 403 unit pada 2024, meningkat sekitar 12,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap minuman kopi kekinian yang kini digemari berbagai kalangan, baik pria maupun wanita.
 
“Sekarang kopi sudah jadi gaya hidup. Permintaan bukan hanya dari kedai kopi, tapi konsumsi rumah tangga juga ikut meningkat,” tambah Jansri.
 
Secara nasional, produksi kopi Indonesia juga menunjukkan angka yang besar. Pada 2023, produksi kopi nasional mencapai sekitar 760 ribu ton. Angka ini menandakan besarnya potensi sektor kopi dalam mendukung perekonomian nasional.
 
Dengan meningkatnya konsumsi dan bertambahnya jumlah kedai kopi, peluang pasar bagi petani kopi semakin terbuka lebar. Namun, dukungan berbagai pihak tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga serta memperluas akses pasar bagi petani, khususnya di daerah penghasil kopi seperti Solok Selatan.

harga kopi harga kopi robusta kopi Solok Selatan panen raya kopi petani kopi Sumbar kopi Sumatera Barat harga kopi terbaru perkebunan kopi produksi kopi Indonesia kedai kopi Sumbar kopi robusta Sumbar ekonomi petani kopi komoditas unggulan Sumbar tren konsumsi kopi kopi Indonesia 2025