include "breadcrumb.php" ?>
Menurut Eka Putra, penyelenggaraan pacu kuda juga menjadi peluang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah diharapkan meningkatkan transaksi perdagangan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, serta pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat serta memajukan sektor pariwisata, olahraga, UMKM, dan ekonomi kreatif,” katanya.
Ia berharap, pacu kuda terus menjadi agenda yang mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Tanah Datar.
Bupati juga mengimbau seluruh pengunjung agar mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan panitia, serta menggunakan masker selama kegiatan berlangsung. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada sponsor, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan melalui semangat kebersamaan dan kekompakan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Bayu, menjelaskan bahwa perlombaan hari pertama mempertandingkan 11 race, sedangkan pada hari kedua dijadwalkan berlangsung 14 race. Dengan demikian, total terdapat 25 race selama dua hari penyelenggaraan.
Ia menyebutkan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pordasi Sumatera Barat, para donatur, serta partisipasi aktif masyarakat.
Panitia juga mengingatkan penonton untuk mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban demi keamanan serta keselamatan bersama selama perlombaan berlangsung.
Pembukaan Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026 turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danyon TP 951/Pandeka Marapi Letkol Inf. Jimson Andre Siahaan, pimpinan dan anggota DPRD, Direktur Bank Nagari Sumatera Barat, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, kepala BUMN dan BUMD, serta tokoh masyarakat. (reyhan)
Pacu Kuda
Bupati Cup 2026
Menggebrak
Tanah Datar
65 Kuda Berebut
Prestise
dan Dongkrak
Ekonomi Rakyat
Pacu Kuda Bupati Cup 2026 Menggebrak Tanah Datar, 65 Kuda Berebut Prestise dan Dongkrak Ekonomi Rakyat
KabaSumbar - Deru langkah 65 ekor kuda dari berbagai daerah di Sumatera dan Jawa kembali menggema di Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku, Bukit Gombak, Batusangkar, Minggu (18/10/2026). Tak sekadar adu cepat di lintasan, Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026 menjadi panggung pelestarian tradisi Minangkabau sekaligus penggerak ekonomi rakyat dan pariwisata Kabupaten Tanah Datar.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar ajang bergengsi tersebut selama dua hari, 18–19 Oktober 2026. Perlombaan ini mempertandingkan pacuan nasional berpelana dan pacuan tradisional tanpa pelana, yang menjadi ciri khas olahraga rakyat masyarakat Minangkabau.
Pembukaan kegiatan diawali prosesi adat berupa penyerahan gelanggang dari niniak mamak Nagari Saruaso, Baringin, dan Pagaruyung kepada pemerintah daerah. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan bendera dari Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, sebagai simbol dimulainya perlombaan.
Bupati Eka Putra mengatakan, pacu kuda bukan sekadar olahraga dan hiburan rakyat, melainkan warisan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Tanah Datar.
“Pacu kuda adalah tradisi anak nagari yang sudah ada sejak lama. Alhamdulillah, Tanah Datar dapat menggelar event pacu kuda untuk kedua kalinya pada 2026. Ini menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar ajang bergengsi tersebut selama dua hari, 18–19 Oktober 2026. Perlombaan ini mempertandingkan pacuan nasional berpelana dan pacuan tradisional tanpa pelana, yang menjadi ciri khas olahraga rakyat masyarakat Minangkabau.
Pembukaan kegiatan diawali prosesi adat berupa penyerahan gelanggang dari niniak mamak Nagari Saruaso, Baringin, dan Pagaruyung kepada pemerintah daerah. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan bendera dari Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumatera Barat kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, sebagai simbol dimulainya perlombaan.
Bupati Eka Putra mengatakan, pacu kuda bukan sekadar olahraga dan hiburan rakyat, melainkan warisan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Tanah Datar.
“Pacu kuda adalah tradisi anak nagari yang sudah ada sejak lama. Alhamdulillah, Tanah Datar dapat menggelar event pacu kuda untuk kedua kalinya pada 2026. Ini menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Eka Putra menghadiri sekaligus melepas pacukuda Bupati Cup 2026
Menurut Eka Putra, penyelenggaraan pacu kuda juga menjadi peluang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah diharapkan meningkatkan transaksi perdagangan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, serta pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat serta memajukan sektor pariwisata, olahraga, UMKM, dan ekonomi kreatif,” katanya.
Ia berharap, pacu kuda terus menjadi agenda yang mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Tanah Datar.
Bupati juga mengimbau seluruh pengunjung agar mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan panitia, serta menggunakan masker selama kegiatan berlangsung. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada sponsor, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan melalui semangat kebersamaan dan kekompakan.
Pacu kuda di Gelanggang Dang Tuanku Bukit Gimbak
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Bayu, menjelaskan bahwa perlombaan hari pertama mempertandingkan 11 race, sedangkan pada hari kedua dijadwalkan berlangsung 14 race. Dengan demikian, total terdapat 25 race selama dua hari penyelenggaraan.
Ia menyebutkan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pordasi Sumatera Barat, para donatur, serta partisipasi aktif masyarakat.
Panitia juga mengingatkan penonton untuk mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban demi keamanan serta keselamatan bersama selama perlombaan berlangsung.
Pembukaan Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026 turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danyon TP 951/Pandeka Marapi Letkol Inf. Jimson Andre Siahaan, pimpinan dan anggota DPRD, Direktur Bank Nagari Sumatera Barat, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, kepala BUMN dan BUMD, serta tokoh masyarakat. (reyhan)