include "breadcrumb.php" ?>
Dengan penuh kehangatan, Medison meminta diterima sebagai warga baru di Dharmasraya, meskipun daerah tersebut sejatinya bukan tempat yang asing baginya.
“Saya ini dulu memulai karir dari bawah, ibaratnya masih seorang ‘kopral’ di Kecamatan Pulau Punjung. Hari ini saya kembali ke tempat yang sama sebagai ‘jenderal’ bagi ASN. Tentu ini menjadi kebanggaan dan amanah besar bagi saya,” ujarnya.
Menurutnya, tugas utama ASN hanya satu, yakni memastikan visi dan misi kepala daerah dapat berjalan dengan baik demi mewujudkan cita-cita “Dharmasraya Sejahtera Merata”.
“Tugas kita hanya satu, bagaimana mensukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. Semua energi, pikiran dan kerja kita harus diarahkan untuk Dharmasraya Sejahtera Merata,” tegasnya.
Pada kesempatan, Medison juga menggambarkan pentingnya kerja tim di lingkungan pemerintahan melalui filosofi kereta kuda. Ia menyebut, sebuah kereta tidak akan sampai ke tujuan apabila kudanya berjalan sendiri-sendiri atau tidak searah.
Menurutnya, filosofi tersebut menggambarkan pentingnya kesatuan langkah, kekompakan, serta kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjalankan pemerintahan.
“Kereta akan sampai ke tujuan jika seluruh kudanya bergerak searah. Begitu juga pemerintahan. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus satu irama, satu tujuan, satu komando,” katanya.
Ia lantas mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya kerja yang solid demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Leliarni bahkan lebih menekankan pentingnya kedisiplinan, inovasi, semangat kerja, sinergi, serta integritas dalam menjalankan tugas.
Terkait kedisiplinan, Wakil Bupati mengingatkan agar seluruh ASN menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, bukan hanya sebatas kewajiban. Ia menyoroti masih adanya keterlambatan, ketidakhadiran tanpa alasan jelas, serta kinerja yang belum optimal.
“Disiplin adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Disiplin waktu, disiplin bekerja, dan disiplin menaati aturan merupakan cerminan integritas,” tegasnya.
Selain disiplin, Wakil Bupati juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara rutin, namun juga mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan takut berpikir kreatif, mencari solusi baru, dan memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya. (Irman Kuto/*)
Medison Bangga
Kembali ke Dharmasraya
Sebagai Sekda
Ajak ASN
Sukseskan
Visi Misi
Kepala Daerah
Medison Bangga Kembali ke Dharmasraya Sebagai Sekda, Ajak ASN Sukseskan Visi Misi Kepala Daerah
KabaSumbar - Perdana tampil dalam apel gabungan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya yang dipimpin Wakil Bupati Leliarni, Sekretaris Daerah Medison, menyampaikan rasa bangganya bisa kembali bertugas di Kabupaten Dharmasraya, Senin (11/05/2026) pagi.
Didaulat menyampaikan sambutan, Medison mengaku Dharmasraya merupakan tempat dirinya memulai perjalanan karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 1994 lalu, yang kala itu masih tergabung dalam Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung.
Dengan penuh kehangatan, Medison meminta diterima sebagai warga baru di Dharmasraya, meskipun daerah tersebut sejatinya bukan tempat yang asing baginya.
“Saya ini dulu memulai karir dari bawah, ibaratnya masih seorang ‘kopral’ di Kecamatan Pulau Punjung. Hari ini saya kembali ke tempat yang sama sebagai ‘jenderal’ bagi ASN. Tentu ini menjadi kebanggaan dan amanah besar bagi saya,” ujarnya.
Mantan Sekda Kabupaten Solok itu menegaskan, jabatan yang diemban bukanlah kebanggaan pribadi semata, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan jalannya roda pemerintahan dalam mendukung kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni.
Menurutnya, tugas utama ASN hanya satu, yakni memastikan visi dan misi kepala daerah dapat berjalan dengan baik demi mewujudkan cita-cita “Dharmasraya Sejahtera Merata”.
“Tugas kita hanya satu, bagaimana mensukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati. Semua energi, pikiran dan kerja kita harus diarahkan untuk Dharmasraya Sejahtera Merata,” tegasnya.
Pada kesempatan, Medison juga menggambarkan pentingnya kerja tim di lingkungan pemerintahan melalui filosofi kereta kuda. Ia menyebut, sebuah kereta tidak akan sampai ke tujuan apabila kudanya berjalan sendiri-sendiri atau tidak searah.
Menurutnya, filosofi tersebut menggambarkan pentingnya kesatuan langkah, kekompakan, serta kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjalankan pemerintahan.
“Kereta akan sampai ke tujuan jika seluruh kudanya bergerak searah. Begitu juga pemerintahan. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus satu irama, satu tujuan, satu komando,” katanya.
Ia lantas mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya kerja yang solid demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Wabup Dharmasraya Leli Arni
Disiplin, Inovasi dan Loyalitas
Sebelumnya, Wabup Dharmasraya Leliarni menegaskan, apel gabungan bukan sekadar rutinitas, namun menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Leliarni bahkan lebih menekankan pentingnya kedisiplinan, inovasi, semangat kerja, sinergi, serta integritas dalam menjalankan tugas.
Terkait kedisiplinan, Wakil Bupati mengingatkan agar seluruh ASN menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, bukan hanya sebatas kewajiban. Ia menyoroti masih adanya keterlambatan, ketidakhadiran tanpa alasan jelas, serta kinerja yang belum optimal.
“Disiplin adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Disiplin waktu, disiplin bekerja, dan disiplin menaati aturan merupakan cerminan integritas,” tegasnya.
Selain disiplin, Wakil Bupati juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, ASN dituntut tidak hanya bekerja secara rutin, namun juga mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan takut berpikir kreatif, mencari solusi baru, dan memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya. (Irman Kuto/*)