Mathew Baker Debut di Timnas Indonesia, 5 Klub Eropa Ini Sudah Masuk Radar

Mathew Baker Debut di Timnas Indonesia, 5 Klub Eropa Ini Sudah Masuk Radar

KabaSumbar -- Usianya baru 17 tahun, tetapi nama Mathew Baker mulai menarik perhatian pencari bakat di Eropa. Bek muda yang memperkuat Melbourne City itu menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior pada Minggu, 7 Juni 2026.

Pelatih memasukkannya pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho saat Indonesia menang 3-0 atas Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Penampilan tersebut membuat Baker tercatat sebagai debutan termuda dalam sejarah Timnas Indonesia senior.

Baker lahir di Australia dan menandatangani kontrak profesional bersama Melbourne City pada 2025. Kontrak itu berlaku selama tiga tahun dengan opsi perpanjangan dua musim.

Kariernya masih berada di tahap awal. Namun, penampilan bersama Timnas Indonesia membuat namanya mulai diperbincangkan sebagai salah satu talenta muda yang berpotensi menembus kompetisi Eropa.

Lima Klub yang Berpeluang Menjadi Tujuan Berikutnya

Belum ada indikasi transfer dalam waktu dekat. Meski begitu, sejumlah klub dinilai memiliki jalur yang masuk akal apabila Baker memutuskan melanjutkan karier di Eropa.

Venezia FC

Venezia menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan. Klub Serie A Italia itu sudah memiliki hubungan dengan pemain Indonesia melalui Jay Idzes.

Sepak bola Italia dikenal memberi perhatian besar pada aspek taktik dan disiplin bertahan. Lingkungan seperti itu dapat membantu Baker mengembangkan kemampuan bertahannya di level yang lebih tinggi.

Oxford United

Dari Inggris, Oxford United masuk dalam daftar kandidat. Klub tersebut pernah merekrut Marselino Ferdinan dan cukup mengenal pasar pemain Indonesia.

Persaingan di Inggris memang tidak mudah karena regulasi pemain asing yang ketat. Namun pengalaman Baker bersama Timnas Indonesia bisa menjadi nilai tambah untuk menarik perhatian klub-klub di Championship maupun League One.

Lommel SK

Lommel SK dinilai sebagai opsi yang paling realistis. Klub Belgia itu berada dalam jaringan City Football Group, grup yang juga menaungi Melbourne City.

Hubungan tersebut membuka jalur perpindahan yang lebih sederhana dibandingkan klub lain. Selama beberapa tahun terakhir, Lommel kerap menjadi tempat pengembangan pemain muda sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih besar.

FC Utrecht

FC Utrecht juga masuk dalam radar. Liga Belanda memiliki reputasi sebagai salah satu kompetisi terbaik untuk mengembangkan pemain muda.

Keberadaan tim Jong Utrecht memberi ruang adaptasi bagi pemain yang baru datang. Pengalaman pemain Indonesia seperti Ivar Jenner di lingkungan sepak bola Belanda juga bisa menjadi referensi bagi Baker jika memilih jalur tersebut.

NEC Nijmegen

NEC Nijmegen melengkapi daftar. Klub ini dikenal memberi kesempatan kepada pemain muda yang masih membangun karier profesional.

Kemampuan Baker bermain di beberapa posisi lini belakang menjadi nilai yang sesuai dengan kebutuhan banyak klub Belanda yang mengutamakan fleksibilitas pemain.

Awal dari Perjalanan yang Lebih Panjang

Debut selama 10 menit tentu belum cukup untuk mengukur seperti apa karier Baker ke depan. Namun pertandingan melawan Oman akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bolanya.

Ia menjalani laga pertama bersama Timnas Indonesia senior di hadapan puluhan ribu penonton GBK saat skuad Garuda menang meyakinkan 3-0.

Apakah langkah berikutnya mengarah ke Eropa atau ia memilih berkembang lebih dulu bersama Melbourne City masih harus ditunggu. Yang jelas, Indonesia kini memiliki bek muda berusia 17 tahun yang sudah mencicipi panggung internasional dan mulai menarik perhatian di luar negeri.

Mathew Baker Timnas Indonesia Debut Timnas Indonesia Melbourne City Klub Eropa Venezia FC Oxford United FC Utrecht NEC Nijmegen Indonesia vs Oman