include "breadcrumb.php" ?>
“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah meluangkan waktu liburnya untuk hadir. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ikhtiar bersama menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menegaskan, persoalan pendidikan tidak boleh dibebankan kepada peserta didik semata. Guru justru menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan proses belajar sekaligus membimbing dan mengembangkan potensi setiap anak.
Mahyeldi juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena ilmu yang diajarkan akan terus memberi manfaat sepanjang hayat.
Pada kesempatan, Gubernur Mahyeldi menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pengembangan fasilitas penunjang. Salah satu cita-cita pemerintah daerah adalah menghadirkan asrama di seluruh SMA dan SMK guna memperkuat pembinaan karakter peserta didik.
Sementara itu, Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, mengatakan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.
Kata Fasli, guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan materi, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan peserta didik untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang bahkan saat ini belum lahir.
Ia menambahkan, guru harus mampu menciptakan ruang belajar yang aman, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun keberanian siswa untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali.
Menandai kegiatan Workshop, Gubernur Sumbar menyerahkan bantuan laptop kepada pihak sekolah dan beasiswa kepada sejumlah peserta, hingga ditutup dengan peluncuran produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi. (Irman Kuto)
Manfaatkan
Masa Libur
Sekolah
Guru
si Pemilik Ilmu
Antusias
Ikuti Workshop
Peningkatan Profesi
Berkelanjutan
Manfaatkan Masa Libur Sekolah, Guru si Pemilik Ilmu Antusias Ikuti Workshop Peningkatan Profesi Berkelanjutan
KabaSumbar - Peningkatan kapasitas guru harus menjadi prioritas untuk melahirkan generasi yang berpikir kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
" Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi guru sebagai pendidik,"tegas Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah.
Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Mahyeldi saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan bertema: Meningkatkan Kecanggihan Berpikir Siswa (Higher Order Thinking Skills/HOTS), Sabtu (11/7/2026), di SMAN 2 Bukittinggi.
Diikuti para guru dari berbagai sekolah di Sumbar, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi para guru yang tetap memanfaatkan masa libur sekolah untuk mengikuti pelatihan.
Menurutnya, komitmen meningkatkan kompetensi merupakan investasi penting bagi kemajuan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Sumbar.
“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah meluangkan waktu liburnya untuk hadir. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ikhtiar bersama menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Mahyeldi.
Obsesi Hadirkan Asrama SMA dan SMK
Mahyeldi menegaskan, persoalan pendidikan tidak boleh dibebankan kepada peserta didik semata. Guru justru menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan proses belajar sekaligus membimbing dan mengembangkan potensi setiap anak.
Mahyeldi juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena ilmu yang diajarkan akan terus memberi manfaat sepanjang hayat.
“Siapa yang memiliki ilmu yang bermanfaat? Itu guru. Ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah terputus. Karena itu saya melihat guru memiliki umur yang panjang, sebab ilmunya terus hidup dan doa murid-muridnya terus mengalir,” ungkapnya.
Pada kesempatan, Gubernur Mahyeldi menyampaikan komitmen Pemprov Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk melalui pengembangan fasilitas penunjang. Salah satu cita-cita pemerintah daerah adalah menghadirkan asrama di seluruh SMA dan SMK guna memperkuat pembinaan karakter peserta didik.
Gubernur Mahyeldi saat membuka Workshop Peningkatan Profesi Guru Berkelanjutan
Guru Membentuk Karakter
Sementara itu, Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, mengatakan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.
Kata Fasli, guru tidak lagi cukup hanya mengajarkan materi, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan peserta didik untuk menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang bahkan saat ini belum lahir.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah kita hanya meluluskan siswa, tetapi apakah kita menyiapkan mereka menghadapi masa depan. Lebih dari separuh pekerjaan yang akan mereka hadapi nanti bahkan belum kita kenal hari ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru harus mampu menciptakan ruang belajar yang aman, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun keberanian siswa untuk mencoba, gagal, dan bangkit kembali.
“Semakin sering anak bangkit dari kegagalan, semakin kuat karakter dan ketangguhannya. Itulah pendidikan yang sesungguhnya,” tuturnya.
Menandai kegiatan Workshop, Gubernur Sumbar menyerahkan bantuan laptop kepada pihak sekolah dan beasiswa kepada sejumlah peserta, hingga ditutup dengan peluncuran produk Paragon SMAN 2 Bukittinggi. (Irman Kuto)