Laba ACES Naik 33,3 Persen di Semester I-2026
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), sebelumnya dikenal sebagai PT ACE Hardware Indonesia Tbk, mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada semester I-2026. Penjualan bersih tumbuh sambil laba bersih melonjak, di tengah fase rebound jangka pendek yang diidentifikasi MNC Sekuritas.
ACES didirikan pada tahun 1995 dan merupakan anak usaha dari PT Kawan Lama Sejahtera, bagian dari Kawan Lama Group. Perusahaan beroperasi di industri ritel produk rumah tangga, gaya hidup modern, dan hiburan keluarga melalui tiga segmen utama.
Tiga Segmen Bisnis ACES
Pertama, Home Improvement Products menyediakan produk renovasi rumah, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, lampu, perkakas, alat kebersihan, hingga perlengkapan kebun.
Kedua, Lifestyle Products menawarkan perlengkapan dekorasi rumah, furniture, aksesoris otomotif, perlengkapan olahraga, dan hobi.
Ketiga, Toys Products menyediakan mainan dan produk hiburan anak-anak melalui anak usahanya PT Toys Games Indonesia.
Jaringan ritel modern ACES tersebar di lebih dari 70 kota di Indonesia dengan beberapa merek populer, di antaranya AZKO (perbaikan rumah), Toys Kingdom (mainan dan barang koleksi anak), Ataru (fesyen dan gaya hidup milenial), Pendopo (fesyen, kerajinan tangan, dan kuliner UMKM lokal), serta Neka & Rupa-rupa (ekosistem belanja terintegrasi online dan offline).
Alasan Perubahan Nama dari Ace Hardware Menjadi ACES
Perubahan nama dari PT Ace Hardware Indonesia Tbk menjadi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk adalah keputusan manajemen untuk tidak memperpanjang perjanjian lisensi dengan Ace Hardware International Holding, Ltd yang secara resmi berakhir pada 31 Desember 2024.
Kinerja Keuangan Semester I-2026: Laba Naik 33,3 Persen
Penjualan bersih ACES pada semester I-2026 tumbuh sebesar 6,32% menjadi Rp 4,54 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,27 triliun.
Laba bersih melonjak sebesar 33,3% hingga 36%, mencapai kisaran Rp 390,3 miliar hingga Rp 394,91 miliar. Kenaikan ini sebagian ditopang oleh perolehan keuntungan valuta asing serta efisiensi operasional perusahaan.
Emiten ini dikenal rajin membagikan dividen setiap tahun kepada pemegang sahamnya.
Asing Net Sell, Broker Besar Akumulasi di 320
Pada perdagangan Rabu, 20 Oktober 2026, investor asing mencatatkan net sell untuk saham ACES. Sementara itu, broker besar mengakumulasi saham ACES di harga rata-rata 320 dengan posisi tindakan broker masih netral.
Transaksi pembelian terbesar terjadi di harga 334, sedangkan penjualan terbesar di harga 332. Untuk perdagangan selanjutnya, posisi harga pivot point di level 320 menjadi penentu apakah saham akan bertahan naik atau berbalik turun.
Analisis MNC Sekuritas: Buy if Break, Support 326 Resistance 338
Tim analis MNC Sekuritas menilai ACES dengan strategi Buy if Break pada level support 326 dan resistance 338.
Menurut MNC Sekuritas, ACES berpeluang melanjutkan rebound jangka pendek setelah ditutup di atas MA20, meskipun volume perdagangan cenderung menurun. MACD masih berada di area negatif namun mulai menguat, sementara Stochastic berpotensi membentuk golden cross di area netral.
Strategi Buy if Break dapat dipertimbangkan jika ACES mampu menembus resistance 338, dengan target selanjutnya di level 348-354 sekaligus menguji MA60.
Disclaimer On. Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.