Kejadian Tragis di Pariaman: Anak Angkat dengan Dugaan Gangguan Mental Tabrak Ayah hingga Tewas
KabaSumbar - Kejadian tragis seorang pria berusia 27 tahun bernama Randi, yang diduga mengalami gangguan mental, menabrak ayah angkatnya hingga tewas menggunakan mobil Toyota Innova di Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Rabu (16/4) sekitar pukul 18.00 WIB.
Insiden ini juga menyebabkan seorang sekretaris desa terluka dan merusak sebuah sepeda motor milik warga.
Menurut keterangan polisi dan saksi, peristiwa bermula saat Randi mengajak ayahnya berkendara bersama. Namun, di lokasi kejadian, Randi tiba-tiba meminta ayahnya turun dari mobil. Saksi mata, Fajri Faisal, mengungkapkan bahwa ayah korban sempat mengeluhkan tingkah Randi yang tidak terkendali.
Dengan kecepatan tinggi, Randi mengemudikan mobil secara ugal-ugalan, berulang kali melintas di area tersebut. Ayah angkatnya yang berusaha menghentikan laju kendaraan justru menjadi korban, tertabrak hingga tewas seketika.
Selain itu, seorang sekretaris desa yang berada di dekat lokasi turut terluka akibat tertabrak, sementara sebuah sepeda motor milik warga rusak dalam kejadian tragis ini.
Warga setempat berhasil menghentikan aksi Randi setelah mobil yang dikemudikannya tergelincir ke parit. Pelaku kemudian diserahkan ke Polres Pariaman untuk diproses lebih lanjut. Kejadian tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, mengungkapkan bahwa Randi diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan, yang menyulitkan proses interogasi karena komunikasi yang terbatas.
Adik korban menyebutkan bahwa Randi sering dirawat di rumah sakit jiwa. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk menentukan apakah peristiwa ini merupakan tindakan kriminal atau kecelakaan.
Randi, yang ternyata anak angkat korban sejak bayi dari Jakarta, dibesarkan oleh ayah angkatnya yang tidak memiliki keturunan biologis. Warga setempat mengungkapkan bahwa Randi mulai menunjukkan perilaku agresif sejak remaja, termasuk melukai diri sendiri dan orang lain.