ESSA Catat Pendapatan USD 186 Juta, Saham Berpeluang Uji 750
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- PT ESSA Industries Tbk mencatat pendapatan USD186 juata pada semester pertama 2026. Angka itu naik 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perusahaan juga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD30 juta. Pada periode yang sama, arus kas operasional mencapai sekitar USD87 juta, naik 96 persen.
ESSA bergerak di bisnis energi dan kimia. Perusahaan mengoperasikan kilang LPG di Palembang yang menghasilkan sekitar 190 ton LPG per hari dan 500 barel kondensat per hari.
Melalui anak usahanya, PT Panca Amara Utama, ESSA juga mengoperasikan pabrik amoniak di Sulawesi Tengah. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 ton per hari.
Kinerja semester pertama menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian investor terhadap saham ESSA. Perusahaan juga memiliki kebijakan pembagian dividen dengan yield yang disebut berada di kisaran 8 persen berdasarkan materi analisis yang digunakan.
ESSA Kembangkan Blue Ammonia
ESSA juga mengembangkan blue ammonia sebagai bagian dari strategi perusahaan di bidang energi dan pengurangan emisi karbon.
Blue ammonia mengacu pada produksi amoniak yang menggunakan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Pengembangan ini membuka peluang bagi ESSA untuk masuk lebih jauh ke rantai pasok energi rendah karbon.
Proyek tersebut tetap menghadapi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor, termasuk kebutuhan investasi, biaya energi, perkembangan teknologi, serta permintaan pasar.
Saham ESSA Hadapi Resistance Rp670
Dari perdagangan saham, aktivitas broker dalam materi analisis menunjukkan akumulasi terbesar berada di sekitar Rp645. Pada perdagangan yang sama, transaksi penjualan terbesar tercatat di sekitar Rp640.
Pivot point berada di kisaran Rp615.
Tim analis MNC Sekuritas menempatkan ESSA dalam kategori Buy on Weakness (BoW). Mereka menetapkan support pada Rp620 dan resistance Rp670.
Analisis tersebut melihat ESSA sedang membentuk pola inverted head and shoulder. Pada perdagangan sebelumnya, saham mencatat candle bullish marubozu.
Harga juga berhasil melewati MA20 dengan peningkatan volume pembelian. Kondisi itu menjadi salah satu sinyal yang digunakan analis untuk melihat peluang penguatan lanjutan.
Indikator stochastic bergerak naik di area netral dan berpeluang membentuk golden cross. MACD juga mulai menyempit dan berpotensi menghasilkan sinyal serupa.
Level Rp670 menjadi perhatian berikutnya karena berdekatan dengan MA200. Jika harga mampu melewati area tersebut, analisis MNC Sekuritas memperkirakan ESSA dapat bergerak menuju Rp690 hingga Rp750.
Sebaliknya, investor perlu mencermati support Rp620. Pelemahan di bawah level tersebut dapat mengubah struktur teknikal yang sedang terbentuk.
Fundamental Tetap Jadi Pertimbangan
Kenaikan pendapatan, laba bersih, dan arus kas memberi gambaran positif terhadap kinerja ESSA sepanjang semester I 2026. Namun, pergerakan saham tidak hanya bergantung pada laporan keuangan.
Harga komoditas, biaya bahan baku, kondisi industri amoniak dan LPG, serta perkembangan pasar energi global dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
Investor juga perlu memisahkan antara proyeksi teknikal dan kinerja fundamental. Target Rp690 hingga Rp750 merupakan skenario analisis teknikal, bukan jaminan harga saham akan mencapai level tersebut.
Dengan support Rp620 dan resistance Rp670, pergerakan ESSA selanjutnya akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area support sekaligus menembus resistance dengan dukungan volume perdagangan.
Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?
IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Tulisan ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Data dan analisis teknikal mengacu pada bahan yang diberikan dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar.