Dinsos Padang Kebut Pendaftaran Bansos Digital, Baru 13,5 Persen Warga Terdaftar di Perlinsos

Dinsos Padang Kebut Pendaftaran Bansos Digital, Baru 13,5 Persen Warga Terdaftar di Perlinsos

KabaSumbar -- Dinsos Kota Padang mempercepat sosialisasi pendaftaran bansos digital lewat aplikasi Perlinsos ke seluruh kecamatan dan kelurahan. Target selesai: 2027, tahun sistem manual resmi ditinggalkan. Kementerian Dalam Negeri menunjuk Padang sebagai satu dari 43 kabupaten/kota proyek percontohan digitalisasi bansos.

Kepala Dinsos Kota Padang Eri Sendjaya mengakui capaiannya masih jauh dari target. Sampai Jumat pagi (10/7/2026), 41.016 kepala keluarga (KK) sudah terdaftar dari 303.000 KK yang masuk desil 1 sampai 10 dalam basis data kemiskinan kota. Angka itu setara 13,50 persen.

Dinsos mengoptimalkan pos-pos agen di kelurahan dan kecamatan sebagai pusat verifikasi data lapangan. Sasarannya warga pelosok dan warga tanpa smartphone. Eri menyebut, jika Anda punya gawai, Anda bisa mendaftar sendiri. Jika tidak, agen resmi siap membantu di kantor lurah, RW, pengurus masjid smart surau, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), atau Kasi Kesos kelurahan dan kecamatan.

Pendaftaran gratis, tegas Eri. Dinsos merancang sistem verifikasi validasi (verval) agar bantuan tepat sasaran. Kalau warga sulit dikumpulkan di satu titik, petugas akan turun dari rumah ke rumah.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos Padang Syaiful Andri menyebut tiga hal yang perlu Anda siapkan untuk mendaftar mandiri: NIK, PIN Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan ID pelanggan PLN. IKD wajib aktif lebih dulu, karena sistem meminta PIN-nya sebagai kunci verifikasi.

Dinsos menargetkan migrasi dari sistem manual ke digital rampung sebelum 2027. Jika berhasil, data penerima bansos di Padang tidak lagi tumpang tindih seperti selama ini.

bansos digital Dinsos Padang Perlinsos Eri Sendjaya IKD bansos Kota Padang Kemendagri