Danantara Siapkan PT Denera Menuju IPO 2028, Fokus Garap Bisnis Waste to Energy
KabaSumbar -- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menyiapkan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) untuk melantai di pasar modal pada 2028. Perusahaan yang baru dibentuk pada April 2026 itu diproyeksikan menjadi kendaraan utama Danantara dalam bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE).
Rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tersebut muncul di tengah agresivitas Danantara membangun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah.
Berdasarkan berbagai keterangan resmi Danantara dan laporan media nasional, Denera diposisikan sebagai holding yang akan mengonsolidasikan investasi, pengembangan, hingga operasional proyek waste to energy di Indonesia.
Perusahaan ini resmi berdiri pada 1 April 2026 di bawah PT Danantara Investment Management (DIM). Fokus utamanya adalah mengelola proyek PSEL yang ditargetkan berkembang di puluhan kota besar.
Disiapkan Jadi Kendaraan Investasi Energi Bersih
Pembentukan Denera tidak hanya ditujukan sebagai operator proyek pengolahan sampah, tetapi juga sebagai platform investasi jangka panjang di sektor energi bersih.
Dalam berbagai penjelasan resmi, Danantara menyebut Denera akan memegang saham di setiap proyek PSEL yang dikembangkan bersama mitra strategis. Skema kepemilikannya yakni sekitar 30 persen dimiliki Denera dan 70 persen dipegang konsorsium mitra pengembang.
Langkah menuju IPO dinilai menjadi bagian dari strategi memperbesar kapasitas pendanaan proyek-proyek waste to energy yang membutuhkan investasi jumbo.
Nilai investasi untuk satu proyek PSEL diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun. Sementara program nasional yang sedang disiapkan Danantara ditargetkan menjangkau puluhan kota dengan total kebutuhan investasi yang sangat besar.
Berdasarkan catatan redaksi, skema IPO dapat memberi ruang bagi Denera untuk memperoleh pendanaan publik sekaligus memperluas basis investor di sektor energi dan pengelolaan lingkungan.
Fokus Garap Pengolahan Sampah Jadi Energi
Danantara memosisikan proyek waste to energy sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah nasional sekaligus pengembangan energi alternatif.
Tidak hanya menghasilkan listrik, proyek PSEL juga diarahkan untuk memperbaiki tata kelola sampah dari hulu hingga hilir. Sistem yang dikembangkan mencakup pengumpulan sampah, pengolahan, daur ulang, hingga pengurangan beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Direktur Investasi Danantara Investment Management sekaligus Lead of Waste-to-Energy Fadli Rahman sebelumnya menyebut Denera akan menjadi perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi yang tidak hanya menangani sampah rumah tangga, tetapi juga limbah industri pada tahap berikutnya.
Saat ini, proyek tahap awal telah berjalan di beberapa kota seperti Bali, Bogor, dan Bekasi. Danantara juga menyiapkan gelombang kedua proyek PSEL di sekitar 25 kota lain di Indonesia.
Tantangan Menuju IPO
Meski prospeknya dinilai besar, langkah Denera menuju IPO juga akan menghadapi sejumlah tantangan.
Bisnis waste to energy membutuhkan belanja modal tinggi, teknologi kompleks, serta dukungan regulasi dan pemerintah daerah yang konsisten dalam jangka panjang. Proyek PSEL bahkan umumnya menggunakan kontrak operasional hingga 30 tahun.
Selain itu, keberhasilan proyek sangat bergantung pada pasokan sampah, kesiapan infrastruktur daerah, serta kepastian tarif listrik dan skema pembiayaan.
Di sisi lain, isu lingkungan juga diperkirakan menjadi sorotan investor publik, terutama terkait teknologi pembakaran sampah dan dampaknya terhadap emisi.
Namun, meningkatnya perhatian global terhadap investasi hijau dan transisi energi dinilai bisa menjadi modal positif bagi Denera apabila perseroan berhasil menunjukkan model bisnis yang berkelanjutan dan terukur.
Dorong Sektor Hijau Masuk Pasar Modal
Jika terealisasi pada 2028, IPO Denera berpotensi menjadi salah satu emiten baru di sektor energi hijau dan pengelolaan lingkungan yang cukup menonjol di Bursa Efek Indonesia.
Langkah tersebut juga dapat memperluas eksposur proyek-proyek pengelolaan sampah nasional kepada investor ritel maupun institusi.
Berdasarkan catatan redaksi, tren investasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) masih menjadi perhatian investor global. Kondisi itu membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang energi bersih dan pengelolaan limbah untuk memperoleh pendanaan lebih luas.
Hingga saat ini, detail resmi terkait valuasi, struktur penawaran saham, maupun penjamin emisi untuk IPO Denera masih belum diumumkan.
Danantara PT Denera IPO 2028 waste to energy PSEL energi bersih investasi pengelolaan sampah energi terbarukan pasar modal