include "breadcrumb.php" ?>
Lasmiyati menambahkan, program benih padi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat penurunan stunting melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Selain itu, meningkatkan produktivitas usaha tani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Atas bantuan tersebut, Pemkab Dharmasraya berharap para petani bukan sebatas memperoleh hasil panen baik, tetapi juga menghasilkan beras dengan kandungan gizi lebih tinggi. Bermanfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan masyarakat secara luas.
Bupati Annisa juga menekankan kepada Dinas Pertanian, agar terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani, mulai dari tahap penanaman, hingga panen. Sementara camat, wali nagari, dan seluruh pemangku kepentingan diminta turut mengawal pelaksanaan program agar bantuan dimanfaatkan secara optimal.
Kadis Pertanian Lasmiyati memastikan, pihaknya akan selalu menjadi pendamping bagi Keltan penerima manfaat, sehingga benih yang disalurkan dapat dibudidayakan sesuai petunjuk. (Irman Kuto)
Buah Perjuangan
Bupati Annisa
30 Keltan Dharmasraya
Dapat Bntuan
Benih Padi Biofortifikasi
Sebanyak 12
5 Ton
Buah Perjuangan Bupati Annisa, 30 Keltan Dharmasraya Dapat Bantuan Benih Padi Biofortifikasi Sebanyak 12,5 Ton
KabaSumbar - Sebanyak 30 Kelompok Tani (Keltan) yang menggerakkan budidaya padi sawah di nagari Nagari Sikabau, Sitiung, Batu Rijal, Koto Ranah, dan Panyubarangan, terima bantuan benih padi biofortifikasi (padi kaya gizi) dari Bupati Annisa Suci Ramadhani, (14/7/2026) di blok C Sitiung I, Nagari Batu Rijal, Kecamatan Padang Laweh.
Buah dari perjuangan bupati Annisa "mengejar" program pertanian ke Kementerian Pertanian RI itu, diserahkan Kepala Dinas Pertanian setempat, Lasmiyati berupa 12.500 kilogram benih padi biofortifikasi untuk areal tanam seluas 500 hektare yang digarap Keltan 5 nagari, dengan total dana nilai Rp192.475.000.
Mengiringi itu, Kadis Pertanian, Lasmiyati mewakili Bupati Dharmasraya menjelaskan, bahwa program biofortifikasi merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Sekaligus, smendukung percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, benih padi jenis biofortifikasi merupakan varietas padi unggul memiliki kandungan zat besi (Fe) dan zink (Zn) lebih tinggi dibandingkan varietas padi pada umumnya.
Menurutnya, benih padi jenis biofortifikasi merupakan varietas padi unggul memiliki kandungan zat besi (Fe) dan zink (Zn) lebih tinggi dibandingkan varietas padi pada umumnya.
"Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi konkret, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," kata Lasmiyati menyampaikan pesan Bupati Annisa.
Kadis Pertanian Dharmasraya Lasmiyati serahkan bantuan benih padi kepada perwakilan Keltan 5 nagari
Lasmiyati menambahkan, program benih padi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat penurunan stunting melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat. Selain itu, meningkatkan produktivitas usaha tani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Atas bantuan tersebut, Pemkab Dharmasraya berharap para petani bukan sebatas memperoleh hasil panen baik, tetapi juga menghasilkan beras dengan kandungan gizi lebih tinggi. Bermanfaat bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan masyarakat secara luas.
Bupati Annisa juga menekankan kepada Dinas Pertanian, agar terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani, mulai dari tahap penanaman, hingga panen. Sementara camat, wali nagari, dan seluruh pemangku kepentingan diminta turut mengawal pelaksanaan program agar bantuan dimanfaatkan secara optimal.
Kadis Pertanian Lasmiyati memastikan, pihaknya akan selalu menjadi pendamping bagi Keltan penerima manfaat, sehingga benih yang disalurkan dapat dibudidayakan sesuai petunjuk. (Irman Kuto)