BMRI Menguat 6,4 Persen, Asing Terus Masuk dan Uji Resistance 4.490
Oleh: Supardi,SE,CFP
Branch Manager .MNC SEKURITAS CABANG PADANG
KabaSumbar -- Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menguat 6,4 persen dari 27 Agustus hingga 4 September 2026.
Pada 27 Agustus, BMRI ditutup di level 4.210. Sepekan kemudian, saham bank tersebut mencatat harga tertinggi 4.480 pada perdagangan 4 September.
Kenaikan BMRI berlangsung ketika investor asing tercatat masuk secara berturut-turut sejak 21 Agustus hingga 3 September 2026. Aktivitas broker besar juga menunjukkan akumulasi dengan harga rata-rata sekitar 4.430.
Dari sisi teknikal, Tim analis MNC Sekuritas menempatkan 4.490 sebagai resistance BMRI dan 4.280 sebagai support. Pivot point berada di sekitar 4.460.
BMRI Dekati Resistance 4.490
Tim Analis memperkirakan BMRI membentuk pola ascending triangle dengan resistance di 4.490. Posisi tersebut menjadi perhatian karena harga sudah bergerak mendekati batas atas pola.
Perdagangan 4 September juga memperlihatkan tekanan jual melalui volume transaksi. Kondisi itu perlu dicermati jika BMRI kembali menguji 4.490 pada perdagangan berikutnya.
Indikator MACD masih menunjukkan peluang penguatan. Namun, Stochastic dinilai berisiko bergerak turun lebih dahulu menuju area netral.
Jika BMRI gagal melewati 4.490, investor dapat memperhatikan area 4.280 sebagai support. Sebaliknya, penembusan resistance dengan dukungan volume dapat membuka ruang kenaikan berikutnya.
Target Mengarah ke 4.570-4.620
Tim MNC Sekuritas memperkirakan BMRI berpeluang menguji area gap 4.570-4.620 jika momentum penguatan berlanjut. Area tersebut juga berdekatan dengan MA200.
Level 4.460 menjadi titik teknikal penting karena berada di sekitar pivot point. Pergerakan harga di atas atau di bawah area tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan momentum jangka pendek.
Investor juga perlu melihat volume ketika BMRI mendekati resistance. Kenaikan harga tanpa dukungan transaksi yang memadai dapat membuat saham lebih rentan mengalami koreksi.
Profil Bank Mandiri
Bank Mandiri berdiri pada 2 Oktober 1998. Pada Juli 1999, pemerintah menggabungkan Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia ke dalam Bank Mandiri.
Hingga akhir 2025, Bank Mandiri memiliki 139 kantor cabang dan 2.014 kantor cabang pembantu. Perseroan juga mengoperasikan 12.972 unit ATM dan CRM di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk kegiatan internasional, Bank Mandiri memiliki kantor di Shanghai, Cayman Islands, Dili, Hong Kong, Singapura, dan London. Perseroan juga memiliki kantor cabang anak perusahaan di Kuala Lumpur melalui Mandiri International Remittance.
Layanan digital Livin' by Mandiri menjadi salah satu produk utama perseroan. Layanan tersebut merupakan pengembangan dari beberapa platform digital Bank Mandiri sebelumnya, termasuk Mandiri Internet Banking, Mandiri Mobile, dan Mandiri Online.
Risiko Koreksi Tetap Ada
Penguatan BMRI dalam periode tersebut memberi ruang positif bagi investor yang memperhatikan momentum harga. Namun, posisi saham yang mendekati resistance 4.490 membuat potensi koreksi tetap perlu diperhitungkan.
Tekanan jual pada perdagangan terakhir dan sinyal Stochastic menjadi dua faktor yang perlu dipantau. Sementara itu, MACD masih memberikan indikasi positif.
Pergerakan berikutnya akan banyak ditentukan oleh respons BMRI di sekitar 4.460 dan 4.490. Jika harga menembus 4.490 dan volume mendukung, area 4.570-4.620 menjadi sasaran teknikal berikutnya. Jika harga justru melemah, level 4.280 menjadi support yang perlu diperhatikan.
Tertarik belajar pasar modal tanpa biaya?
IDX bersama MNC Sekuritas Padang membuka Grup Edukasi Saham gratis bagi masyarakat. Anggota akan memperoleh informasi seputar investasi, kelas edukasi, dan berbagai program dari BEI.
Bergabung: Klik di sini untuk bergabung
Disclaimer: Analisis ini disusun sebagai informasi dan bukan ajakan membeli maupun menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.