include "breadcrumb.php" ?>
Kedatangan Bupati Eka Putra, menurut dia, karena sebelumnya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang rencana revitalisasi Benteng Van der Capellen Batusangkar.
"Revitalisasi Benteng Van der Capellen direncanakan untuk dijadikan museum sejarah yang dapat menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Tanah Datar," ujarnya.
Benteng Van der Capellen sendiri merupakan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang saat ini berstatus sebagai cagar budaya dan berada di bawah perlindungan Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.
Ditegaskan Eka Putra, Pemkab Tanah Datar berencana memindahkan perkantoran tersebut ke lokasi lain agar kawasan Benteng Van der Capellen dapat direvitalisasi secara menyeluruh sesuai fungsi dan nilai sejarahnya.
Menyambut rencana tersebut, Pemkab Tanah Datar dan Kementerian Kebudayaan mencapai kesepahaman terkait langkah-langkah percepatan revitalisasi benteng dimaksud.
"Rencana revitalisasi ini mendapat respons positif dari Kementerian Kebudayaan. Anggaran untuk pelaksanaannya telah tersedia dan kami berharap prosesnya dapat segera berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan," kata Eka Putra.
Terkait program revitalisasi itu, Perekonomian dan Pembangunan, Ten Feri menyampaikan, Pemkab Tanah Datar akan segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang dibutuhkan, termasuk dokumen Detail Engineering Design (DED), agar proses revitalisasi dapat berjalan lancar.
Kelak, ketika bangunan peninggalan sejarah itu sudah berfungsi sebagai museum, pengelolaan Benteng Van der Capellen direncanakan melibatkan Kementerian Kebudayaan sehingga manajemennya dapat dilakukan secara lebih profesional.
"Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat Tanah Datar," pungkas Eka Putra. (reyhan)
Benteng Van der Capellen
Diproyeksikan
Menjadi
Museum Sejarah
dan Destinasi Wisata
Bupati Eka Putra
Datangi
Kementerian Kebudayaan
Benteng Van der Capellen Diproyeksikan Menjadi Museum Sejarah dan Destinasi Wisata, Bupati Eka Putra Datangi Kementerian Kebudayaan
KabaSumbar - Diproyeksikan sebagai museum sejarah dan destinasi wisata budaya baru di Kabupaten Tanah Datar, Bupati Eka Putra bawa misi revitalisasi Benteng Van der Capellen Batusangkar ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Senin (20/7/2026)di Jakarta.
Kehadiran Bupati Eka Putra bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Datar Ten Feri, disambut hangat Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Dr. Restu Gunawan, M.Hum dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Lita Rahmiati, S.Sos, M.P.P.
Kedatangan Bupati Eka Putra, menurut dia, karena sebelumnya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang rencana revitalisasi Benteng Van der Capellen Batusangkar.
Kata Eka Putra, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan sektor pariwisata daerah.
"Revitalisasi Benteng Van der Capellen direncanakan untuk dijadikan museum sejarah yang dapat menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Tanah Datar," ujarnya.
Benteng Van der Capellen sendiri merupakan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang saat ini berstatus sebagai cagar budaya dan berada di bawah perlindungan Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.
Saat ini, sebagian area benteng masih dimanfaatkan sebagai kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar.
Ditegaskan Eka Putra, Pemkab Tanah Datar berencana memindahkan perkantoran tersebut ke lokasi lain agar kawasan Benteng Van der Capellen dapat direvitalisasi secara menyeluruh sesuai fungsi dan nilai sejarahnya.
Bahas revitalisasi benteng van der capelen
Menyambut rencana tersebut, Pemkab Tanah Datar dan Kementerian Kebudayaan mencapai kesepahaman terkait langkah-langkah percepatan revitalisasi benteng dimaksud.
Kementerian Kebudayaan bahkan menyatakan dukungannya terhadap rencana yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
"Rencana revitalisasi ini mendapat respons positif dari Kementerian Kebudayaan. Anggaran untuk pelaksanaannya telah tersedia dan kami berharap prosesnya dapat segera berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan," kata Eka Putra.
Terkait program revitalisasi itu, Perekonomian dan Pembangunan, Ten Feri menyampaikan, Pemkab Tanah Datar akan segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang dibutuhkan, termasuk dokumen Detail Engineering Design (DED), agar proses revitalisasi dapat berjalan lancar.
Kelak, ketika bangunan peninggalan sejarah itu sudah berfungsi sebagai museum, pengelolaan Benteng Van der Capellen direncanakan melibatkan Kementerian Kebudayaan sehingga manajemennya dapat dilakukan secara lebih profesional.
Disisi lain, Pemkab Tanah Datar tetap akan berperan aktif dalam pengelolaan serta memperoleh manfaat ekonomi bagi daerah dari keberadaan museum tersebut.
"Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat Tanah Datar," pungkas Eka Putra. (reyhan)