BBRI Tetap Menarik untuk Investasi Jangka Panjang, Dividen Besar Jadi Daya Tarik Utama

BBRI Tetap Menarik untuk Investasi Jangka Panjang, Dividen Besar Jadi Daya Tarik Utama

Oleh: Supardi, SE, CFP
Branch Manager MNC Sekuritas Cabang Padang

KabaSumbar -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap menjadi salah satu saham perbankan yang menarik bagi investor jangka panjang. Bank milik negara ini memiliki bisnis yang kuat di segmen mikro, jaringan yang luas, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Pemerintah Indonesia masih menjadi pemegang saham mayoritas melalui Danantara. Hingga 2025, BRI mengoperasikan 7.385 unit kerja di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki sembilan kantor luar negeri yang tersebar di enam negara, yakni New York, Hong Kong, Singapura, Kepulauan Cayman, Taiwan, dan Timor Leste.

Dividen menjadi salah satu alasan utama investor bertahan di saham BBRI. Dari laba bersih tahun buku 2025, perseroan menetapkan payout ratio sebesar 92 persen. Dengan harga saham saat ini, dividen yield diperkirakan mencapai sekitar 12,4 persen.

Bisnis inti BRI masih bertumpu pada penyaluran kredit mikro dan ultra mikro. Segmen ini menjangkau pelaku usaha hingga pelosok Indonesia dan menjadi sumber pertumbuhan perusahaan selama bertahun-tahun.

BRImo juga berkembang menjadi salah satu layanan digital utama BRI. Nasabah tidak hanya menggunakan aplikasi ini untuk transaksi perbankan, tetapi juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan emas sebagai instrumen investasi.

BRI memperluas layanan melalui AgenBRILink yang tersebar di berbagai daerah. Kehadiran agen tersebut memudahkan nasabah melakukan tarik tunai, setor tunai, transfer, dan berbagai transaksi lainnya tanpa harus datang ke kantor cabang.

Pergerakan saham BBRI juga menarik perhatian pelaku pasar. Dalam sepekan terakhir, broker domestik mencatat akumulasi pembelian dengan harga rata-rata sekitar Rp2.790 per saham. Pada saat yang sama, investor asing masih mencatat aksi jual bersih.

Perbedaan arah transaksi tersebut menunjukkan strategi investasi yang berbeda. Investor domestik masih melihat peluang pertumbuhan jangka panjang, sementara sebagian investor asing memilih mengurangi kepemilikan.

Dari sisi teknikal, BBRI masih bergerak dalam tren naik jangka pendek. Harga membentuk pola higher high dan higher low, menembus MA20, serta didukung peningkatan volume transaksi.

Indikator MACD masih mengarah naik meski berada di area negatif. Sementara itu, indikator Stochastic telah membentuk golden cross di area netral sehingga peluang penguatan menuju area overbought masih terbuka.

Strategi yang dapat diperhatikan adalah buy if break. Investor dapat mencermati area resistance di Rp2.890. Jika harga mampu menembus level tersebut, target berikutnya berada di kisaran Rp2.990 hingga Rp3.120 dengan peluang menguji MA60 harian. Sementara itu, area support berada di Rp2.730.

Bagi investor yang mengutamakan dividen dan pertumbuhan jangka panjang, BBRI masih layak masuk daftar pantauan. Namun, setiap keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan profil risiko, kondisi pasar, dan strategi masing-masing.

Ingin belajar investasi saham lebih dalam?

Bapak dan Ibu dapat bergabung secara gratis di Grup Edukasi Saham IDX dan MNC Sekuritas Padang. Dapatkan materi pasar modal, diskusi saham, informasi kelas edukasi, serta kesempatan memperoleh sertifikat dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Klik di sini untuk bergabung dengan Grup Edukasi Saham Gratis IDX dan MNC Sekuritas Padang.

 

Disclaimer: Tulisan ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis berdasarkan data serta analisis yang tersedia. Bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

BBRI Bank BRI saham investasi dividen BRImo analisis teknikal perbankan pasar modal