KabaSumbar – Penyakit asam urat, atau hiperurisemia, lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita, terutama pada usia 30-50 tahun. Namun, penyakit ini juga dapat dialami oleh usia muda, termasuk remaja, terutama jika ada faktor genetik. Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi purin, juga meningkatkan risiko.
Untuk mengendalikannya, pola makan yang tepat, termasuk konsumsi makanan penurun asam urat, menjadi kunci penting. Efeknya berupa nyeri dan bengkak pada persendian, bahkan memicu gout atau peradangan sendi yang menyakitkan. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini juga berisiko menyebabkan penyakit ginjal.
Awalnya, penyakit ini mungkin tidak menunjukkan gejala khas, tetapi seiring peningkatan kadar asam urat, gejala seperti nyeri sendi mulai muncul. Wanita, terutama setelah menopause, juga memiliki risiko lebih tinggi.
Baca Juga : Solusi Tepat Hadapi Krisis Finansial dan Kesehatan di 2025
Faktor Risiko Penyakit Asam Urat
Selain usia dan jenis kelamin, beberapa faktor meningkatkan risiko asam urat, yaitu:
- Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Purin
Makanan seperti jeroan, makanan laut (tuna, sarden, teri, kerang), sayuran tinggi purin (bayam, asparagus), daging merah, alkohol, dan minuman tinggi gula dapat memicu penyakit ini. - Berat Badan Berlebih
Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Tubuh orang dengan berat badan berlebih cenderung menghasilkan lebih banyak insulin.
Jika kadar insulin dalam tubuh terlalu banyak, kerja ginjal dalam membuang penyakit ini jadi terhambat. Pada akhirnya, penyakit ini yang tidak bisa terbuang itu akan menumpuk dan membentuk kristal di persendian.
- Dehidrasi
Kekurangan cairan menghambat pembuangan asam urat melalui urine. - Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Obat-obatan tertentu bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Misalnya saja obat diuretik jenis thiazide dan beberapa obat lain yang biasa digunakan untuk mengobati hipertensi, seperti beta blockers dan ACE inhibitors, serta aspirin dalam dosis rendah.
Mengonsumsi obat diuretik jenis thiazide dalam jangka panjang dapat membuat kadarnya dalam tubuh semakin tinggi. Obat ini ini bisa membuat kamu lebih sering buang air sehingga mengurangi jumlah cairan dalam tubuh. Padahal, kekurangan cairan dapat menghambat proses pembuangan penyakit ini oleh ginjal.
- Penyakit Tertentu
Penyakit seperti ginjal kronis, diabetes, dan psoriasis mengganggu fungsi ginjal atau meningkatkan produksi asam urat. - Faktor Genetik
Faktor genetik atau keturunan juga berperan dalam peningkatan risiko penyakit ini. Jadi, jika orangtua, kakek, atau nenek kamu ada yang memiliki riwayat penyakit ini, ada kemungkinan kamu juga mengalami penyakit ini.
Baca Juga : Fungsi SIPP BPJS Dalam Pelaporan Data Karyawan Perusahaan
Rekomendasi Makanan Penurun Asam Urat
Mengontrol kadar asam urat dapat dilakukan melalui pola makan sehat. Berikut 10 rekomendasi makanan penurun asam urat berdasarkan Alodokter dan Hello Sehat:
- Alpukat
Kaya vitamin E dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi, serta lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan. - Ceri
Mengandung antosianin, antioksidan, dan anti-inflamasi yang efektif menurunkan asam urat, ditambah vitamin C dan quercetin. - Jeruk
Tinggi vitamin C, membantu mencegah serangan gout. Buah lain seperti nanas, stroberi, dan sayuran seperti brokoli juga bermanfaat. - Brokoli
Mengandung serat dan vitamin C, membantu ginjal dan usus mengeluarkan asam urat melalui urine dan feses. Makanan kaya serat lain seperti pir dan kacang-kacangan juga disarankan. - Apel
Mengandung vitamin C dan asam malat, meskipun efeknya perlu penelitian lebih lanjut karena kandungan fruktosanya. - Pisang
Tinggi kalium, mencegah pembentukan kristal asam urat dan mempermudah pengeluarannya melalui ginjal. - Buah Kersen
Penelitian pada 2013 menunjukkan jus kersen dapat menurunkan asam urat, meskipun tidak seefektif obat seperti allopurinol, berkat kandungan antioksidannya. - Susu Rendah Lemak
Berdasarkan Arthritis Foundation, susu rendah lemak dapat menurunkan kadar uric acid dan mengurangi risiko serangan tiba-tiba karena protein dalam susu membantu proses pengeluaran uric acid melalui urine.
- Protein Nabati
Legum seperti kacang polong, buncis, dan lentil rendah purin, lebih aman dibandingkan protein hewani. - Sayuran Rendah Purin
Brokoli, wortel, dan tomat rendah purin (misalnya, brokoli 70 mg/100 g, wortel 2,2 mg, tomat ceri 3,1 mg), membantu menurunkan asam urat.
Baca Juga : Israel Serang Iran Picu Krisis Timur Tengah Terbaru
Sumber: halodoc.com, Alodokter, Hello Sehat

Facebook Comments